WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
65


__ADS_3

Annisa dan yang lainnya sudah sampai di kantor Reyhan.


Mereka berjalan ke arah ruangan Reyhan.


"Assalamu'alaikum Abi," ucap Annisa sambil membuka pintunya.


Reyhan tersenyum ke arah mereka dan langsung bangkit dari duduknya.


"Waalaikumussalam," ucap Reyhan


Annisa menunjukkan rantang makanannya.


"Ayo duduk," ucap Reyhan


Riana melihat ke arah Reyhan yang mencium kening Annisa.


Riana hanya tersenyum tipis lalu duduk.


"Oh ya kebetulan kalian semua di sini, ada hal yang mau dibicarakan," ucap Reyhan


"Apa?" tanya Annisa


"Ini tadi pagi Riko sudah mencari kontrakan untuk Riana, terus di dekat kontrakan juga ada butik yang sedang cari pelayan, gak masalah lulusan apa," ucap Reyhan


"Jadi Abi sudah mengurus semuanya?" tanya Annisa


Reyhan mengangguk


"Ada satu lagi, nanti Rafa sekolah juga gak jauh karna kontrakan ini dekat dengan sekolah dasar," ucap Reyhan


"Terima kasih," ucap Riana


"Ini alamatnya nanti kalian berempat pergi saja untuk melihat tempatnya, besok baru kita pergi sama-sama lagi," ucap Reyhan


"Maaf karna harus merepotkan kalian lagi," ucap Riana gak enak

__ADS_1


"Gak apa-apa," kata Reyhan


Annisa melihat alamatnya.


"Ini jauh banget Bi, dari sini ke sana butuh waktu beberapa jam," ucap Annisa


"Iya, kalau Ummi gak mau jalan jauh, besok baru kita pergi sama-sama," ucap Reyhan


"Ah iya besok saja kita perginya," kata Annisa


"Abi makan saja, kami pulang ke rumah dulu," tambah Annisa


Reyhan mengangguk.


Annisa dan Riana bangkit ingin pergi, Reyhan mencium Syifa dan Annisa sebelum mereka keluar.


Riana terlihat iri dengan perlakuan Reyhan pada istrinya berbeda dari Dion.


"Hati-hati," ucap Reyhan


"Da...Abi, pulangnya jangan terlalu malam ya!" ucap Syifa


"Pasti," kata Reyhan tersenyum


Mereka semua berjalan pergi, hingga saat di depan perusahaan, Riana menoleh melihat kembali perusahaan itu.


Impian kami dulu adalah punya perusahaan sendiri yang dimulai dari nol, walau perusahaannya gak besar batin Riana


"Kenapa?" tanya Annisa membuyarkan lamunan Riana


"Gak apa-apa, ayo pergi," ucap Riana


Mereka langsung masuk ke mobil.


Rafa dan Syifa duduk di belakang sambil bermain karet.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan, Riana sesekali melihat ke arah Annisa.


"Oh ya Nisa, pasti rumah tangga kalian gak pernah bermasalah ya?" tanya Riana


"Rumah tangga pasti ada masalah, tapi kami di rumah kadang hanya punya masalah perbedaan pendapat," ucap Annisa


"Apa kalian menikah saat masih muda?" tanya Riana


Annisa menggeleng.


"Kami menikah baru sekitar 2 tahun," ucap Annisa


"Terus Syifa?" tanya Riana


"Syifa anaknya Mas Reyhan sama istri pertamanya," ucap Annisa


Riana terdiam mendengarnya.


Annisa memperlakukan Syifa seperti anak kandungnya, sangat jarang untuk jaman sekarang Ibu tiri baik batin Riana


"Kami memang dijodohkan sewaktu umur Nisa 17 tahun, tapi Mas Reyhan menolak karna dia sudah punya pacar, tapi karna takdir kami dipertemukan kembali dan bisa bahagia seperti ini juga menempuh jalan yang panjang," cerita Annisa


"Itu membuktikan kalau jodoh gak akan kemana," ucap Riana


"Dan untuk Mbak Riana, semoga juga bisa hidup bahagia," ucap Annisa


"Saya juga berharap seperti itu," kata Riana yang mulai bersemangat


"Oh ya Mamanya Syifa?" tanya Riana


Annisa melihat ke arah Syifa.


"Mamanya Syifa sudah menikah juga," jawab Annisa singkat


Riana mengerti kalau Annisa tidak ingin membahasnya.

__ADS_1


__ADS_2