WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
37


__ADS_3

Malam hari Reyhan mengajari Syifa mengaji seperti biasa, dia tidak terlalu fokus saat mengajari Syifa.


Annisa melihatnya dan langsung duduk mendekat dan menatapnya sebentar lalu menatap Syifa.


"Syifa belajar mengajinya sama Ummi ya!" ucap Annisa pada Syifa


Syifa mengangguk


"Abi istirahat saja, oh ya Bi kopinya Ummi simpan di meja kamar," ucap Annisa


Reyhan mengangguk, "Ya sudah maafin Abi ya Syifa, Syifa sama Ummi saja ya hari ini," ucap Reyhan sambil memegang keningnya karena banyak pikiran


Syifa hanya mengangguk lagi.


Reyhan bangkit dan langsung berjalan keluar.


Annisa melihat kepergiannya dengan rasa kasihan, dia tau suaminya ini pasti memikirkan hal siang hari.


Reyhan masuk ke kamar dan langsung duduk menyandar di tempat tidur.


Dia melihat ke arah meja, sudah tersedia kopi hangat yang baru dibuat istrinya.


Dia mengambilnya dan langsung meminumnya dengan pelan dan kembali menyimpannya di meja.


Semoga Denada tidak mengganggu kebahagiaan kami, sudah cukup ada Annisa yang jadi Ibunya Syifa batin Reyhan

__ADS_1


Flasback


Reyhan pulang dari kerja di perusahaan temannya.


Dia tersenyum bahagia saat di jalan pulang karena hari ini bisa pulang cepat.


Dia berjalan pelan menuju rumahnya lalu membuka pintu untuk memberi kejutan ke Denada tanpa menelpon terlebih dahulu.


Dia menutup pintu dengan pelan dan langsung berjalan pelan menuju kamar karena dia tau jam segini pasti istrinya sedang berada di kamar.


Dia membuka pintu kamar dan betapa kagetnya dia saat melihat Denada bersama laki-laki lain.


Denada dan laki-laki itu juga kaget melihat kearah pintu terbuka.


Reyhan tidak bisa berkata apa-apa karena saking gak percayanya dengan apa yang saat ini ada di depan matanya.


Dia mencoba bersikap tenang dan langsung menyuruh laki-laki itu pergi dengan suara pelan dan tenang.


Setelah laki-laki itu pergi, Reyhan langsung duduk di dekat Denada.


"Ayo kita bercerai!" ucap Denada lebih dulu


Reyhan hanya diam mendengarnya.


"Aku sudah muak hidup sama kamu, kupikir setelah menikah sama kamu, aku gak perlu lagi menderita tapi nyatanya kamu menolak hidup enak bersama orang tua kamu," ucap Denada penuh amarah seakan-akan dia bukanlah orang yang berbuat salah.

__ADS_1


"Kamu yang bersalah tapi kamu yang marah," teriak Reyhan kesal, berbeda dari sikap tenangnya beberapa waktu lalu.


"Kita harus pindah ke kontrakan seperti ini tanpa pembantu tanpa fasilitas lainnya dan yang lebih parahnya lagi kamu menolak bekerja di perusahaan Papa, kamu lebih memilih bekerja di perusahaan teman kamu, aku muak dengan ini semua," ucap Denada meninggikan suaranya, tidak ada sopan santun pada suami.


"Ya sudah ayo bercerai, aku juga gak bisa hidup sama wanita yang berselingkuh, itu membuatku sangat jijik," ucap Reyhan kasar


Denada langsung berdiri setelah mendengar itu dan membereskan pakaiannya tanpa tersisa.


"Sampai bertemu di pengadilan agama," ucapnya berlalu pergi tanpa menghiraukan bayinya yang mulai merengek di pelukan Reyhan.


Kembali ke sekarang, saat Reyhan tersadar dari lamunannya tentang masa lalu, Annisa sudah berada di depannya.


Annisa terlihat khawatir dan langsung menggenggam tangannya


"Jangan terlalu di pikirkan hal lama, kita cuma harus memikirkan masa sekarang dan nanti," hibur Annisa, dia tau suaminya saat ini pasti memikirkan tentang ibu kandungnya Syifa.


"Tapi Abi gak pernah bisa lupa apa yang dilakukan Denada pada kami dulu, Abi gak bisa lupa saat dia pergi meninggalkan Syifa yang baru berumur 4 bulan tanpa perasaan," ucap Reyhan


"Bi, hidup kita gak akan bahagia jika kita masih punya dendam dihati kita, Ummi harap Abi bisa melupakan itu semua, sekarang kita sudah bahagia," ucap Annisa


"Iya Abi akan berusaha, terima kasih sudah mengingatkan Abi," kata Reyhan sambil memegang wajah Annisa.


"Syifa lagi apa?" tanya Reyhan


"Dia bilang mengantuk dan katanya mau tidur sendiri jadi gak Ummi temani," jawab Annisa

__ADS_1


"Abi juga capek jadi pengen tidur cepat," ucap Reyhan sambil menjangkau kopinya lalu meminumnya hingga habis.


Annisa membuka jilbabnya dan langsung berbaring bersama suaminya ini, Reyhan mencium keningnya sebelum tidur seperti biasanya.


__ADS_2