WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
60


__ADS_3

Setahun berlalu, Annisa dan Reyhan pergi periksa ke rumah sakit.


Mereka sedang berada di ruangan Dokter kandungan.


Dokter memberikan hasil pemeriksaan mereka, Annisa dan Reyhan melihat kertasnya.


"Kemungkinan Bu Annisa untuk punya anak sangat kecil" ucap Dokter Farah


Annisa terlihat sedih


"Tapi gak ada yang gak mungkin jadi teruslah berusaha dan berdoa" tambah Dokter Farah


Annisa mengangguk


Reyhan tau Annisa tertekan jadi langsung pamit pergi.


Dokter mengantar mereka hingga depan.


Annisa hanya diam saat berjalan bersama Reyhan, Reyhan menggandeng Annisa.


"Kan kata Dokter kemungkinan Ummi bisa hamil masih ada, jadi jangan sedih" ucap Reyhan


Annisa hanya melamun dan tidak mendengarkan apapun yang Reyhan katakan.


Harus bagaimana supaya Annisa gak terlalu memikirkan masalah anak lagi batin Reyhan yang terlihat khawatir saat Annisa menatap kosong.


Mereka berjalan masuk ke mobil.


Reyhan memasangkan sabuk pengaman untuk Annisa.


"Mau langsung pulang atau pergi ke tempat lain lagi?" tanya Reyhan


"Pulang saja" jawab Annisa tanpa semangat


"Ya sudah kita pulang, tapi jangan sedih lagi" ucap Reyhan sambil memegang wajah Annisa


Annisa mengangguk


Reyhan mulai menjalankan mobilnya, sepanjang perjalanan Annisa masih tetap diam.

__ADS_1


Reyhan sesekali melihat ke arah Annisa.


Annisa melihat ke arah luar dan langsung kaget melihat Riana dan Rafa berjalan di tepi sambil menarik koper.


"Bi berhenti dulu" ucap Annisa


"Ada apa?" tanya Reyhan kaget


"Bi, lihat itu, bukankah itu Mbak Riana dan anaknya?" tanya Annisa sambil menunjuk Riana yang lagi sedih di tepi jalan.


"Ah iya, mereka kenapa ya, kok bawa koper sambil jalan kaki" ucap Reyhan


"Kita ke sana ya Bi, kasian mereka" ucap Annisa


Reyhan mengangguk


Mereka turun dari mobil dan berjalan mendekat ke arah Riana.


"Riana!" panggil Reyhan


Riana dan Rafa menoleh ke arah Reyhan dan Annisa.


"Kalian ngapain di sini?" tanya Reyhan


Annisa melihat wajah memar Riana.


"Wajah Mbak Riana kenapa?" tanya Annisa


Riana terlihat malu dan langsung menutupi wajahnya.


"Ini karna..." ucap Riana terhenti dan langsung menitikkan air mata.


Annisa melihat ke arah Reyhan.


"Mbak ayo ikut kami pulang, ceritanya di mobil dulu" ucap Annisa


Riana mengangguk dan memegang tangan Rafa.


Reyhan melihat ke arah Annisa.

__ADS_1


Mereka semua masuk ke mobil.


Di dalam mobil Annisa memberikan tisu untuk Riana.


"Terima kasih," ucap Riana


Annisa mengangguk


"Ada apa sebenarnya?" tanya Reyhan lagi


"Papa memukul Mama" ucap Rafa karna Riana gak menjawab


"Astagfirullah, kenapa dia gak berubah-berubah" ucap Reyhan


Annisa semakin terlihat kasian.


"Kami pergi dari rumah karna di usir, kami gak tau mau kemana karna gak punya uang sedikit pun," ucap Riana


"Kalian ikut kami pulang saja," ucap Annisa


Reyhan kaget dan langsung melihat ke arah Annisa. Annisa mengerti Reyhan tidak setuju.


Riana juga melihat ke arah Reyhan.


"Gak usah, nanti kami cari tempat lain saja," ucap Riana


"Gak apa sementara kalian tinggal sama kami dulu, ya kan Bi?" ucap Annisa sedikit harap


Reyhan hanya mengangguk tapi sedikit tidak setuju.


"Nanti kami jadi mengganggu kalian," ucap Riana


"Gak kok kan cuma sementara," ucap Annisa


Reyhan melaju pulang, saat sampai di depan rumah, mereka semua turun.


Reyhan membantu menurunkan koper Riana.


"Ayo masuk," ajak Annisa

__ADS_1


Riana mengangguk


Syifa keluar mendengar suara mobil dan kaget melihat Rafa dan juga Riana.


__ADS_2