
Keesokan harinya, Reyhan mengantar anak dan istrinya ke pesantren tempat ayah dan ibu mertuanya.
Dia sengaja mengantar mereka kesana supaya mereka tidak melihat wajah khawatirnya yang tidak bisa disembunyikan lagi, kekhawatirannya cukup besar karena dia tau sifat Denada setelah pernah hidup bersama.
Setelah mengantar mereka, dia langsung menuju ke sekolah Syifa untuk mengurus perpindahannya.
Walau sedikit cape' tapi dia harus mengurus semuanya hari ini juga.
Dia menyelesaikannya secepat mungkin sebelum murid pulang sekolah, dia takut bertemu Denada kembali.
Denada datang lagi ke sekolah untuk menjemput anaknya yang juga bersekolah di sana.
Dia melihat ke semua anak yang keluar dari kelas masing-masing untuk mencari Syifa tapi sampai anak-anak habis keluarnya tidak ada sosok Syifa yang dicarinya.
"Dinda lihat Syifa gak?" tanya Denada pada anaknya yang saat ini sudah berada di dekatnya.
Dinda menggeleng
Saat guru TK keluar, Denada langsung menghampirinya dengan buru-buru.
"Maaf Bu saya mau tanya, Asyifa Iftina mana ya?" tanya Denada
"Ah Syifa ya? mulai hari ini sudah gak sekolah di sini lagi, tadi orang tuanya sudah mengurus perpindahannya ke sekolah lain, baru saja orangtuanya pergi," jawab Guru TK
Wajah Denada langsung berubah, "Terima kasih infonya bu," ucapnya dan langsung pamit pergi.
Pasti Reyhan sengaja ingin menjauhkan Syifa dariku batin Denada sedih bercampur kesal dan marah.
Dia langsung beranjak pergi bersama putrinya.
Ternyata Reyhan belum pergi, dia duduk di dalam mobil bsedikit lebih jauh dari sekolah biar tidak membuat orang curiga, dia melihat kepergian mereka dari dalam mobil.
Bukan maksudku ingin menjauhkan Syifa dari kamu tapi aku takut kamu memberikan pengaruh buruk ke Syifa, karna cuma Annisa yang bisa mendidik Syifa jadi anak sholeha batinnya
Dia pergi dan melajukan mobilnya dan langsung pergi ke kantor.
*
__ADS_1
Di pesantren
"Bu, Pak Karto bisa gak ya antar Nisa sama Syifa ke kantornya Mas Reyhan?" tanya Annisa
"Kalian kan belum lama di sini, kok sudah mau pergi?" kata Bu Aisyah
"Mas Reyhan dari kemaren sedang banyak pikiran jadi Nisa khawatir sama keadaannya di kantor," ucap Annisa yang merasa hatinya tidak menentu.
"Ya sudah, Ibu bilang sama Pak Karto dulu," ucap ibunya sambil berlalu pergi mencari Pak Karto di luar.
Setelah mengetahui Annisa dan Syifa ingin pulang, Pak Karto langsung menyiapkan mobil.
Annisa dan Syifa masuk ke dalam mobil di bagian penumpang belakang, sedangkan Pak Kartilo sudah duduk di kursi pengemudi, setelah melambaikan tangan pada Ibunya, mereka langsung pergi.
Beberapa waktu kemudian mereka sampai di kantor Reyhan.
Annisa turun dari mobil bersama Syifa.
"Pak terima kasih ya?" ucap Annisa pelan tapi suaranya seperti suara kekhawatiran.
Annisa dan Syifa berjalan masuk, satpam membukakan pintu untuk mereka, tempat ini tidak terlalu ketat jadi sedikit gampang masuk.
Semua pegawai melihat ke arah mereka, karena mereka sudah beberapa kali datang jadi mereka sedikit kenal.
Annisa berjalan dan menuju wanita di meja depan untuk bertanya.
"Maaf Mbak, apa Pak Reyhan ada?" tanya Annisa lembut
"Iya ada, masuk saja keruangannya," ucap wanita itu dengan senyuman.
"Terima kasih Mbak," kata Annisa berlalu pergi sambil memegang tangan Syifa.
Annisa dan Syifa berjalan menuju ruangan Reyhan yang ada di lantai lain. Mereka naik lift dengan santai, karena saat ini semua pegawai masih sibuk bekerja, hanya pegawai di lantai bawah yang sedikit santai.
Keluar dari lift, mereka langsung menuju ruangan yang sudah dikenalnya.
"Assalamu'alaikum," ucap Annisa saat membuka pintu
__ADS_1
Reyhan melihat ke arah mereka dan tersenyum senang melihat kedatangan mereka.
"Waalaikumussalam," ucap Reyhan lalu berdiri mendekat ke mereka.
"Kenapa bisa kesini?" tanya Reyhan
"Khawatir sama Abi, Abi dari kemaren sangat gelisah," kata Annisa
"Duduk dulu," kata Reyhan mengajak Annisa dan Syifa duduk di sofa.
"Kami mau temani Abi di sini," ucap Syifa
"Abi senang lo, kedua bidadari Abi ada di sini, ya sudah Abi pesan makan siang dulu untuk kita," ucap Reyhan
Reyhan langsung menelpon asistennya.
"Belikan saya makan siang untuk saya sama anak dan istri saya, nasi putih biasa, ikan bakar sama ayam bakar, kasih lalapan sama sambal terus minumnya air mineral saja," ucap Reyhan lalu mematikan ponselnya.
"Abi teruskan saja kerjaannya, Ummi ngajari Syifa menulis di sini sambil menunggu makan siang," ucap Annisa
Reyhan mengangguk, "Buku sama pensilnya di meja, Abi selesaian pekerjaan dulu," ucap Reyhan sambil berlalu dan langsung duduk di kursinya lagi.
Annisa mengambil buku dan pensil lalu duduk kembali di dekat Syifa.
Dia mengajari Syifa menulis arab.
"Ini ikuti ya!" ucap Annisa sambil menunjukkan tulisan arab yang baru ditulisnya
Syifa mengambil pensilnya dan mulai mengikuti tulisan Umminya ini
"Susah Ummi," kata Syifa
"Pelan-pelan saja," ucap Annisa sambil mengusap rambut Syifa.
Sesekali Reyhan menoleh kearah mereka sambil tersenyum.
Dia bahagia bisa ditemani keduanya.
__ADS_1