
Pramana melihat ke arah Reyhan, Reyhan langsung mengerti kode mata Pramana.
Reyhan langsung mengikuti Pramana kedalam kamar.
"Ada apa pa?" tanya Reyhan
"Papa melaporkan Denada, hanya untuk membuat nya jera" ucap Pramana
"Kalau Annisa tau, dia pasti gak setuju" ucap Reyhan
"Kau harus meyakinkan Annisa tentang hal ini, hanya beberapa tahun" kata Pramana
"Baiklah" ucap Reyhan singkat
Reyhan berjalan keluar dari kamar dengan perasaan bingung dan khawatir.
Reyhan menemui Annisa yang sudah di kamar.
Annisa menoleh ke arah Reyhan yang baru masuk.
Wajah Reyhan penuh kekhawatiran saat mendekat ke Annisa.
"Ada apa?" tanya Annisa sambil menatap ke arah Reyhan.
"Papa melaporkan Denada ke polisi" ucap Reyhan
Annisa menatap Reyhan dengan cemas.
"Papa melakukan ini hanya ingin membuatnya jera, saat Ummi sudah agak baikan mungkin akan dipanggil juga ke kantor polisi sama Abi" ucap Reyhan
__ADS_1
"Bi, bagaimana dengan Syifa?" tanya Annisa
"Jangan sampai Syifa tau" ucap Reyhan
"Tapi saat Ummi terjatuh itu murni kecelakaan, Mbak Denada benar-benar gak sengaja mendorong" kata Annisa
"Ini bukan masalah jatuh saja, tapi dia dengan sengaja memukul Ummi, membuka cadar dan jilbab Ummi, walau Ummi terjatuh karna tidak kesengajaan tapi dalam hatinya sudah ada niat untuk mencelakai Ummi" ucap Reyhan
"Iya tapi Ummi gak mau Syifa nanti membenci Mamanya" kata Annisa
"Gak akan kok, untuk sementara kita bilang saja Mamanya pergi karna merasa bersalah" ucap Reyhan
Annisa mengangguk
"Sini Abi bantu naik ke tempat tidur, Ummi harus istirahat jangan terlalu banyak berfikir" ucap Reyhan yang langsung mengangkat Annisa.
"Makasih Bi" ucap Annisa
Annisa mengangguk
"Sekarang biar Abi dulu yang pijat kaki Ummi" ucap Reyhan
Reyhan membuka kaus kaki Annisa
"Biar Ummi buka sendiri Bi," ucap Annisa
"Abi saja, biasanya kan Ummi yang bantu bukain kaus kakinya Abi, sekali-sekali Abi yang melakukan ini" ucap Reyhan saat sudah membuka kaus kaki Annisa.
Reyhan mulai mengoleskan obat dikaki Annisa dan mengusapnya pelan.
__ADS_1
Saat Reyhan masih mengurut kaki Annisa, Bu Aisyah dan Pak Harun datang dengan khawatir.
Bu Aisyah dan Pak Harun melihat menantunya mengurus Annisa.
"Ayah,Ibu," sapa Annisa
Bu Aisyah dan Pak Harun mendekat.
Reyhan mencium tangan mertuanya begitu juga Annisa.
"Nak apa yang terjadi?" tanya Bu Aisyah
"Cuma jatuh Bu karna gak hati-hati" jawab Annisa
"Maaf Ayah,Ibu karna Reyhan gak bisa jaga Annisa dengan baik" ucap Reyhan sambil menunduk
"Gak ada lagi laki-laki sebaik kamu yang mau memijat kaki istri nya, Ayah merasa melakukan hal yang benar karna memberikan Nisa pada laki-laki seperti kamu, jadi jangan merasa bersalah ini sudah takdir" ucap Pak Harun
"Iya, Nisa juga sangat bahagia bersama kalian, jauh lebih bahagia dari sebelum menikah" tambah Bu Aisyah
Bu Aisyah menggantikan Reyhan memijat kaki Annisa.
"Sakit gak?" tanya Bu Aisyah pada Annisa
Annisa mengangguk
Bu Janeta membuat minuman dan langsung membawanya ke ruang tamu, Reyhan dan Pak Harun berjalan keluar sambil mengobrol.
Syifa mendekat ke Pak Harun, saat Pak Harun duduk Syifa langsung duduk dipangkuan Pak Harun.
__ADS_1
Pak Harun tersenyum ke arah Syifa.