
Hari berikutnya
Reyhan masuk ke kamar.
"Sudah siap?" tanya Reyhan.
Annisa menoleh ke arah Reyhan dan langsung mengangguk.
"Kita langsung pergi ya, Ibu sama Syifa sudah menunggu di depan" ucap Reyhan sambil memegang tangan Annisa.
"Iya, ayo Bi" kata Annisa melepaskan tangannya tapi langsung merangkul tangan Reyhan.
Reyhan dan Annisa berjalan keluar.
"Ayo Ummi cepat" ajak Syifa yang sudah berada di mobil bersama nenek Aisyah.
"Iya sayang sebentar" ucap Annisa yang berjalan masih sedikit pincang
Reyhan membuka pintu mobil untuk Annisa
"Terima kasih Abi" ucap Annisa
"Sama-sama Ummi " balas Reyhan sambil tersenyum dan ikut masuk ke mobil
Mereka langsung melaju menuju tempat acara.
Saat sampai di depan, mereka berempat langsung turun dan berjalan masuk.
Para pegawai menyambut mereka dengan ramah.
Reyhan langsung berjalan ke depan setelah mengantar keluarganya duduk.
Salah satu pegawai menyapa Annisa saat Bu Aisyah membawa Syifa mengambil kue.
"Bu Annisa boleh saya duduk di sini?" tanya pegawai wanita
__ADS_1
"Silakan," ucap Annisa lembut
Mereka mendengar Reyhan bicara di depan.
"Berkat kerja keras semuanya akhirnya perusahaan ini bisa maju, walau cuma perusahaan kecil tapi saya cukup bersukur karna ini di bangun dari nol. Terima kasih untuk semuanya dan juga terima kasih untuk keluarga saya, terutama istri saya" ucap Reyhan
"Pak Reyhan beruntung ya punya istri seperti Bu Annisa, o ya Bu apa kalian menunda punya anak?" tanya pegawai wanita
Annisa langsung sedih
"Gak kok, cuma belum dikasih saja sama Allah, doakan ya secepatnya kami punya anak" ucap Annisa
"Iya Bu pasti, ya sudah Bu saya ke sana dulu" ucap pegawai itu pamit karna tidak enak.
Annisa mengangguk
Setelah pegawai itu pergi, Annisa langsung menunduk sedih.
Reyhan berjalan mendekat dan melihat Annisa menunduk.
"Ummi terharu mendengar Abi tadi, usaha Abi ini maju karna kerja keras Abi, Ummi hanya bantu doa" kata Annisa mengalihkan pembicaraan.
"Iya tapi ini juga berkat dukungan Ummi, Abi merasa sejak menikah sama Ummi semuanya jadi terasa mudah, sesulit apa pun itu." ucap Reyhan
Annisa menatapnya
Andai kita bisa cepat punya anak pasti Abi tambah bahagia batin Annisa
"Abi lapar?" tanya Annisa
Reyhan mengangguk
"Ummi ambilin Abi makanan dulu di sana" ucap Annisa sambil menunjuk ke arah meja makanan.
"Gak usah, Abi ambil sendiri, kita bagi sepiring berdua ya" ucap Reyhan
__ADS_1
Annisa mengangguk
Reyhan langsung bangkit menuju Bu Aisyah dan Syifa.
"Sudah selesai?" tanya Reyhan pada Syifa
Syifa mengangguk
"Kami duduk dulu" ucap Bu Aisyah
"Iya Bu" kata Reyhan
Reyhan langsung mengambil makanan dan meminta di bawakan minuman sama pelayan.
Reyhan berjalan menuju keluarganya dan langsung duduk di samping Annisa.
"Ayo dimakan" ucap Reyhan
"Sendoknya cuma satu" kata Annisa
"Biar Abi suapi, kan Ummi memakai cadar jadi Ummi pegang cadarnya saja" ucap Reyhan
Bu Aisyah tersenyum mendengarnya.
"Ini" ucap Reyhan
Annisa memegang cadarnya lalu menyuap makanan yang diberikan Reyhan.
Banyak pegawai melihat ke arah mereka sambil tersenyum.
2 orang pegawai berbisik-bisik.
"Kok bisa ya Bu Annisa makan tapi wajahnya tetap gak terlihat?" ucap salah satu pegawai
"Mungkin karna sudah terbiasa jadi bisa" ucap pegawai satunya.
__ADS_1
"Pasti wajahnya sangat cantik" ucap Pegawai