WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
season 2 ep 22


__ADS_3

Hari-hari berikutnya Rafa selalu ikut saat Mamanya ketemu Annisa, Annisa terlihat suka saat melihat sikap Rafa yang hampir mirip sama Daffa.


Asyifa juga merasa Rafa dan Daffa punya sifat yang mirip.


Setiap hari Asyifa selalu menelpon Husna, untuk menghilangkan kejenuhannya.


Husna selalu setia menemani Asyifa ngobrol di telpon, Asyifa juga menceritakan kemiripan sifat Rafa dan Daffa pada Husna.


Hari berikutnya Rafa dan Riana datang ke rumah Nenek Aisyah, Rafa mengungkapkan kesungguhannya untuk menikah muda.


Abi, Ummi, Kakek dan Neneknya melihat ke arah Asyifa.


"Kalian memang sudah kenal sejak kecil jadi pasti gak sulit untuk membangun suatu hubungan," ucap Reyhan


Annisa melihat ke arah Asyifa lagi, Annisa tau apa yang ada dipikiran Asyifa.


"Tapi terserah pada Asyifa, mau atau tidak," sambung Annisa


"Gimana sayang?" tanya Reyhan


"Maaf Bi, Syifa belum siap untuk menikah muda, kalaupun nanti jodoh, pasti dipertemukan kembali, ya kan Rafa?!" Asyifa menolak Rafa baik-baik.


"Ya benar umur kita masih terlalu muda, jika kita berjodoh pasti akan dipertemukan kembali." Rafa mengerti dengan penolakan Asyifa.


Asyifa masuk ke dapur dan langsung duduk.


Bukannya Syifa gak mau menikah muda, tapi Syifa gak mau menikah dengan Rafa batin Asyifa


*

__ADS_1


*


Beberapa tahun berlalu, Asyifa liburan ke tempat Oma dan Opanya.


Asyifa ngobrol bersama Omanya di taman belakang rumah.


"O ya sayang, Oma ingin sekali Syifa cepat menikah dan memberikan Oma cicit," ucap Omanya


Asyifa menatap Omanya tanpa bicara.


"Oma ingin setelah Syifa menikah, Syifa bisa tinggal di sini, Syifa tau kan Oma dan Opa sudah tua, sedangkan si kembar masih remaja, gak tau kapan bisa menggantikan Opa," ucap Omanya.


"Rumah ini terlalu besar, kalaupun nanti Syifa menikah, Syifa gak mau tinggal di sini," kata Asyifa


"Mau gak jika ta'aruf sama kenalan Oma, dia masih muda, lulus kuliah dengan nilai yang sangat baik dan sekarang dia sudah jadi guru muda di SMA Nusantara," ucap Omanya.


Asyifa hanya diam tidak menolak, tidak juga mengiyakan.


Asyifa mengangguk.


Asyifa masuk ke kamar dan langsung melihat cadar yang diberikan Daffa dulu.


Sampai saat ini aku masih belum siap untuk memakai ini batin Asyifa.


Asyifa jalan-jalan ke taman bermain sendirian.


Asyifa melihat-lihat beberapa permainan.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi, Asyifa langsung mengangkatnya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum Ummi," ucap Asyifa


"Wa'alaikumussalam, kami sudah datang di bandara, kok Syifa belum ada?" tanya Annisa


"Astagfirullah Ummi, Syifa lupa, Syifa ke sana sekarang kebetulan gak jauh kok, tunggu bentar, Assalamu'alaikum," Asyifa buru-buru mematikan ponselnya dan langsung pergi.


Saat Asyifa buru-buru masuk ke mobil, Asyifa melihat seseorang mirip Daffa.


Asyifa ingin mengejar orang itu tapi karna harus buru-buru ke bandara jadi gak jadi untuk ngejar.


Asyifa masuk ke mobil dan langsung melaju menuju bandara.


Saat sampai di depan bandara, Asyifa melihat kedua orang tuanya dan kedua adiknya sudah menunggu.


"Maaf ya, Syifa benar-benar lupa." Asyifa langsung mengambil barang di tangan Umminya.


"Mikirin apa hingga lupa?" tanya Reyhan


"Gak kok Bi, beneran cuma lupa gara-gara tadi jalan ke taman hiburan," kata Asyifa


Mereka semua langsung masuk ke mobil, Mobil pun mulai jalan.


"Kak Syifa kemaren Kak Daffa nelpon katanya dia akan melamar perempuan cantik," ucap Arka


Asyifa hanya diam, Annisa melihat ke arah wajah Asyifa.


"Pasti mereka akan menikah di sana, kita jadi gak bisa lihat Kak Daffa menikah," ucap Dika


"Ya kita do'akan saja dari sini," ucap Asyifa

__ADS_1


Annisa dan Reyhan tidak bicara sepatah katapun.


__ADS_2