
Malam hari Daffa sedang mengajari Arka dan Dika mengaji, Annisa dan Reyhan ngobrol di depan TV.
"Ummi yakin itu Syifa?" tanya Reyhan memastikan.
"Yakin Bi, dia lari saat melihat wajah Ummi," ucap Annisa
"Tapi kan dulu Denada pernah ngirimin kita foto mereka yang sudah berada di Inggris, Denada bilang mereka akan tinggal di sana selamanya" ucap Reyhan
"Kita tau kan selama ini Mbak Denada seperti apa, bukannya Ummi mau buruk sangka tapi seseorang bisa saja berbohong," ucap Annisa
"Melihat tatapan Asyifa sepertinya dia sangat membenci Ummi, tapi hal yang paling membuat Ummi sedih adalah cara Asyifa berpakaian," ucap Annisa
Reyhan menyeka air mata Annisa.
"Besok kita ke sekolahnya Daffa" ucap Reyhan
Annisa mengangguk.
Keesokan harinya
Daffa sudah berada di sekolah dan langsung masuk ke kelasnya, Daffa melihat ke arah Asyifa sebentar.
Laras dan Kirana juga melihat Daffa.
Daffa memberikan buku ke meja Asyifa lalu kembali duduk.
"Kalian kenapa?" tanya Adam
"Gak apa-apa" jawab Daffa
Daffa ingin bicara pada Asyifa tapi terhenti karna guru sudah masuk.
Saat istirahat Daffa melihat Asyifa pergi melewatinya.
__ADS_1
"Asyifa," panggilnya
Asyifa berhenti tanpa melihat ke arah Daffa.
"Ini Ummi nitipin bekal untuk kamu," ucap Daffa
Asyifa ingin melanjutkan jalannya.
"Setidaknya hargai sedikit usaha Ummi," ucap Daffa
Asyifa berbalik dan langsung mengambil bekalnya.
Asyifa langsung membawanya keluar menuju kantin.
Di kantin Asyifa melihat tempat bekalnya dengan sedih, Laras dan Kirana gak berani bertanya.
Perlahan Asyifa membuka tutup bekalnya, air matanya langsung menetes, Asyifa buru-buru mengusapnya.
Asyifa memakannya masih dengan air mata yang menetes.
Masakan Ummi gak pernah berubah, masih tetap yang terenak batin Asyifa
Saat pulang sekolah, Reyhan dan Annisa sudah menunggu di depan gerbang.
Daffa keluar dan langsung menghampiri mereka.
Daffa mencium tangan keduanya.
"Apa Asyifa sudah keluar juga?" tanya Annisa
"Itu," ucap Daffa sambil menunjuk ke arah Asyifa yang berjalan menunduk.
Mereka mendekat ke arah Asyifa.
__ADS_1
"Syifa..." panggil Reyhan
Asyifa mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Reyhan dan Annisa.
Asyifa mematung dengan mata berkaca-kaca.
"Syifa sini Nak, Ummi dan Abi kangen banget sama Syifa," ucap Annisa
"Ummi bohong, kalau Ummi dan Abi kangen sama Syifa kenapa kalian gak pernah nemui Syifa?" ucap Asyifa sambil menangis
"Kami pikir Syifa sudah hidup bahagia di Inggris," ucap Reyhan
"Bukannya kalian yang hidup bahagia di luar Negri? aku lihat sendiri kok waktu itu kalian di bandara," ucap Asyifa
"Kami memang pindah beberapa kali tapi bukan keluar Negri," ucap Reyhan
Reyhan dan Annisa saling menatap seperti mengerti kejadian sesungguhnya.
"Ummi dan Abi sudah punya anak yang lain hingga melupakan aku," ucap Syifa
"Kami gak pernah sedetik pun melupakan Syifa, sini Nak Ummi mau peluk" ucap Annisa
Syifa menggeleng, Annisa perlahan melangkah mendekat, Asyifa mundur selangkah tapi Annisa langsung memeluknya.
Annisa menitikkan air mata begitu juga Syifa.
Daffa juga ikut menitikkan air mata melihat Annisa dan Syifa.
Reyhan mendekat dan ikut memeluk mereka.
Dinda yang baru datang bersama supir melihat ke arah Asyifa.
Dinda hanya bingung melihatnya pura-pura sibuk mainkan ponsel karna Syifa sudah berjalan ke arah mobil mereka.
__ADS_1