
Reyhan terlihat khawatir dengan ucapan Dokter.
"Itu cuma kemungkinan yang akan terjadi, bukan berarti pasti terjadi" ucap Dokter Farah
"Terus kemungkinan berhasilnya berapa persen?" tanya Reyhan
"Untuk wanita di bawah usia 30 tahun kemungkinan berhasil 44,5 persen" jawab Dokter Farah
"Prosesnya juga agak lama jadi butuh kesabaran extra, jadi tentang ini tolong dipikirkan kembali, dan jika sudah siap kalian bisa kembali ke sini" tambah Dokter Farah
Annisa dan Reyhan sudah keluar dari ruangan Dokter Farah.
"Risikonya perlu dipertimbangkan, jadi apa Ummi siap dengan kemungkinan risiko itu?" tanya Reyhan
Annisa menatap ke arah Reyhan dengan anggukan pelan.
"Tapi nanti kita pikirkan lagi di rumah, jadi sekarang kita langsung jemput Syifa di sekolahnya" ucap Reyhan yang langsung merangkul pundak Annisa
Annisa mengangguk.
Saat di mobil
"Kita lakukan saja, besok kita ke sini lagi dan langsung mulai prosesnya, kan lebih cepat lebih baik" ucap Annisa
"Yakin?" tanya Reyhan
Annisa mengangguk
"Ya sudah besok Abi akan pulang cepat supaya kita bisa ke sini lagi" ucap Reyhan yang mulai menjalankan mobilnya.
__ADS_1
Gak apa-apa kan Dokter bilang itu cuma kemungkinan, dan di luar sana sudah banyak yang melakukan proses bayi tabung tapi gak terjadi apa-apa dan tetap berhasil batin Annisa menghibur diri sendiri.
Annisa melihat sebentar ke arah Reyhan tapi langsung kembali menghadap ke depan.
"Kita makan siang di luar saja ya" ucap Annisa
"Ya, gak keburu juga mau masak di rumah karna pukul 2 nanti harus ke kantor" ucap Reyhan
Annisa dan Reyhan sampai di depan sekolah dasar tempat Syifa sekolah.
Terlihat Syifa baru keluar, satpam membuka pagar saat anak-anak SD sudah ditunggu orang tua masing-masing.
"Abi...Ummi...!" panggil Syifa
Annisa melambaikan tangan saat Syifa berlari mendekat.
Terlihat baju seragam putih merah milik Syifa kotor.
"Tadi teman Syifa makan di kelas, makanannya tumpah kena pakaian Syifa" cerita Syifa
"Kita mau makan di luar, kalau baju Syifa seperti ini lebih baik kita mampir ke toko pakaian dulu untuk ganti" ucap Annisa
"Iya Ummi" kata Syifa
"Langsung masuk, kita cari toko terdekat" kata Reyhan yang di dalam mobil.
Annisa dan Syifa buru-buru masuk ke dalam mobil.
Syifa sudah ganti baju dan sekarang mereka lagi makan siang di kafe biasa.
__ADS_1
"Tadi bekal Syifa habis gak?" tanya Annisa
"Habis, Syifa bagi sama teman Syifa, dia gak bawa bekal" ucap Syifa
"Ya sudah pasti Syifa masih lapar jadi makan yang banyak" ucap Annisa
Syifa mengangguk sambil terus menyuap makanannya.
"Cepat makannya, bentar lagi Dzuhur jadi kita harus cepat pulang" ucap Reyhan
"Iya Bi" kata Syifa
Di rumah setelah Reyhan pergi, Annisa langsung berjalan masuk ke tokonya bersama Syifa. Annisa membuka komputernya.
Annisa melihat beberapa hal tentang proses bayi tabung, dan semua yang tertulis di internet sama persis dengan ucapan Dokter Farah.
Lalu Annisa juga melihat cara prosesnya dari suntik hormon, cek darah dan hal lainnya.
Salah satu pegawainya mendekat.
"Bu Annisa ini paket di kirim kemana ya?" tanya pegawainya yang bernama Sinta.
"Ah iya saya lupa nulis alamatnya, saya cek dulu sebentar ya" ucap Annisa
__ADS_1
Sinta mengangguk dan matanya tertuju pada layar komputer yang masih terlihat tentang proses bayi tabung.