
Pagi hari yang cerah, matahari mulai memancarkan sinarnya.
Pembantu sedang membangunkan Asyifa yang masih tertidur.
"Non bangun, sudah siang nanti terlambat ke sekolahnya," ucap pembantu sambil memegang badan Asyifa, menggoncangnya pelan.
"Ah Bik 5 menit lagi, Syifa masih ngantuk banget," ucap Asyifa masih dengan mata terpejam.
"Non ayo bangun, Bibi mandikan," ucap pembantunya.
Asyifa bangkit sambil menggosok matanya.
"Bibi bawel banget sih, ya sudah ayo mandi," ucap Asyifa lalu bangkit memegang pembantunya.
Asyifa mengikuti pembantunya ke kamar mandi, pembantunya membantu Asyifa mandi.
Asyifa hanya santai saat dimandikan pembantu.
Dinda berlari masuk ke kamar Asyifa.
"Kak..." panggilnya
Asyifa dan pembantunya baru keluar dari kamar mandi.
"Kenapa?" tanya Asyifa
"Pinjam tas," ucap Dinda
"Ambil sendiri," kata Asyifa
Dinda tersenyum dan langsung membuka lemari khusus tas Asyifa.
Terlihat puluhan tas tersusun rapi di lemari Asyifa. Dinda memilih tas warna biru.
"Kak yang ini," ucap Dinda
"Bukankah tas yang itu punya kamu juga ada?" tanya Asyifa
__ADS_1
"Warnanya sudah gak bagus," ucap Dinda tersenyum dan langsung berlari pergi.
Pembantu membantu Asyifa memakai seragam sekolah yang agak minim.
Asyifa memilih sepatu dan kaus kaki yang akan dipakainya.
Asyifa mengambil tas dan langsung turun untuk sarapan.
Asyifa melihat tidak ada satu orangpun di meja makan.
"Mama dan Papa sudah berangkat ya?" tanya Asyifa pada pembantunya.
"Iya Non, mereka akan kembali minggu depan," ucap pembantunya.
Asyifa hanya diam dan langsung duduk mengambil roti.
Saat baru mau menggigit roti, terdengar suara klakson mobil di depan.
Asyifa buru-buru keluar dan memakan rotinya sambil berjalan.
"Iya Non." kata pembantunya
Asyifa berlari pergi keluar dan langsung masuk ke mobil temannya.
Asyifa dan teman-temannya menuju ke sekolah menggunakan mobil mewah, Daffa baru turun dari bis, saat berjalan menuju sekolah, mereka melewati Daffa hingga air di jalanan terciprat ke baju putih Daffa.
"Sorry, sorry," ucap Kirana teman Asyifa.
"Ya gak apa-apa." Daffa menyeka kotoran di bajunya.
Kirana menjalankan mobilnya kembali, Asyifa hanya menoleh sebentar ke arah Daffa.
Daffa memasuki gerbang sekolah dan langsung menemui satpam sekolah.
"Pagi Pak," ucap Daffa saat melihat salah satu satpam
"Pagi," jawab satpam itu
__ADS_1
"Pak, bisa gak tunjukkan saya jalan menuju toilet," ucap Daffa
"Ah iya, tapi tunggu sebentar ya saya tutup pagar dulu karna 5 menit lagi masuk," ucap satpam
Daffa mengangguk
Satpam langsung menutup pagar sekolah dan menguncinya.
Daffa mengikuti satpam berjalan mencari toilet.
"Apa kamu anak baru?" tanya satpam
"Iya Pak," jawab Daffa
"Ini toiletnya," satpam menunjuk toilet laki-laki.
"Terima kasih Pak, oh ya Pak saya mau tanya lagi, ruang guru sebelah mana?" tanya Daffa
"Dari sini lurus lalu belok kanan nanti ada tulisan ruangan guru," satpam menunjuk ke arah yang dicari.
"Ah iya, terima kasih banyak Pak," ucap Daffa
"Sama-sama, saya pergi dulu." satpam pamit pergi
Daffa sudah dalam toilet.
Lonceng pun berbunyi, Daffa masih di toilet membersihkan baju kotornya.
Daffa buru-buru mencari ruang guru, disaat akan masuk, Pak Hairul keluar dari ruang guru.
"Anak baru kan?" tanya Pak Hairul
Daffa mengangguk
"Saya akan masuk di kelas kamu, ayo bareng saya," ajak Pak Hairul
"Iya Pak." Daffa menutupi baju kotornya saat berjalan bersama Pak Hairul.
__ADS_1