
Syifa pulang ke rumah bersama Mbak Ratih, Oma dan Opa.
Reyhan membantu Annisa ke toilet.
"Maaf ya Bi jadi nyusahin seperti ini" ucap Annisa
"Gak apa-apa, apa sudah selesai?" tanya Reyhan
Annisa mengangguk, Reyhan mengangjat Annisa keluar dari toilet.
Reyhan membantu Annisa berbaring lagi.
"Abi benar-benar takut tadi saat Umi jatuh dari tempat tinggi, untung jatuhnya ke rumput" ucap Reyhan
"Allah melindungi Ummi hari ini" kata Annisa
"Cepat tidur, sudah larut" ucap Reyhan
"Abi juga, tidur sini Bi" ajak Annisa
"Abi tidur di sofa saja" ucap Reyhan sambil menunjuk sofa.
"Di sini saja Bi, ranjangnya besar cukup untuk kita berdua" ucap Annisa
"Lagian dari sejak menikah kita gak pernah pisah tidurnya jadi rasanya gak nyaman harus pisah tidur sama Abi" tambah Annisa
"Ya sudah ayo tidur" ucap Reyhan lalu naik ke ranjang
Annisa tersenyum, Reyhan memeluknya dengan sedih.
Maafkan Abi, ini terjadi karna Abi batin Reyhan
Saat subuh Reyhan sholat bersama Annisa, Annisa sholat di ranjang pasien.
__ADS_1
Setelah sholat Reyhan menatap ke arah Annisa.
"Kita pulang hari ini ya!" ucap Annisa
"Tapi Ummi belum sehat" kata Reyhan
"Kalau Ummi di sini, Abi gak bisa kerja, Syifa sekolahnya juga gak tentu, mending di rumah, Abi bisa kerja kan di sana ada Mbak Ratih dan Mama, nanti Ibu juga datang" ucap Annisa
"Ya sudah nanti Abi carikan tukang urut untuk Ummi, kita pulang hari ini" ucap Reyhan
Annisa tersenyum
"Walau Ummi sedang sakit tapi senyum Ummi tetap manis. Ya sudah Abi beresin barang dulu" ucap Reyhan
Reyhan membereskan barang mereka sambil sesekali melihat ke arah Annisa.
Annisa tersenyum menatap Reyhan.
Pukul 8 pagi, polisi datang ke rumah Denada.
Polisi mengetuk pintu rumah, Satpam hanya diam melihat mereka mengetuk pintu.
Denada terlihat ketakutan saat suaminya berjalan ingin membuka pintu.
Satrio membuka pintu dan langsung kaget melihat polisi.
"Cari siapa ya pak?" tanya Satrio
"Kami mendapat laporan kalau kemarin ada wanita jatuh dari balkon rumah ini, saat itu wanita itu bersama Bu Denada" ucap Polisi
Satrio menatap ke arah Denada yang berjalan mendekat.
Denada terlihat semakin ketakutan.
__ADS_1
Polisi mengeluarkan surat perintah penahanan.
"Saya yang bernama Denada, saya akan ikut kalian" ucap Denada saat menyerahkan diri
"Dua orang Satpam juga akan ikut kami dan jadi saksi" ucap polisi
Denada mengangguk dan melihat sebentar ke arah Satrio yang tidak bisa berkata apa-apa.
"Tenang saja, Papa akan mencarikan pengacara" ucap Satrio tapi dengan wajah kesal
Denada mengangguk lalu mengikuti polisi.
Satrio langsung menelpon seseorang.
Setelah menutup telpon, Satrio melihat ke arah Dinda yang menangis melihat kepergian Denada, Satrio memegangnya menenangkannya.
Apa yang Denada lakukan, dia akan membuat reputasiku hancur jika orang-orang tau batin Satrio
Satrio mengendong Dinda dan langsung berkemas mengambil kunci.
Di rumah Reyhan, Reyhan mengangkat Annisa dari dalam mobil.
Semua menyambutnya.
Syifa memegang tangan Annisa
"Ummi jangan sakit lagi ya!" ucap Syifa polos
Annisa tersenyum dan langsung mengangguk mencium kening Syifa.
Pramana menjawab telpon.
"Terima kasih" ucap Pramana
__ADS_1