
Annisa berbalik dan melihat Riana menatapnya.
"Rafa mana?" tanya Annisa
"Rafa masih di kamar," jawab Riana
"Mau ikut buka toko?" tanya Annisa lagi
Riana mengangguk
Annisa dan Riana berjalan ke depan, Annisa membuka toko pakaiannya.
Mbak Ratih juga baru datang dan langsung masuk.
Annisa membuka ponselnya melihat pesanan pelanggannya.
"Mbak Ratih hari ini kita akan kedatangan 2 teman baru, jadi nanti saat mereka datang tolong di arahkan ya, karna saya akan pergi bersama Mbak Riana setelah jemput Syifa" ucap Annisa
"Iya" ucap Mbak Ratih
Riana melihat ke sekeliling semuanya pakaian syar'i.
Riana membantu memasukkan pakaian yang sudah jadi ke dalam plastik.
Sesekali Riana melihat ke arah Annisa.
Wanita baik memang pantas berjodoh dengan laki-laki baik, semoga Allah membalas kebaikan mereka batin Riana
Di kantor Reyhan baru sampai dan langsung duduk di ruangannya, Reyhan memegang kepalanya.
Masih gak habis pikir dengan jalan pikirannya Annisa, sangat jarang seorang istri yang menyuruh suaminya menikah lagi, entah karena Annisa terlalu baik atau karena Annisa sudah putus asa tentang masalah anak, tapi sedikitpun gak pernah terbesit dipikiran ini untuk berpoligami walau itu diperbolehkan dalam agama batin Reyhan
Riko mengetuk pintu sudah berkali-kali tapi karna Reyhan masih melamun jadi gak mendengar, Riko membuka pintu dan langsung berdiri di depan Reyhan.
"Pak...!" panggil Riko
__ADS_1
Reyhan kaget dan langsung menatap Riko.
"Kenapa gak ngetuk pintu dulu, atau mengucap salam," ucap Reyhan
"Tangan saya hampir patah lo karna berkali-kali mengetuk pintu," ucap Riko
"Ah ya maafkan saya, saya melamun jadi mungkin gak dengar, terus ada apa?" tanya Reyhan
"Ini data pegawai toko yang diminta," ucap Riko saat menunjukkan data pegawai untuk toko Annisa
"Terus ini kontrakan yang diminta, sudah di bayar untuk 3 bulan kedepan, kontrakan ini jauh dari rumah kalian seperti yang Pak Reyhan minta," ucap Riko
"Terima kasih, kerja yang bagus, akhir bulan dapat bonus," ucap Reyhan senang
"Kalau begitu saya permisi" ucap Riko
Reyhan mengangguk
Riko berjalan pergi.
"Tunggu," ucap Reyhan
"Ada apa lagi?" tanya Riko
"Ah tidak, silakan keluar," ucap Reyhan yang tidak jadi bertanya
Riko pun keluar dari ruangan Reyhan dengan bingung.
Gak enak juga nanya masalah rumah tangga mereka batin Reyhan
Riana membantu Annisa memasak.
"Apa gak capek setiap hari seperti ini?" tanya Riana
"Kenapa harus capek, ini kewajiban seorang istri untuk mengurus anak dan suaminya," jawab Annisa
__ADS_1
Annisa menyiapkan rantang untuk Reyhan.
Apa mungkin selama ini aku tidak jadi istri yang baik untuk Mas Dion, mungkin selama ini kesalahannya ada padaku batin Riana
"Nanti setelah jemput Syifa, kita langsung ke kantor mengantar makanan untuk Mas Reyhan, baru setelahnya kita cari kontrakan," ucap Annisa
"Maaf ya jadi merepotkan," ucap Riana
"Gak apa-apa," kata Annisa
"Kita makan dulu, ini sudah matang semuanya, ayo panggil Rafa," ucap Annisa
"Ah iya," ucap Riana lalu berjalan ke ruang tamu.
Mereka bertiga langsung makan.
"Rafa baca doa dulu sebelum makan," ucap Annisa
"Iya Tante," ucap Rafa
Setelah makan siang mereka langsung pergi jemput Syifa di sekolah yang gak terlalu jauh dari rumah.
Riana dan Rafa menunggu di mobil saat Annisa menunggu Syifa di gerbang sekolah dasar.
Rafa melihat anak-anak yang baru pulang sekolah.
"Ma, Rafa kangen sama sekolah Rafa dan juga teman-teman Rafa," ucap Rafa sedih
"Nanti kita akan sekolah di tempat baru yang dekat dengan kontrakan kita," ucap Riana
Annisa melihat Syifa keluar dari sekolah.
Syifa berlari ke arahnya.
"Kita langsung ke kantor Abi," ucap Annisa
Syifa mengangguk senang.
__ADS_1