WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
61


__ADS_3

Annisa membawa Riana dan Rafa masuk.


Syifa mengikutinya sambil sesekali melihat ke arah Abinya.


Reyhan juga terlihat masih tidak setuju.


Annisa mengajak Riana dan Rafa duduk


Reyhan masuk ke kamar.


Ya begini resikonya jika punya istri terlalu baik batin Reyhan


Mbak Ratih langsung membersihkan kamar di rumah sebelah.


"Di sini dulu sama Syifa ya, Nisa buat minum dulu," ucap Annisa pada Riana


Riana mengangguk.


Setelah Annisa ke dapur, Riana melihat ke sekeliling.


Rumah ini sederhana tapi sangat hangat karna mereka keluarga yang hangat batin Riana


Syifa mengajak Rafa bermain di luar.


Rafa mengikuti Syifa hingga depan.


Reyhan berbaring di kamar sambil menunggu waktu Asar.


Annisa membawa minuman ke ruang tamu.


"Ini minumnya, di minum dulu," ucap Annisa

__ADS_1


"Terima kasih," ucap Riana yang langsung meminum jus buatan Annisa


"Kalian tinggal di rumah sebelah dulu, rumah itu milik kami juga kok, nanti baru cari kontrakan," ucap Annisa


Riana mengangguk dengan sedih, Annisa memeluknya untuk menenangkannya.


"Kenapa takdir saya harus seperti ini," ucap Riana


"Takdir kita sudah ditentukan jauh sebelum kita lahir, tapi dibalik semua masalah ini akan ada waktunya kita menemukan kebahagiaan," ucap Annisa


"Tapi dari dulu nasib saya seperti ini, saya kehilangan orang tua saya, mereka meninggalkan hutang yang akhirnya membuat saya harus menikah muda, dan meninggalkan orang yang saya cintai," ucap Riana


Reyhan yang baru mau keluar dari kamar, mendengar semuanya.


Annisa menepuk-nepuk punggung Riana.


Pasti orang yang dicintai Riana adalah Mas Reyhan batin Annisa


Annisa melihat ke arah pintu kamar, Annisa melihat Reyhan yang sudah berdiri di sana.


"Ini cobaan dari Allah, Mbak Riana pasti akan mendapatkan laki-laki yang baik nantinya, Insya Allah," ucap Annisa


Annisa melepaskan pelukannya.


"Mbak istirahat dulu, ayo Nisa antar ke rumah sebelah, setelahnya saya baru masak," ucap Annisa


"Biar saya bantu," ucap Riana


"Gak usah, Mbak Riana pasti capek jadi istirahatlah, lagian Mas Reyhan gak ngebolehin orang lain memasak kecuali Nisa gak bisa," ucap Annisa


"Kenapa?" tanya Riana

__ADS_1


"Dia hanya ingin makan masakan istrinya," jawab Annisa


Riana langsung mengangguk mengerti.


Reyhan keluar.


"Ummi, masaknya nanti setelah sholat Asar saja," ucap Reyhan


"Ah iya Bi," kata Annisa


Riana melihat ke arah mereka berdua.


Saat Asar, Reyhan dan Annisa sholat bersama.


Di rumah sebelah, Riana membuka jilbabnya dan mulai berwudhu, setelahnya Ia langsung sholat.


Annisa langsung ke dapur ditemani Reyhan.


"Besok Abi sudah masuk kerja lagi kan?" tanya Annisa


"Iya, kerjaan Abi banyak banget, mungkin besok siang gak pulang," ucap Reyhan


"Besok Ummi anterin makan siang ke sana," ucap Annisa


"Oh ya Ummi gimana tokonya Ummi?" tanya Reyhan


"Sudah mulai ramai Bi, kan promosi online juga jadi pesanan ke daerah jauh banyak, rencananya Ummi mau nambah tukang jahit," ucap Annisa


"Ya sudah nanti Abi carikan penjahit yang bagus untuk Ummi," ucap Reyhan


"Iya Bi, kasian Mbak Ratih sudah harus kerja rumah, jahit juga banyak jadi biar kerjaan Mbak Ratih ringan sedikit, kita tambah satu orang lagi penjahit," kata Annisa

__ADS_1


"Tambah satu lagi untuk melayani, dan untuk mengirim barang ke jauh biar gak Ummi lagi yang bolak balik ke kantor pengiriman" ucap Reyhan


Annisa mengangguk.


__ADS_2