
Sepanjang perjalanan pulang Annisa hanya diam dan melamun.
Reyhan melihat ke arahnya sebentar.
Bu Aisyah juga melihat ke arah Annisa.
Mas Reyhan pasti juga sangat menginginkan anak, begitu juga Mama dan Papa pasti juga ingin punya Cucu, mereka berpura-pura tidak peduli karna tidak ingin membuat Nisa sedih batin Annisa
Sesampainya di rumah semuanya turun.
Syifa menarik tangan Neneknya masuk.
Reyhan melihat ke arah Annisa, Reyhan memegang tangan Annisa.
"Ada apa?" Tanya Reyhan lembut
Annisa hanya diam menatap Reyhan
"Dari tadi diam terus, apa Abi punya salah?" tanya Reyhan
Annisa menggeleng
"Ya sudah kita masuk dulu" Ajak Reyhan sambil menarik tangan Annisa
Mereka masuk ke dalam,Annisa dan Reyhan melihat Bu Aisyah menidurkan Syifa.
"Syifa sudah sama Neneknya, kita juga langsung tidur saja, sudah hampir pukul 11" ucap Reyhan
Annisa menatap ke arah Reyhan
Mereka langsung masuk ke kamar.
Annisa membuka cadar dan jilbabnya.
__ADS_1
Annisa membuka lemari mengambil pakaian ganti untuknya dan juga Reyhan.
Reyhan mendekat dan memegang wajah Annisa.
"Ada apa sebenarnya? dari tadi ummi gak banyak bicara" ucap Reyhan
"Gak ada apa-apa Bi" jawab Annisa
"Ummi gak bisa bohong, terlihat dari mata Ummi kalau Ummi lagi sedih, ayo cerita ada apa?" tanya Reyhan
"Beneran gak ada apa-apa, ini cepat ganti bajunya" kata Annisa
"Abi gak suka Ummi seperti ini" ucap Reyhan lalu mengambil pakaian
Reyhan mengganti pakaiannya begitu juga Annisa.
Annisa menatap Reyhan tapi terlihat ragu ingin bicara.
"Ummi cuma mau minta maaf karna sudah hampir setahun kita menikah tapi Ummi belum bisa memberikan Abi keturunan" ucap Annisa
"Ummi jangan memikirkan ini terus, Abi gak suka Ummi seperti ini, jangan dipikirkan lagi ya" tambah Reyhan
Annisa mengangguk lalu memeluk Reyhan.
"Ummi sayang banget lo sama Abi makanya Ummi takut buat Abi kecewa karna Ummi gak bisa ngasih keturunan" ucap Annisa
"Bukan gak bisa tapi belum bisa, suatu saat pasti bisa kalaupun gak bisa itu gak masalah karna yang terpenting Ummi selalu di sini bersama Abi dan Syifa." ucap Reyhan
"Terima kasih Abi" kata Annisa
Di rumah Denada, Dinda masih menangis karna Denada masih di penjara.
Satrio memegang kepalanya karna stres.
__ADS_1
"Bik tolong urus Dinda dulu, saya ada urusan " ucap Satrio
Pelayannya mengangguk lalu mengendong Dinda.
Pelayannya membujuk Dinda yang terus memanggil mamanya.
"Mama...Mama...Mama" ucap Dinda
"Non, Mama hanya pergi sebentar hanya beberapa hari kok" ucap Pelayannya
"Dinda mau ketemu Mama Bik" ucap Dinda
"Besok kita ajak Papa ketemu Mama, tapi sekarang Dinda tidur dulu" ucap Pelayannya
Dinda mengangguk
Di penjara Denada duduk sedih.
"Kalian akan merasakannya suatu saat nanti" gumam Denada penuh dendam.
Denada melihat ke arah teman penjaranya yang semuanya sudah tidur.
Denada ikut berbaring.
Aku akan melakukan apa pun untuk merebut Syifa batin Denada
Denada menitikkan air mata saat berbaring tapi wajahnya penuh dengan kebencian.
Di rumah Reyhan, Annisa terlihat khawatir.
"Ada apa ?" tanya Reyhan saat melihat Annisa gelisah
"Ummi rasanya gelisah gak tau kenapa" ucap Annisa
__ADS_1
"Nanti kita tahajud bersama" ucap Reyhan
Annisa mengangguk.