WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
season 2 ep 17


__ADS_3

Laras dan Kirana langsung tersenyum aneh.


Asyifa mendekat ke arah mereka.


"Loe yakin gak sakit?" tanya Laras


"Kenapa?" tanya Asyifa


"Aneh saja ngeliat loe kayak gini, kayak bukan Asyifa yang kita kenal," kata Laras


Kirana mangguk-mangguk, "Ya benar."


Asyifa melihat-lihat bajunya. "Bukankah pakaian perempuan memang harus begini?"


Laras dan Kirana hanya tersenyum nyengir.


"Ayo masuk," ajak Kirana


Mereka bertiga berjalan masuk, Laras langsung duduk di samping Kirana.


"Maaf ya Fa gue duduk sama Kirana mulai hari ini," kata Laras


Asyifa langsung mengerti, wajahnya berubah muram.


Daffa yang baru masuk melihat ke arah mereka semua.


Asyifa hanya tersenyum tipis.


Saat istirahat pun Kirana dan Laras tidak mengajak Asyifa, Asyifa duduk sendiri memakan bekalnya.

__ADS_1


"Menuju hijrah itu banyak cobaannya, Allah mau menguji kita sampai mana kita bisa bertahan, kalau kita terus berusaha maka kita akan sampai pada finis." Daffa bicara dari jarak agak jauh.


Asyifa mendengarnya dan tersenyum tipis, Adam juga tersenyum mendengar ucapan tiba-tiba Daffa.


Pulang sekolah, Annisa sudah menunggu di depan, Daffa keluar lebih dulu.


Daffa dan Annisa menunggu di dalam mobil.


Asyifa keluar dengan wajah sedih tapi langsung tersenyum melihat Annisa.


Asyifa masuk ke dalam mobil.


"Pasti sulit ya dihari pertama," kata Annisa


Asyifa mengangguk.


Perlahan Daffa menjalankan mobilnya.


"Syifa selalu unggul dalam pelajaran, tapi unggul gak menjamin kita masuk surga," tambah Annisa


Asyifa mengangguk mengerti sambil membenamkan wajahnya di pundak Umminya.


.~~~.


Beberapa bulan berlalu.


"Daffa yakin ingin tinggal bersama Kakek dan Nenek?" tanya Reyhan


"Iya Bi, gak apa kan jika Daffa harus pindah sekolah lagi" ucap Daffa

__ADS_1


"Gak apa-apa, hanya saja apa karna kamu gak nyaman ada Asyifa sehingga kamu ingin pergi?" Reyhan memegang pundak Daffa.


"Gak kok Bi, Asyifa sudah seperti adik Daffa sendiri sama seperti Arka dan Dika, hanya saja Daffa dan Asyifa kan bukan saudara kandung jadi gak baik juga kan jika terus serumah." Daffa menjelaskan dengan hati-hati.


"Iya juga hal ini memang gak baik, kalau begitu Abi akan urus perpindahannya nanti," kata Reyhan


Daffa tersenyum, "Terima kasih Bi,"


Reyhan keluar dari kamar Daffa dan langsung masuk ke kamarnya.


"Apa Daffa gak mau merubah keputusannya?" tanya Annisa.


Reyhan mengangguk, "Alasannya ada benarnya juga, dia dan Asyifa kan bukan mahram jadi gak baik jika terus tinggal serumah, walaupun selalu bersama kita"


"Iya, mungkin ini pilihan yang terbaik, Daffa sudah besar jadi dia tau pilihan mana yang tepat" kata Annisa


Ternyata tanpa mereka sadari Asyifa mendengar semuanya, Asyifa langsung terlihat sedih mendengar Daffa akan pindah padahal tempat Kakek dan Nenek sangat jauh.


Asyifa berjalan pergi keluar, saat di halaman rumah tidak sengaja Asyifa bertemu Daffa, Daffa tersenyum ke arahnya lalu langsung pergi.


"Apa kau beneran akan pindah?" tanya Asyifa menghentikan langkah Daffa.


"Iya," jawab Daffa singkat.


"Tidak bisakah kau tetap di sini, bersamaku" kata Syifa dengan mata berkaca-kaca.


"Tiba saatnya nanti aku akan berada di sini bersamamu," ucap Daffa serius


Asyifa kaget mendengarnya.

__ADS_1


"Tapi bukan sekarang." Daffa berlalu pergi tanpa menatap ke arah Asyifa.


Aku akan bersamamu saat nanti kita menjadi halal batin Daffa.


__ADS_2