
Setahun pun berlalu, Daffa tersenyum saat mendengar Asyifa juara umum lagi.
Nenek Aisyah mendekati Daffa.
"Apa tadi Ummi Annisa yang telpon?" tanya Nenek Aisyah
Daffa mengangguk
"Dia bilang apa?" tanya Nenek lagi
"Ummi bilang akan ke sini karna sudah libur," kata Daffa
"O ya Daffa, Nenek mau tanya sesuatu," ucap Nenek hati-hati.
"Apa itu?" tanya Daffa
"Apa Daffa menyukai Asyifa?" tanya Nenek
Daffa menunduk tidak menjawab.
"Kalau Daffa suka, kenapa gak mencoba ke tahap yang serius, banyak kok di luar sana yang menikah muda dan hidupnya bahagia," ucap Neneknya.
"Nek, kami baru lulus SMA, Asyifa sangat pintar pasti dia ingin kuliah dulu dan cari kerja, sekarang Daffa juga belum punya apa-apa," ucap Daffa
"Tapi nanti keduluan orang lo," kata Nenek
"Daffa juga berencana pulang ke rumah, sudah 11 tahun lebih gak pulang, Daffa kangen sama keluarga, jika Asyifa jodohnya Daffa pasti akan bertemu kembali walau terpisah." kata Daffa sambil menatap Neneknya.
__ADS_1
Nenek Aisyah tersenyum mendengarnya.
Beberapa hari berlalu Reyhan sekeluarga datang, seperti biasa Daffa menjemput mereka di bandara.
Asyifa menarik kopernya, karna Ummi dan Abinya juga membawa barang.
Daffa berjalan ke arah Umminya dan langsung mengambil barang yang di bawa Ummi, lalu Daffa langsung menarik koper Asyifa.
Asyifa tersenyum saat melihat Daffa berjalan di depannya.
Arka dan Dika berjalan mengikuti Daffa.
"Kak Daffa sudah janji ya mau bawa kami ke Mall milik Opa," ucap Arka
"Iya besok kita ke sana," kata Daffa
Daffa melihat dari kaca saat Asyifa sedang menunduk.
Sesampainya di rumah, Arka dan Dika berlari masuk sambil mengucap salam, Kakek dan Neneknya terlihat sangat bahagia.
Asyifa berjalan melihat-lihat pesantren yang sepi karna sudah tutup beberapa tahun.
Asyifa melihat beberapa ruangan hingga ruangan terakhir, yang dilihatnya Daffa lagi merapikan tempat itu dan menyimpan koper Asyifa.
Asyifa tersenyum karna tau Daffa merapikan tempat itu supaya Asyifa bisa tidur dengan nyaman.
Saat Daffa akan berjalan keluar, Asyifa buru-buru pergi supaya tidak terlihat.
__ADS_1
Malam hari, Daffa menemani Arka dan Dika yang sudah berbaring, Daffa membaca ayat kursi bersama Arka dan Dika.
"Gampang kan menghapalnya," ucap Daffa
Arka dan Dika mengangguk.
"Sekarang baca doa lalu tidur," ucap Daffa
Daffa langsung keluar dan melihat yang lain sedang mengobrol serius.
Daffa mendekat dan duduk di dekat mereka.
"Daffa yakin ingin pulang?" tanya Reyhan
Daffa mengangguk, "Daffa akan kuliah di sana sambil bantuin Ummi Habibah,"
"Tapi kita sudah lama bersama, saat Daffa pindah ke sini saja, kami semua merasa kehilangan apalagi jika harus ke Kairo," ucap Annisa
"Tapi di sana keluarga kandung Daffa, saat Daffa menikah nanti walaupun nikah sama orang sana, Daffa juga pasti akan menetap di sini," kata Daffa
Reyhan dan yang lainnya tidak bisa berkata lagi. Tanpa mereka sadari Asyifa mendengar semuanya dengan sedih.
Kau pasti menghindariku batin Asyifa
Perlahan air mata Asyifa menetes, Asyifa langsung masuk ke kamar lalu berbaring.
Padahal aku sudah siap jika harus menikah muda, tapi nyatanya rasa kagumku ini hanya bertepuk sebelah tangan, kalau kau juga menyukaiku pasti kau tidak akan pergi batin Asyifa
__ADS_1
Asyifa membuka jilbabnya lalu bersiap untuk tidur.