WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
51


__ADS_3

Annisa masuk ke rumah Denada.


Denada duduk menatap tajam ke arah Annisa tanpa menyuruhnya duduk.


"Maaf Mbak, Syifa mana ya?" tanya Annisa


"Syifa nya lagi main di kamar, ayo ikut saya" ajak Denada saat bangkit dari duduknya


Annisa mengikuti Denada ke lantai atas.


Mereka masuk ke sebuah kamar, Annisa heran tidak ada Syifa.


Annisa melihat ke arah Denada, Denada langsung mendorong Annisa ke balkon.


"Mbak" ucap Annisa saat terjatuh ke lantai


Denada menarik cadar Annisa hingga terbuka, Annisa menunduk hingga wajahnya tidak terlihat.


"Syifa bilang Umminya sangat cantik, makanya saya penasaran secantik apa wanita yang menggantikan saya di hati suami dan anak saya" ucap Denada


Denada mengangkat dagu Annisa untuk melihat wajahnya .


Annisa hanya diam saat Denada menatapnya.


"Ah ya ternyata cantik juga, kalau gak cantik gak mungkin Reyhan mau" ucap Denada


"Saya mohon biarkan saya membawa Syifa pulang" ucap Annisa


"Dia anak saya, kamu tidak punya hak membawanya" ucap Denada


Annisa bangkit dan langsung ingin keluar mencari Syifa, Denada menariknya dan mendorongnya ke pagar balkon.


Denada menarik jilbab Annisa, terlihat sudah rambut panjang Annisa.


"Astagfirullah Mbak, tolong kembalikan jilbab saya" ucap Annisa panik


Denada membuang jilbab Annisa ke tanah.


Syifa sedang bermain di halaman bersama Dinda.


Syifa melihat ke atas .

__ADS_1


"Ummi" panggil Syifa


Annisa menoleh


"Syifa" ucap Annisa


Denada menatap mereka dengan kesal.


Reyhan datang dan berlari masuk saat satpam membukakan pintu.


Reyhan melihat ke arah Syifa.


Reyhan mendekat dan langsung melihat ke arah yang dilihat Syifa.


Reyhan kaget Annisa sudah tidak memakai jilbab dan cadarnya.


Annisa menitikkan air mata melihat Reyhan dan Syifa.


Denada menampar Annisa di depan Syifa dan Reyhan.


"Jangan pukul Ummi" teriak Syifa


Reyhan semakin panik melihat Denada memegang Annisa dengan kuat.


"Abi, Ummi takut" ucap Annisa sambil menitikkan air mata


Reyhan ingin berlari masuk tapi terhenti saat Denada tidak sengaja mendorong Annisa hingga jatuh tergantung.


Reyhan menoleh kaget saat mendengar Annisa berteriak.


Reyhan melihat Annisa susah tergantung dan di bantu Denada untuk naik tapi tangan mereka terlepas.


Reyhan berlari ingin menyambut Annisa di bawah tapi Annisa sudah jatuh ke rumput.


Denada ketakutan dan langsung terduduk.


"Ummi" ucap Reyhan sambil mengangkat Annisa dengan panik.


Annisa masih sadar


"Bi, jilbab Ummi" ucap Annisa

__ADS_1


Syifa mengambilkannya dan memakaikannya ke Annisa.


Syifa mengikuti mereka dan langsung berlari masuk ke mobil sambil menangis tersedu.


"Ummi" ucapnya panik


"Ummi gak akan kenapa-kenapa" ucap Reyhan menenangkan Syifa


Satpam bingung melihat mereka.


Di mobil


"Ummi gak apa-apa" ucap Annisa tanpa bergerak.


Reyhan melihat sebentar ke belakang dengan khawatir.


"Maafin Abi" ucap Reyhan


Annisa hanya diam menahan sakitnya.


Mereka sampai di rumah sakit terdekat.


Reyhan buru-buru turun dan langsung membuka pintu mobil belakang dan langsung memegang Annisa.


Annisa meringis kesakitan saat tangannya tersentuh.


Reyhan tidak jadi mengangkat Annisa


"Syifa tunggu Ummi di sini, Abi manggil dokter dulu" ucap Reyhan


Reyhan berlari masuk ke dalam rumah sakit mencari perawat.


Reyhan langsung keluar bersama perawat sambil membawa ranjang dorong.


Reyhan mengeluarkan Annisa dari dalam mobil.


"Tahan ya Ummi" ucap Reyhan


Annisa mengangguk tapi air matanya terus menetes.


Reyhan mengendong Syifa saat mengikuti perawat membawa Annisa.

__ADS_1


__ADS_2