WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
43


__ADS_3

Annisa gak jadi tidur.


"Ada apa?" tanya Reyhan


"Ada satu hal yang belum Ummi ceritakan" ucap Annisa


"Apa?" tanya Reyhan bangkit dan langsung duduk menyandar di tempat tidur.


"Ummi punya seorang kakak kandung yang Abi gak kenal" ucap Annisa


"Oh ya, siapa?" tanya Reyhan penasaran


"Kak Habibah, dia tinggal di Kairo sudah sekitar 8 tahun bersama suaminya tapi dia kenal kok sama Abi cuma kan karna Abi dulu gak terlalu merhatiin anak pemilik pesantren jadi Abi gak kenal sama kami" ucap Annisa


"Kok dia gak datang saat kita menikah?" tanya Reyhan


"Karna kakak punya anak banyak jadi perlu banyak uang untuk buat pasport, untuk beli tiket, jadinya gak cukup uang jika harus ke sini, Ayah dan Ibu di sini juga kan kekurangan uang, belum lagi mau bayar hutang sama Papa Pramana" ucap Annisa


Reyhan menatapnya.


"Tentang uang yang dari Papa jangan terlalu dipikirkan, sebenarnya kami memang ingin memberikan pada kalian tapi karna takut kalian salah paham jadi kami bilang ingin meminjamkan" ucap Reyhan


"Ya benar, jadi biarkan saja Ayah membayarnya, Ayah pasti akan merasa menjual anaknya jika kalian tidak membolehkan dia membayarnya" kata Annisa


"Ya sudah jangan dibahas lagi tentang ini. Memangnya anak kakak ada berapa?" tanya Reyhan


"Ada 6 orang, mau lihat fotonya gak?" tanya Annisa


"Boleh" ucap Reyhan


Annisa bangkit dan langsung membuka album foto yang disimpannya.


"Ini Bi foto mereka, lucu kan Bi?" tanya Annisa


Reyhan mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ummi berharap kita juga punya anak yang banyak seperti kakak" ucap Annisa


"Allah pasti akan mendengar doa Ummi" kata Reyhan


Reyhan kembali membuka album foto dan tersenyum melihat foto Annisa waktu dulu sebelum bercadar.


"Ini foto kapan?" tanya Reyhan menunjuk foto Annisa


"Waktu tamat sekolah" jawab Annisa


"Berarti kalau dulu kita menikah ya saat muka Umi seperti ini ya?" kata Reyhan


Annisa mengangguk.


Reyhan kembali membuka foto lagi dan melihat fotonya saat di pesantren.


"Ini foto yang sering Ummi lihat, Abi masih imut" kata Annisa


Reyhan tersenyum lalu menutup album foto itu.


"Sekarang harus tidur sayang" ucap Reyhan sambil menyimpan album foto di laci.


Annisa menatap Reyhan sebentar lalu berbaring tidur memeluk Reyhan yang juga berbaring .


 


Keesokan harinya


Mbak Ratih datang ke rumah Reyhan, Annisa mempersilakannya masuk.


Syifa sudah berangkat sekolah diantar Reyhan.


Mbak Ratih sudah langsung mulai bekerja, di mulai dari mencuci pakaian.


Annisa menyiapkan makanan untuk pekerja di bantu sama mama mertuanya.

__ADS_1


"Mulai sekarang Nisa gak boleh terlalu capek, harus jaga kesehatan" ucap Bu Janeta


"Iya Ma, tapi untuk memasak Nisa gak akan menyuruh Mbak Ratih karna Mas Reyhan gak suka makan makanan yang dimasak orang lain" kata Annisa


"Ya terserah Nisa, ya sudah Mama antar ini dulu ke depan" ucap Janeta


"Iya" ucap Annisa


Di sekolah Syifa, Syifa sedang bermain di ayunan.


Denada datang menemui Syifa.


Syifa melihat ke arahnya


"Syifa" sapa Denada


"Tante, ngapain di sini?" tanya Syifa


"Ini Mama Nak bukan Tante jadi panggil Mama ya?" ucap Denada


Syifa yang masih polos hanya mengangguk.


Denada memeluk Syifa.


"Maafin Mama karna dulu ninggalin Syifa, Syifa pasti benci sama Mama kan?" ucap Denada


Syifa menggeleng


"Gak kok, kata Ummi kita gak boleh benci sama orang" kata Syifa


"Lain kali mau gak jalan sama Mama?" tanya Denada


"Kata Abi, Syifa gak boleh dekat\-dekat orang gak dikenal" ucap Syifa


"Tapi ini kan sama Mama, oh ya jangan beritahu Abi dan Umminya kalau hari ini kita ketemu" kata Denada

__ADS_1


Syifa mengangguk.


 


__ADS_2