
Denada langsung pulang ke rumahnya, terlihat rumah yang di tempatinya cukup besar.
Denada masuk ke rumah dan kaget melihat suaminya ada di rumah, ini jarang terjadi setelah mereka punya anak.
Satrio suaminya langsung menatapnya tajam.
"Kemana saja?" tanya Satrio
"Dari supermarket," ucap Denada sambil menunjukkan barang belanjaannya, setelah dari Mall dia memang langsung ke supermarket.
"Dinda dari tadi nangis terus," ucap Satrio
"Kan ada pembantu, apa gunanya menggaji pembantu kalau satu anak saja tidak terurus," ucap Denada dingin.
"Seharusnya urusan mengurus anak itu urusan kamu, kamu ibunya," kata Satrio kesal
Denada langsung naik ke lantai atas menemui Dinda yang masih menangis.
Dia menghibur Dinda di kamar.
Satrio langsung pergi ke kantor lagi setelah berbicara sebentar, dia pulang hanya karena pembantu menelponnya katena tidak bisa menghubungi Denada.
Di tempat lain Annisa dan Syifa pulang diantar Pramana.
Mereka turun depan rumah, Annisa mengajak mertuanya masuk.
Di dalam rumah Pramana melihat-lihat tempat anaknya tinggal, setelahnya mengajak Syifa main di teras rumah, Annisa datang membawakan mereka minuman dan juga kue.
Kue di rumahnya selalu ada karena memang dia suka membuat kue, apalagi sekarang dia sudah menikah, suatu kebanggaan baginya bisa menyajikan kue buatannya sendiri pada suami dan anaknya.
"Ummi, Syifa ke kamar dulu ngambil mainan," ucap Syifa
Annisa mengangguk, Syifa langsung berlari masuk.
__ADS_1
"Oh ya Pa, tadi di depan mall Papa, Nisa ketemu Mbak Denada," ucap Annisa jujur, sekarang dia tidak terlalu malu berbicara panjang.
"Denada?" tanya Pramana kaget
Annisa mengangguk
"Nisa gak negur dia Pa, takut Mas Reyhan marah," ucap Annisa
"Gak apa-apa, tapi sebenarnya gak baik juga jika Reyhan terus-terusan membencinya, dia tetaplah Ibu kandung Syifa dan Syifa berhak tau, dan mereka berhak bertemu dan saling mengenal," kata Pramana
"Iya, mungkin Mbak Denada sudah berubah, Nisa akan membicarakan ini lagi sama Mas Reyhan nanti," ucap Annisa
Syifa datang lagi membawa mainannya, Annisa dan Pramana berhenti membicarakan Denada.
"Mas Reyhan bentar lagi pulang, Papa di sini saja sampai sore," ucap Annisa
"Ya, sudah lama juga gak main sama Syifa," kata Pramana yang tidak keberatan sedikit lama di rumah anak menantunya.
Setengah jam kemudian Reyhan pulang, dia turun dari mobil.
"Waalailumussalam," jawab Syifa dan Pramana
Reyhan mencium tangan Papanya, lalu mencium pipi Syifa.
"Papa sudah lama?" tanya Reyhan langsung duduk di dekat Pramana.
"Belum sampai 1 jam," jawab Pramana
"Nisa mana?" tanya Reyhan
"Di dalam lagi nyuci baju," jawab papanya
"Aku ke dalam dulu," kata Reyhan setelah membuka sepatunya dan menyimpannya di rak sepatu.
__ADS_1
Dia masuk ke dalam dan langsung ke tempat cucian.
"Assalamu'alaikum Ummi," ucap Reyhan senang
Annisa menoleh
"Waalaikumussalam Abi," ucap Annisa sambil mencium tangan Reyhan dan memeluknya sebentar.
"Untung Abi pulang cepat, kasian Papa gak ada teman bicara," ucap Annisa
"Iya, ini karena urusannya lancar, ini karena doa Ummi juga semua urusan kantor lancar gak seperti dulu," ucap Reyhan
"Ya makanya harus sering berdoa bukan hanya berusaha," kata Annisa
Reyhan duduk di kursi dekat mesin cuci.
"O ya besok orang sudah akan membangun toko untuk Ummi, jadi supaya ada yang menemani Ummi melayani pekerja, Abi akan nyuruh Mama dan Papa menginap di sini untuk beberapa hari kedepan," kata Reyhan
Annisa mengangguk
"Terima kasih Abi," ucap Annisa
"Sama-sama," kata Reyhan sambil tersenyum menatap Annisa.
Semakin hari rasa cintaku pada Annisa semakin besar, ya Allah semoga kami bisa bersama selamanya, hidup rukun hingga tua dan berikanlah kami keturunan yang sholeh dan sholeha, dan pertemukanlah nanti kami di surgaMu batinnya
"Bi, Ummi mau jemur pakaian dulu," ucap Annisa
"Ya sudah sini Abi yang bawa keranjangnya, Abi bantuin," ucap Reyhan sambil mengangkat sekeranjang pakaian.
Annisa tersenyum dan mengikutinya berjalan keluar.
Pramana melihat Reyhan membantu Annisa menjemur pakaian.
__ADS_1
Dia tersenyum senang, seperti inilah seharusnya mereka hidup.
Sepertinya kami memberikan istri yang tepat untuk Reyhan batin Pramana.