WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
41


__ADS_3

Malam hari, Annisa merapikan kamar tempat mertuanya akan menginap selama beberapa hari.


Ibu mertuanya masuk ke kamar dan langsung menyimpan pakaian di lemari.


"Nisa di sini ada gak orang yang jual jamu gendong?" tanya mertuanya ini.


Annisa sedikit bingun dengan pertanyaan ini tapi dia tetap menjawab.


"Ada Ma, setiap pagi ada yang jual keliling," jawab Annisa, mengira Mamanya ingin beli jamu untuk kesehatan.


"Jamu untuk kesuburan bagus lo, dulu kan Mama lama baru hamil terus Mama coba minum jamu itu sekitar setahun, dan alhamdulillah Mama bisa hamil," ucap Janeta


Ternyata mertuanya ini ingin dia membeli jamu kesuburan.


"Ya Ma, besok Nisa coba beli, kita kan harus usaha dan juga berdoa," ucap Annisa


"Tapi kalau pun Allah belum mau memberikan kalian keturunan, Mama gak masalah yang penting kalian selalu bahagia," ucap Janeta biar Annisa gak salah paham dengan ucapannya.


Dia takut Annisa mengira dia ingin punya cucu secepatnya.


Annisa mengangguk


"Maaf ya Ma jadi menyusahkan Mama dan Papa karena harus menginap di sini," ucap Annisa mengalihkan pembicaraan


"Gak apa, lagian kami di rumah juga kesepian," ucap Janeta


 Setelah merapikan kamar, keduanya berjalan keluar dan berkumpul bersama yang lain.


*


Keesokan harinya


Annisa membuka matanya dan langsung melihat senyum Reyhan disampingnya. Mungkin suaminya sudah bangun sejak tadi.


Reyhan memeluknya saat masih berbaring.


"Sebentar, jangan bangkit dulu," ucap Reyhan mengeratkan pelukannya.


"Ana uhibbuka fillah," ucap Annisa pelan


Reyhan semakin mengeratkan pelukannya mendengar itu.

__ADS_1


"Ana uhibbuki fillah," ucap Reyhan juga


Setelah beberapa menit, mereka sama-sama bangkit.


"Bangunin Syifa dulu," ucap Annisa


Annisa memakai jilbabnya lalu berjalan keluar kamar.


Kedua mertuanya juga sudah bangun.


"Kami sholat duluan di kamar," ucap ibu mertuanya


"Iya Ma," kata Annisa yang kembali berjalan menuju kamar Syifa.


Dia membuka pintu dengan pelan.


"Pagi cantik, ayo bangun," ucap Annisa saat sudah berada di dekat Syifa.


"Bentar lagi Ummi, Syifa masih mengantuk," ucap Syifa masih sambil pejam. Tapi suara umminya terdengar jelas olehnya.


"Ini hampir pukul 5, ayo Ummi gendong," kata Annisa


Syifa masih memejamkan mata, Annisa membawanya keluar dari kamar.


Reyhan tersenyum melihat Syifa yang masih terkulai.


"Abi tunggu di dalam," ucap Reyhan menunjuk ruangan tempat sholat.


Annisa mengangguk


"Ayo bangun sayang," ucap Annisa


"Iya Ummi," ucap Syifa masih sambil merangkul lehernya.


Annisa tersenyum dan mencium pipi Syifa.


"Ummi tambah sayang sama Syifa kalau seperti ini," katanya saat melihat mata Syifa mulai terbuka.


Setelah sholat subuh, Annisa dan ibu mertuanya memasak, dia mulai menyiapkan bekal untuk Syifa ke sekolah.


Setelah sarapan, dia merapikan pakaian Syifa yang akan berangkat ke sekolah.

__ADS_1


"Hari pertama di sekolah baru jangan nakal ya!" ucapnya


Syifa mengangguk


Janeta dan Pramana terharu melihat perlakuan Annisa yang seperti sudah terbiasa.


"Tunggu di sini Ummi ke kamar dulu bantuin Abi," ucap Annisa yang memang setiap pagi selalu sibuk mengurus dua orang tercintanya ini.


Dia langsung ke kamar, Reyhan belum selesai mandi saat itu.


Dia membuka lemari, mengambil pakaian untuk susminya, menyiapkan semua perlengkapan.


Reyhan keluar dari kamar mandi, dia pun memberikan pakaiannya langsung.


"Bi, Mama ingin Ummi minum jamu, gimana menurut Abi?" tanyanya


"Terserah Ummi, tapi jamu pahit lo," ucap Reyhan


"Iya karena pahit jadi saat Ummi minumnya ditemani Abi saja biar pahitnya gak kerasa," ucap Annisa


"Begini saja beli jamunya agak banyak terus minumnya saat akan tidur, nanti beli juga untuk Abi biar kita minumnya sama-sama," kata Reyhan


Annisa mengangguk sambil merapikan pakaian untuk suaminya ini.


Setelah berpakaian mereka berjalan bersama keluar dari kamar.


"Syifa ke sekolah sama Ummi dan Oma ya!" ucap Janeta


Syifa mengangguk


"Nanti pekerjanya mulai pukul 8 jadi Ummi jangan terlalu lama di sekolah," ucap Reyhan


Annisa mengangguk


"Oh ya satu lagi mulai besok Mbak Ratih tetangga kita akan bantu di sini," kata Reyhan mengingatkan


"Dia sudah setuju?" tanya Annisa


"Iya, dia juga lagi perlu uang makanya saat Abi tanya suaminya, mereka langsung setuju, suaminya juga akan jadi pekerja di sini," kata Reyhan.


 

__ADS_1


__ADS_2