
Annisa, Reyhan dan Daffa sudah di dalam mobil, Daffa yang nyetir.
Daffa melihat dari kaca saat Annisa menitikkan air mata.
Reyhan membaringkan Annisa di pundaknya sambil memegang wajah Annisa yang tertutup cadar.
"Ini salah Abi karna sewaktu dulu saat Denada pergi, dia sempat ingin menemui Syifa tapi kami larang, akhirnya saat mengambil hak asuh Syifa hal itu jadi senjatanya untuk menyalahkan kita, kita jadi harus berpisah seperti ini sama Syifa," ucap Reyhan sedih
Annisa menatap Reyhan sedih, "Syifa pasti bisa kembali sama kita."
"Daffa, kita ke supermarket sebentar ya!" ucap Reyhan
Daffa menoleh sebentar. "Iya Abi."
Asyifa sudah sampai di rumah, Asyifa langsung berlari naik ke kamarnya.
Dibenamkannya wajahnya ke bantal sambil menangis tersedu-sedu.
Bik Lina pembantunya masuk dan langsung membuka sepatu dan kaus kaki Asyifa.
"Non kenapa?" tanya Bik Lina khawatir.
Asyifa bangkit dan menghadap ke arah Bik Lina.
"Syifa ketemu Abi dan Ummi, jadi selama ini yang pembohong adalah Mama, Mama sengaja ngejauhin Syifa sama Abi dan Ummi, Mama bohong saat bilang Abi dan Ummi pindah keluar Negri padahal mereka cuma pindah rumah karna rumah mereka dijual," ucap Asyifa penuh dengan air mata.
__ADS_1
"Tapi Non selama ini mereka gak pernah berusaha mencari Non," ucap Bik Lina
"Jelas mereka gak nyari, Mama bilang pada mereka kalau kami sekeluarga sudah tinggal di Inggris, Mama membohongi sana sini," ucap Asyifa marah.
Bik Lina berjalan keluar dan langsung menelpon Denada. Bik Lina menceritakan semuanya.
Di luar Kota Denada yang sibuk dengan pekerjaannya hanya menghela nafas.
Asyifa mengganti pakaiannya lalu kembali turun, Asyifa mengeluarkan mobilnya dari garasi.
Asyifa melaju menuju arah rumah Reyhan.
Sesampainya di sana Asyifa turun perlahan dari mobil yang terparkir agak jauh.
Terlihat Annisa duduk di teras rumah, Arka dan Dika sedang main bola ditemani Daffa.
Asyifa meneteskan air mata dan berkata dalam hati, Adik yang kunantikan sejak lama sudah sebesar ini
Asyifa menyeka air matanya melihat mereka, apalagi melihat Annisa, Asyifa langsung tersedu-sedu menangis sambil memegang dadanya yang terasa sesak.
Teringat kenangan dulu saat Annisa menunggunya main di teras rumah.
Asyifa tidak tahan lagi dan langsung pergi masuk kembali ke mobilnya.
Keesokan harinya, Asyifa baru datang dan langsung masuk ke ruang kelas, Daffa juga baru datang, Daffa membuka tasnya dan memberikan bekal dari Annisa.
__ADS_1
Sepatah katapun tidak terucap dari mulut Daffa dan Asyifa.
Asyifa langsung menyimpan bekalnya di dalam tas.
Hal yang belum kuketahui adalah siapa kamu sebenarnya? batin Asyifa saat melihat Daffa yang sibuk membaca.
Siang hari saat waktu Dzuhur Asyifa melihat Daffa berjalan menuju Mushola sekolah.
Daffa mengambil wudhu lalu berjalan masuk ke dalam.
Daffa melihat dari kaca ke arah Asyifa yang mengikutinya, Daffa hanya tersenyum singkat lalu mulai sholat.
Asyifa langsung berjalan pergi, Dinda dan supir mereka sudah menunggu di depan.
Asyifa melihat ke sekeliling berharap ada Ummi dan Abi tapi mereka tidak datang.
Asyifa langsung masuk ke mobil, saat mobil sudah jalan, Annisa baru datang jemput Daffa.
Asyifa tidak melihat Annisa begitu juga Annisa.
Annisa menunggu Daffa keluar sambil berharap bisa bertemu Asyifa.
Annisa melihat ke arah keluarnya murid-murid.
Daffa baru keluar setelah sholat, Daffa tersenyum melihat Annisa.
__ADS_1