WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
46


__ADS_3

"Ummi capek banget hari ini, jadi kita tidur sekarang ya!" ucap Annisa sambil memeluk Syifa saat berbaring.


"Apa Ummi sedih karna tadi Abi bersama orang lain?" tanya Syifa


"Gak kok, beneran Ummi cuma capek, baca doa dulu lalu tidur," ucap Annisa


Syifa mengangguk lalu mulai membaca doa.


Annisa menepuk-nepuk Syifa hingga tertidur, setelah Syifa tertidur agak lelap baru Annisa bangkit dan menyelimutinya.


"Mimpi indah sayang," ucap Annisa sambil mengecup kening Syifa yang sudah tertidur.


Annisa bangkit dari tempat tidur lalu berjalan keluar kamar sambil menutup pelan pintu kamar Syifa, Annisa melihat Papa dan Mamanya sedang menonton tv.


"Pa, Ma, Nisa tidur dulu ya!" ucap Annisa


"Iya, Nisa pasti capek hari ini jadi istirahatlah," kata Janeta saat tersenyum pada menantunya itu.


Annisa mengangguk lalu berjalan menuju kamarnya, Ia langsung masuk ke kamarnya dan menutup pintu.


Annisa duduk di depan meja rias, perlahan Ia membuka jilbabnya dan menatap kaca di depannya dengan sedih.


"Sudah pukul 8, Mas Reyhan juga belum pulang," gumam Annisa


Setelah agak lama duduk, Annisa langsung berdiri dan berjalan menuju tempat tidurnya. Dia langsung berbaring lalu mulai memejamkan mata tapi walau sedang terpejam, hatinya tetap gundah.


Sejam kemudian Reyhan pulang, orang rumah semuanya sudah tertidur.


Reyhan masuk ke kamar Syifa, mencium Syifa sebentar lalu keluar lagi dan masuk ke kamarnya, Reyhan tersenyum melihat Annisa sudah tertidur pulas.


Reyhan berjalan perlahan ke arah Annisa lalu memegang wajah Annisa, mengecup kening Annisa sebentar.

__ADS_1


Reyhan langsung keluar lagi tanpa menutup pintu, Ia ke dapur mencari makanan karna perutnya sudah keroncongan.


Sengaja gak makan malam di luar biar bisa tetap makan masakan Annisa batin Reyhan sambil mulai mengambil makanan yang sudah dingin.


Reyhan mulai memakan makanan itu, Ia tetap memakannya dengan lahap hingga habis.


Di kamar Annisa membuka matanya dengan sedih tapi kembali menutup mata karna langkah Reyhan terdengar saat akan kembali ke kamar.


Reyhan langsung masuk ke kamar lagi untuk mandi.


Reyhan melihat sekilas ke arah Annisa sebelum akhirnya masuk ke kamar mandi.


Di dalam kamar mandi


Pasti Annisa capek banget hari ini, gak biasa-biasanya dia tidur cepat batin Reyhan


*


Keesokan harinya mereka sholat subuh bersama, Annisa mencium tangan Reyhan tanpa menatapnya dan tanpa bicara sepatah katapun.


Saat Reyhan baru mau bertanya, Annisa sudah keburu bangkit pamit ke dapur.


Seperti biasa setelah sholat subuh Annisa mulai menyiapkan sarapan untuk semuanya.


Reyhan masuk ke dapur juga dan langsung duduk di dekat Annisa memasak, tapi tidak ada yang mengeluarkan suara.


Ada apa dengan Annisa, kenapa tidak bicara sedikitpun batin Reyhan


Annisa melihat ke arah Reyhan yang belum mandi.


"Ummi gak mau nanya kenapa Abi belum mandi?" tanya Reyhan

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Annisa


"Karna hari ini Abi gak masuk kantor, mau nemenin kalian jalan," ucap Reyhan


"Gak usah, hari ini Ummi mau ke pesantren," ucap Annisa dengan suara lembutnya.


"Ya sudah kita pergi sama-sama ke sana," kata Reyhan


"Syifa gak mau ikut, Abi kan harus jemput Syifa pulang sekolah sama Mama, Ummi gak lama kok sebelum Asar pulang, boleh ya?" ucap Annisa tanpa menatap Reyhan


"Iya, tapi biar Abi yang antar, nanti pulangnya baru sama Pak Karto," kata Reyhan


Annisa mengangguk tapi terlihat wajahnya masih sangat sedih.


Annisa dan Reyhan mengantar Syifa ke sekolah bersama


Annisa melambaikan tangan saat Syifa akan masuk.


Syifa juga melambaikan tangan pada mereka.


Annisa dan Reyhan kembali masuk ke mobil lalu melaju pulang.


Di rumah


Annisa duduk di depan kaca sambil memakai jilbabnya.


Reyhan juga baru selesai mandi dan melihat ke arah Annisa.


Reyhan mendekat dan memegang kedua pundak Annisa dari belakang.


"Apa Ummi gak enak badan? Ummi jarang bicara hari ini," tanya Reyhan

__ADS_1


"Gak kok, cuma gak ada aja yang mau dibicarakan," kata Annisa sedikit tersenyum paksa.


Reyhan menatapnya dari kaca.


__ADS_2