WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
season 2 ep 15


__ADS_3

Asyifa masuk bersama yang lainnya, Asyifa duduk menyandar di sofa dengan bahagia.


"Rumah ini gak sebesar rumah kalian," Annisa menatap ke arah Syifa


"Ummi, bukankah rumah kita dulu juga seperti ini, tapi kita bahagia kan?" Asyifa langsung memegang tangan Umminya yang duduk di sampingnya.


Annisa membuka cadarnya dan langsung tersenyum sambil membelai lembut rambut Asyifa.


"Nak, rambut ini sangat cantik tapi lebih cantik lagi jika tertutup jilbab," Annisa tetap membelai rambut Asyifa.


Asyifa terlihat sedih mendengarnya sambil menatap Annisa.


"Sehelai saja rambut terlihat oleh yang bukan mahram kita balasannya 70.000 tahun dalam neraka, saat aurat kita terlihat secara tidak langsung kita menarik Ayah, saudara laki-laki, dan anak laki-laki kita ke dalam neraka." Annisa memberi penjelasan dengan kata yang lembut supaya Asyifa tidak tersinggung.


Asyifa menitikkan air mata mendengar ucapan Annisa.


"Maaf sayang, bukannya Ummi memarahi kamu dengan penampilan ini tapi Ummi ingin sekali melihat Syifa seperti dulu saat Syifa masih kecil," tambah Annisa sambil terus memegang Asyifa.


Daffa mendengar semua perkataan Annisa, Daffa melihat ke arah Asyifa yang meneteskan air mata.


Annisa mengusap air mata Asyifa, Reyhan melihatnya lalu melihat ke arah Daffa.


"Syifa ke kamar dulu bantuin yang lain," Asyifa langsung bangkit dari duduknya dan berjalan melewati Reyhan.


Reyhan hanya tersenyum ke arah Annisa.


"Ummi hanya ingin Syifa jadi lebih baik," ucap Annisa

__ADS_1


"Apa yang Ummi lakukan gak salah kok, pelan-pelan Syifa pasti berubah, kita di sini harus membantunya berubah jadi lebih baik." Reyhan tersenyum menatap Annisa.


Annisa yang sudah membuka cadarnya juga tersenyum menatap suaminya.


"Ini akhir pekan, kita belum belanja, mau belanja sekarang atau masak seadanya?" tanya Annisa


"Syifa kan suka banget ikan bakar, jadi kita belanja dulu" ucap Reyhan


"Abi belanjanya sama Daffa aja ya," kata Annisa tersenyum.


"Biasanya kan sama Umi," kata Reyhan bingung.


"Asyifa sudah remaja jadi tidak wajar dia di rumah bersama yang bukan mahramnya, walaupun ada Arka dan Dika," ucap Annisa


"Ah iya Abi lupa kalau dia dan Daffa bukan mahram, selama ini Abi selalu menganggap Daffa adalah anak kandung kita" Reyhan tersenyum saat mengucapkan itu.


Reyhan melihat Daffa memasang tirai kaca, sedangkan Syifa, Arka dan Dika sibuk merapikan barang Asyifa hingga lemari penuh.


"Daffa..." panggil Reyhan


"Iya Bi, kenapa?" tanya Daffa saat menoleh ke arah Reyhan yang berada di pintu.


"Ayo temani Abi belanja," ajak Reyhan


"Ah iya Bi, selesaikan ini dulu." Daffa kembali memasang tirai kacanya.


"Abi tunggu di depan." Reyhan langsung berjalan pergi.

__ADS_1


Daffa turun dari kursi, dan langsung berjalan keluar tanpa melihat ke arah Asyifa.


Asyifa melihat kepergian Daffa.


Daffa langsung ke kamarnya mengambil sesuatu lalu pamit pada Annisa.


Di depan Reyhan langsung memberikan kunci ke Daffa.


Mereka masuk ke dalam mobil dan Daffa mulai menjalankan mobilnya.


Saat mobil sudah jalan.


"Mau kemana dulu Bi?" tanya Daffa


"Ke pasar dulu, Abi mau beli ikan dan sayur," ucap Reyhan.


"Ah iya, di pasar juga lengkap kok ada bahan dapur lain jadi bisa sekaligus belanja di sana," kata Daffa


Daffa melaju menuju pasar, saat hampir sampai, Daffa melihat toko pakaian muslim.


"Bi tunggu sebentar di sini, Daffa ke sana dulu." Daffa langsung turun.


Reyhan hanya mengangguk.


Daffa berjalan masuk ke toko itu, Reyhan melihatnya dari dalam mobil.


Daffa kembali keluar setelah membeli sesuatu.

__ADS_1


__ADS_2