
Beberapa minggu kemudian.
Daffa pulang dari sekolah dan langsung duduk di meja makan sambil menundukkan kepala ke meja.
Annisa mendekat
"Kenapa?" tanya Annisa
"Ummi, guru membagi kelompok di kelas," ucap Daffa
"Terus kenapa?" tanya Annisa
"1 kelompok 3 orang dibagi acak, Daffa satu kelompok sama perempuan" ucap Daffa
"Kenapa gak minta ganti?" tanya Annisa
"Gak boleh guru bilang, tugas yang diberikan juga harus dikerjakan di rumah bersama-sama" ucap Daffa
"Ya sudah ngerjain tugasnya di rumah kita saja nanti Ummi temani" ucap Annisa
"Baiklah" kata Daffa
Daffa menelpon Asyifa
"Bisakah tugasnya dikerjakan di rumah saya saja?" tanya Daffa
"Ah baiklah kirim alamatnya nanti gue sama Laras langsung ke sana habis makan siang" ucap Asyifa
"Iya" ucap Daffa
Setelah mematikan telponnya, Daffa langsung melihat ke arah Annisa.
"Gak apa-apa, sana mandi dulu lalu sholat" ucap Annisa
Daffa mengangguk dan langsung pergi ke kamarnya.
Asyifa dan Laras sudah berangkat menuju rumah Daffa.
__ADS_1
Saat sudah dekat, mereka melihat-lihat nomor rumah. Mereka melihat rumah sederhana.
"Ah ini pasti rumahnya," ucap Laras
"Iya, ayo ketuk pintunya" ucap Asyifa
Laras mengetuk pintu.
"Assalamu 'alaikum" ucap Laras 2 kali
"Wa'alaikumussalam" ucap Daffa langsung membuka pintu dan mempersilakan mereka masuk.
Mereka berjalan pelan sambil melihat ke sekeliling.
"Daffa kita ngerjain tugasnya di teras saja" ucap Asyifa
"Ah ya sudah saya ambil minuman dulu" ucap Daffa
Asyifa dan Laras keluar lagi dan langsung duduk di lantai teras.
"Loe gak lihat tadi, wajah Daffa langsung kaku terlihat gak nyaman" ucap Asyifa
"Ya juga sih" kata Laras.
Mereka membuka buku dan juga beberapa koran.
Daffa berjalan keluar sambil membawa kue dan minuman.
Asyifa dan Laras melihat ke arahnya.
Daffa duduk agak jauh dari mereka.
Mereka mulai mengerjakan tugas kelompok mereka sambil makan kue.
"Kuenya enak, beli dimana?" tanya Asyifa
"Ummi buat sendiri" ucap Daffa
__ADS_1
"Ummi kamu mana?" tanya Laras
"Di dalam, bentar lagi dia keluar" ucap Daffa
Annisa masih di kamar baru selesai mandi, Annisa memakai cadarnya dan langsung berjalan ke depan.
Daffa melihat ke arah Annisa.
Asyifa dan Laras juga melihat Annisa yang baru keluar, mereka langsung berdiri untuk bersalaman dengan Annisa.
Saat Asyifa mencium tangan Annisa, Asyifa langsung menatap mata Annisa.
Ummi, ini sudah jelas Ummi, tangan ini, mata ini, bau ini semuanya
Mata Asyifa berkaca-kaca, Annisa pun mulai menatap Asyifa.
"Bolehkah saya melihat wajah Tante," ucap Asyifa.
Laras menarik Asyifa karna tidak sopan.
Daffa juga kaget dengan permintaan Asyifa.
Annisa sudah curiga kalau Asyifa yang di depannya adalah Syifa putrinya.
Annisa membuka cadarnya, Asyifa langsung menutup mulutnya karna shock, air matanya perlahan menetes.
Asyifa berjalan mundur dan langsung mengambil tasnya lalu pergi.
Annisa juga meneteskan air mata dan mengejar Syifa yang sudah masuk ke mobil.
Daffa dan Laras melihat mereka dengan bingung apalagi saat Asyifa pergi meninggalkan Laras. Laras buru-buru pergi juga dan langsung masuk ke mobil.
"Ummi tau ini Asyifa kan? Nak Ummi kangen banget tolong buka pintu mobilnya" ucap Annisa sambil mengetuk kaca mobil
Asyifa tidak peduli dan langsung melajukan mobilnya.
Annisa mengusap air matanya tapi tetap saja Annisa tidak bisa berhenti menangis.
__ADS_1