WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
season 2 ep 21


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Daffa dan keluarganya sudah di bandara kecuali Asyifa.


Daffa pamit pergi sambil memeluk semuanya.


"Daffa harus sering menelpon," ucap Annisa


Daffa mengangguk lalu langsung menarik kopernya.


Semua tersenyum ke arahnya.


"Rasanya baru kemarin Abi memegang tangan Daffa kecil di bandara ini, saat pertama kali dia datang." Reyhan terlihat sedih.


Annisa juga menitikkan air mata, mereka semua berlalu pergi.


*


*


Di halaman bekas pesantren, Asyifa juga duduk dengan sedih sambil bercerita ke Husna sahabatnya lewat telpon.


"Jangan sedih lagi, Husna ikut sedih jadinya," ucap Husna


"Andai Husna ada di sini, pasti kesedihan Syifa sedikit berkurang" ucap Asyifa


"Sering-sering saja nelpon, Husna siap kok setiap saat dengar cerita Syifa," kata Husna


Setelah mematikan ponsel, Asyifa kembali sedih.


Annisa dan yang lainnya baru datang, Annisa melihat Syifa duduk sendirian lalu menghampirinya.


"Assalamu 'alaikum sayang," ucap Annisa membuyarkan lamunan Asyifa


"Wa'alaikumussalam Ummi" Asyifa mengangkat wajahnya.


Annisa langsung duduk di samping Asyifa.

__ADS_1


"Asyifa beneran menyukai Daffa?" tanya Annisa


Asyifa mengangguk sedih.


"Tapi Daffa gak mungkin menyukai Asyifa kan, Daffa laki-laki sholeh pasti akan mendapatkan perempuan sholeha juga," kata Asyifa


"Kan sekarang Syifa juga sudah hijrah, Daffa memang pendiam, dia gak terlalu suka mengungkapkan isi hatinya karna belum waktunya, mungkin dia juga suka." Annisa membelai kepala Asyifa.


"Gak mungkin juga dia suka," kata Asyifa


"Tau gak sayang, dulu saat Ummi seumur Syifa, Ummi akan dijodohkan dengan Abi tapi Abi menolak tanpa mau melihat Ummi lebih dulu karna dia mencintai Mamanya Syifa." Annisa mulai cerita.


Syifa menatap Umminya penasaran, "Terus?"


"Terus mereka menikah dan Ummi pergi ke Kairo," Ucap Annisa


Asyifa masih penasaran.


"Setelahnya apa yang terjadi?" tanya Asyifa


Asyifa hanya diam mendengar semuanya.


"Jadi jangan sedih lagi," tambah Annisa


Asyifa menatap ke arah Annisa, "Kata orang Ibu tiri sangatlah jahat tapi itu gak berlaku pada Ummi, Syifa beruntung banget punya Ibu sebaik Ummi."


"Ummi juga beruntung punya anak seperti Syifa yang gak pernah membangkang, ya sudah Ummi mau bantu Nenek masak dulu, kalau ada apa-apa cerita saja pada Ummi jangan pernah dipendam," ucap Annisa


Asyifa tersenyum mengangguk.


Annisa berjalan pergi, Asyifa melihat kepergian Annisa, lalu kembali sedih.


Asyifa bangkit dan langsung berjalan masuk ke kamar.


Asyifa melihat sesuatu di atas meja, karna penasaran Asyifa membukanya, terlihat cadar di dalamnya, Asyifa langsung tau itu dari siapa.

__ADS_1


*


*


Asyifa pergi bersama Umminya, saat mereka mengantre untuk membeli kue, Annisa melihat Riana bersama putranya.


Annisa menyapanya sehingga Riana langsung sadar itu Annisa.


"Lama tidak bertemu, apa ini Asyifa?" tanya Riana


Asyifa melihat sebentar ke arah Rafa yang juga dari tadi melihatnya.


"Iya ini Syifa, ini pasti Rafa kan?" tanya Annisa balik


"Iya Tante," kata Rafa sopan


Rafa tersenyum ke arah Asyifa tapi Asyifa langsung menunduk.


Mereka minum bersama di toko kue.


"Bagaimana kalian sekarang?" tanya Annisa


"Alhamdulillah Mas Dion sudah berubah banget, terus Syifa sudah punya adik belum?" tanya Riana


"Iya alhamdulillah kami dikaruniai putra kembar" jawab Annisa


"Rumah kalian masih yang lama?" tanta Riana lagi


"Tidak, kami ke sini cuma liburan, rumah kami yang baru ada di kalimantan" jawab Annisa


"Ya sudah kapan-kapan kita ketemu lagi, kami harus buru-buru pulang, ini nomor saya" ucap Annisa


Mereka langsung pergi, Rafa masih melihat ke arah Asyifa.


"Kamu menyukainya?" tanya Riana

__ADS_1


Rafa tersenyum seperti mengiyakan.


__ADS_2