WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
season 2 ep 18


__ADS_3

Tiba hari dimana Daffa akan pindah.


Mereka semua sudah berada di bandara, Arka dan Dika memeluk erat Daffa seperti tidak rela berpisah karna selama 10 tahun ini Daffa yang menemani mereka.


"Sudah nanti Kak Daffa ketinggalan pesawat," ucap Reyhan


"Tapi Kakak harus janji jika ada waktu datang ke sini." Arka menangis.


"Sudah besar gak boleh nangis, nanti kalau libur sekolah kan kalian bisa ke sana sekalian jenguk Nenek, Kakek, Oma dan Opa." Daffa mengusap kepala Arka dan Dika.


Daffa melihat ke arah Asyifa yang sedari tadi hanya menunduk.


Daffa tersenyum tipis lalu melepaskan pelukan kedua Adiknya. Daffa pamit lalu mencium tangan kedua orang tuanya.


Asyifa melihat kepergian Daffa dengan perasaan sedih.


Daffa menoleh sekali lagi ke arah mereka sambil tersenyum melambaikan tangan.


Daffa langsung masuk.


Jika kita berjodoh pasti akan disatukan dalam ikatan yang sesungguhnya batin Daffa.


Daffa sudah berada di pesawat sedangkan Asyifa dan keluarganya sudah di dalam mobil menuju pulang.


"Abi, Ummi, boleh gak Syifa turun di perpustakaan umum," ucap Asyifa


"Ah iya, mau ditemani cari bukunya?" tanya Reyhan


"Gak usah, Syifa lama di sana jadi nanti Syifa naik taxi saja." tolak Asyifa


"Ya baiklah," ucap Reyhan

__ADS_1


Setengah jam kemudian mereka sampai di depan gedung perpustakaan umum.


Reyhan langsung kembali menjalankan mobilnya setelah Asyifa turun.


Asyifa melihat mobil Abinya semakin jauh, Dia tidak jadi masuk ke perpustakaan melainkan pergi ke danau yang tidak terlalu jauh dari perpustakaan.


Asyifa duduk di akar pohon besar sambil menatap ke arah danau, Ia mulai menitikkan air mata sambil membenamkan wajahnya di lutut kakinya.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi, Asyifa langsung membuka tasnya, terlihat panggilan dari temannya Husna.


"Iya Husna kenapa?" tanya Asyifa


"Syifa pasti lagi di danau kan?" tanya Husna balik


"Iya, kok Husna tau?" tanya Asyifa lagi


"Husna sudah di belakang Syifa sekarang," ucap Husna


Husna berjalan mendekat dan duduk di samping Asyifa.


"Syifa kenapa?" tanya Husna


"Gak apa-apa, o ya Husna ayo temani ke perpustakaan," ajak Asyifa


Husna mengangguk, Asyifa langsung berdiri sambil menarik tangan Husna.


Husna menatap ke arah Asyifa yang terus memegang tangannya.


Ternyata Daffa benar kalau kamu pasti akan datang ke sini setelah dia pergi batin Husna


Husna tersenyum sambil berjalan bersama Asyifa.

__ADS_1


Dulunya 1 kata pun kita gak pernah bicara atau saling menyapa, tapi sekarang kita bisa jadi sedekat ini batin Husna


Mereka masuk ke perpustakaan, Asyifa memilih buku tentang Wanita penghuni Surga, sedangkan Husna memilih buku Sahabat dunia akhirat.


Mereka langsung duduk membaca buku masing-masing.


Sesekali Husna melihat ke arah Asyifa yang lagi fokus membaca.


Husna tersenyum lalu kembali membaca.


Di tempat lain Daffa sudah berada di bandara, Daffa berjalan mencari taxi sambil menarik kopernya.


Daffa menatap ke arah matahari.


Dari kecil sudah bersama Abi dan Ummi, mulai hari ini harus bisa tanpa mereka batin Daffa


Daffa membuka ponselnya seperti berharap ada pesan dari Asyifa tapi ternyata tidak ada satupun.


Daffa menghela nafas kecewa lalu memasukkan ponselnya ke tas.


Saat taxi berhenti Daffa langsung naik.


"Ini alamatnya Pak. "Daffa menunjukkan kertas alamat pesantren.


*


*


*


Dukung juga novel baru saya ya judulnya Akhir yang bahagia

__ADS_1


__ADS_2