WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
62


__ADS_3

Annisa mengajak Riana dan Rafa makan malam di rumah.


Riana dan Rafa langsung duduk.


"Silakan Mbak," ucap Annisa


Riana mengangguk dan melihat ke arah Reyhan.


Annisa mengambilkan Syifa dan Reyhan seperti biasa.


"Jangan terlalu banyak Ummi," ucap Reyhan


"Ah iya Bi," ucap Annisa


Riana terlihat iri dengan mereka.


Seandainya dulu aku yang menikah dengan Reyhan pasti aku yang jadi wanita paling bahagia, bukan Annisa batin Riana


Mereka mulai makan tanpa ada yang bersuara.


Riana melihat ke arah Annisa yang membuka cadarnya.


Annisa sangat cantik, tutur katanya lembut, ahlaknya baik, apa yang ada padanya semuanya baik, wajar jika Reyhan sangat menyayanginya dan menghargainya batin Riana


Setelah makan mereka mengobrol bersama di depan televisi sedangkan Reyhan sendirian di kamar.


"Lusa, kami akan cari kontrakan" ucap Riana


"Kalian yakin gak mau kembali ke rumah?" tanya Annisa


"Iya, kalau kami kembali pasti Mas Dion berbuat sesuatu lagi," ucap Riana


"Apakah dia memang sering memukul seperti ini?" tanya Annisa lagi.

__ADS_1


Riana mengangguk sedih.


Rafa sedang belajar menulis bersama Syifa.


Annisa bangkit membuat minuman.


Annisa yang baru selesai membuat minuman berjalan mendekat dan melihat ke arah Syifa dan Rafa.


Mereka seperti keluarga bahagia, Riana dan Mas Reyhan sama-sama bisa punya anak gak seperti Nisa yang kemungkinan gak akan bisa punya anak, jika mereka bersama pasti mereka bisa punya anak bersama batin Annisa


Reyhan yang baru keluar dari kamar melihat Annisa yang masih berdiri melamun.


"Ummi....." panggil Reyhan


"Iya Bi, ini minuman sama cemilannya, silakan," ucap Annisa


"Kalian sangat baik, terima kasih sudah menerima kami di sini" ucap Riana


"Sama-sama, ayo minumlah," ucap Annisa


"Syifa mau ngaji dulu, Rafa mau ikut belajar gak?" tanya Annisa pada Rafa


"Mau Tante," ucap Rafa antusias


"Ummi, biar Abi saja yang ngajarin mereka, Ummi temani Riana di sini," ucap Reyhan


"Ah ya sudah kalau gitu biar Abi saja," ucap Annisa


"Ya sudah ayo," ajak Reyhan sambil memegang tangan Syifa dan Rafa.


Reyhan mulai mengajari Rafa dari pertama.


Syifa duduk di dekat Reyhan melihatnya.

__ADS_1


Reyhan mengajarinya pelan dan sabar walau Rafa terus salah.


Riana melihat dari luar dengan sedih.


Rafa gak pernah diajari seperti itu sama Mas Dion, Reyhan benar-benar laki-laki yang baik dan sangat pantas bersama wanita sebaik Annisa batin Riana


Annisa yang baru keluar dari dapur, melihat Riana yang sedang mengintip mereka.


"Mbak," panggil Annisa


Riana langsung sadar dari lamunannya, Riana menoleh ke arah Annisa sambil tersenyum.


Riana langsung duduk kembali di ruang tamu.


"Tadi saya cuma mau lihat seperti apa Rafa belajar mengaji karna ini pertama kalinya dia belajar, ternyata salah terus," ucap Riana


"Nanti kelamaan akan lancar kok sama kayak Syifa, yang penting setiap hari diajari," ucap Annisa


"Iya, karna masalah di rumah, saya jadi melupakan hal penting seperti ini," ucap Riana sedih


"Oh ya sekolah Rafa gimana?" tanya Annisa


"Gampang kok, nanti setelah dapat kontrakan, baru urus masalah sekolahnya," ucap Riana


"Oh ya besok bisa gak jagain Rafa sebentar?" tanya Riana


"Memangnya mau ngapain?" tanya Annisa


"Saya mau jual mas kawin saya untuk cari kontrakan," ucap Riana


"Jangan dijual, kalian belum bercerai," ucap Annisa


"Tapi kami gak punya uang sedikit pun," kata Riana

__ADS_1


"Nanti kami bantu cari kontrakan, jadi mas kawin itu disimpan saja" ucap Annisa


"Maaf jadi merepotkan kalian terus," ucap Riana sedih.


__ADS_2