WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
45


__ADS_3

Reyhan tidak pulang saat makan siang dan tidak juga menelpon.


Annisa menunggunya untuk makan siang.


"Nisa ayo makan, mungkin Reyhan sibuk jadi gak pulang untuk makan siang" ucap Mama mertuanya


"Tapi biasanya sesibuk apapun tetap pulang kok kalaupun gak pulang pasti nelpon dulu," ucap Annisa yang sudah semakin khawatir.


Terlihat wajah khawatir Annisa sehingga Janeta ikut khawatir.


Apa mungkin Mas Reyhan makan siang bersama Mbak Riana ya? Ya Allah kenapa semua wanita dimasa lalu mas Reyhan muncul dikehidupan kami batin Annisa


Annisa melihat Syifa yang sudah terlihat lapar.


"Ya sudah Ma ayo kita makan duluan" ucap Annisa


Annisa mengambilkan Syifa nasi.


"Sayurnya mau gak?" tanya Annisa pada Syifa


Syifa mengangguk


"Ummi, Syifa mau telur dadarnya juga" ucap Syifa


Annisa mengambilkannya dan memasukkannya ke piring Syifa.


Syifa membaca do'a lalu mulai makan.


Annisa melamun sambil menyuap makanannya, Syifa dan Omanya menatap ke arah Annisa.


Dahi Annisa berkerut karna terlalu khawatir.


"Nisa" panggil Janeta membuyarkan lamunan Annisa


"Ah iya Ma, kenapa?" tanya Annisa tersadar


"Nisa kenapa?" tanya Janeta balik

__ADS_1


"Ini Ma rasanya Nisa gak enak badan jadi mau istirahat sebentar" ucap Annisa


"Ya sudah ayo beli obat" ajak Janeta


"Gak usah Ma, habis makan nanti Nisa langsung istirahat saja" kata Annisa


Annisa menghabiskan makanannya.


"Syifa mau nambah?" tanya Annisa


Syifa menggeleng


"Sudah kenyang Ummi" ucap Syifa


Annisa mengambil piring mereka.


"Biar Mbak Ratih nanti yang beresin ini, Nisa istirahat saja" ucap Janeta


"Iya Ma, maaf ya Ma, Nisa harus ninggalin kerjaan" kata Annisa


"Gak apa-apa" kata Janeta


Annisa menutup pintu kamarnya dan langsung berjalan menuju tempat tidur.


Annisa duduk menghela nafas panjang lalu melihat jam sudah masuk waktu dzuhur.


Annisa bangkit dari duduknya dan langsung masuk ke kamar mandi untuk berwudhu.


Annisa sholat sendiri di dalam kamar. Dalam sholatnya Annisa menitikkan air mata.


Hingga selesai sholat air mata Annisa masih terus mengalir.


Annisa menyeka air matanya tapi air matanya masih terus mengalir.


Annisa berbaring di sejadahnya hingga tertidur.


Annisa terbangun saat sudah masuk waktu Asar. Annisa buru-buru bangkit saat melihat jam.

__ADS_1


Setelah Asar Annisa keluar dari kamar.


Annisa pergi ke dapur dan melihat mertuanya sibuk membuat minuman.


"Ma maaf ya jadi Mama yang sibuk urus semuanya" ucap Annisa gak enak


"Gak apa, Mama dibantuin kok sama Ratih, Nisa istirahat saja" ucap Janeta


"Sudah enakan kok Ma, ya sudah Nisa masak dulu buat makan malam" ucap Annisa


Annisa membuka lemari es, mengambil beberapa sayur dan daging ayam.


Annisa melihat Mbak Ratih mendekat.


"Mbak Ratih bisa gak bantuin saya beli tomat sebentar" ucap Annisa


"Ah iya" kata Ratih


"Ini uangnya" ucap Annisa sambil memberikan beberapa lembar uang.


Ratih mengambilnya dan langsung pamit pergi.


Annisa keluar dari dapur untuk melihat Syifa, ternyata Syifa juga lagi tidur lelap.


Annisa kembali ke dapur dan mulai memasak.


Sebelum Magrib Reyhan menelpon Annisa,


Annisa mengangkatnya, "Assalamu'alaikum," ucapnya


"Wa'alaikumussalam," jawab Reyhan


"Ada apa Bi?" tanya Annisa


"Maaf ya tadi Abi gak pulang untuk makan siang," ucap Reyhan gak enak.


"Iya gak apa," jawab Annisa singkat

__ADS_1


"Ini Abi juga masih sibuk jadi mungkin habis Isya baru pulang, gak apa ya?" tanya Reyhan


"Iya," kata Annisa singkat.


__ADS_2