
Pagi hari Annisa sudah menyiapkan sarapan dan bekal untuk semuanya.
Semuanya sudah siap-siap, Annisa tersenyum saat melihat mereka semua duduk.
"Nasi goreng pakai telur dadar punya Kak Daffa" ucap Annisa
"Terima kasih Ummi" ucap Daffa
"Sama-sama, ayo cepat makan" ucap Annisa pada semuanya yang sudah menghadap ke arah makanan masing-masing.
Dipertengahan makan.
"Rasanya sudah lama banget gak makan masakan Ummi" ucap Arka
"Ummi gak bakal ninggalin kalian lagi, jadi cepat makannya" ucap Annisa
Annisa lebih dulu selesai makan, Annisa langsung mengambil tas ketiganya lalu memasukkan bekal mereka.
"Abi mau bekal juga?" tanya Annisa
"Gak usah, kan Abi bisa pulang siang, walau Abi di pindahkan ke daerah sini tapi Pak Karman sudah bilang sama bawahannya di sini kalau Abi dibolehkan pulang siang untuk makan siang di rumah" ucap Reyhan
"Alhamdulillah kalau begitu, Pak Karman sangat baik" ucap Annisa
Walau Annisa sedang tersenyum tapi sebenarnya hatinya merasa bersalah.
Maaf Bi karna Ummi, Abi harus kehilangan perusahaan yang sudah susah payah Abi bangun, walau cuma perusahaan kecil tapi itu hasil keringat Abi, 10 tahun ini Abi harus bekerja di tempat orang lain batin Annisa
"Ummi..." panggil Reyhan
Annisa tersadar dari lamunannya dan langsung kembali tersenyum.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Annisa
"Kemarin saat Ummi pergi sama Papa dan Mama, Papa bilang kapan Abi mau menggantikannya?" ucap Annisa
"Papa kan masih sehat, Papa masih bisa mengurus semuanya sendiri hingga Arkananta dan Mahardika dewasa, Abi gak tertarik dengan usaha Papa" ucap Reyhan
Annisa tersenyum ke arah Reyhan.
"Abi, Ummi, Daffa berangkat dulu nanti ketinggalan bis" ucap Daffa
Daffa mencium tangan Reyhan dan Annisa.
"Assalamu 'alaikum" ucap Daffa
"Wa'alaikumussalam" ucap semuanya
"Hati-hati" ucap Annisa
Reyhan juga pamit berangkat langsung mengantar Arka dan Dika ke sekolah karna searah.
Setelah mencium tangan Annisa, Arka dan Dika langsung berlari keluar, Reyhan yang juga berjalan keluar berbalik lagi dan langsung mencium kening Annisa.
"Jangan capek-capek lagi, biar Mbak Ratih yang ngerjain semuanya" ucap Reyhan
Annisa mengangguk.
Daffa baru sampai di halte bis, Daffa turun dari bis dan langsung berjalan masuk ke sekolah.
Tidak lupa Daffa langsung menyapa satpam sekolah dengan ramah.
Daffa berjalan menuju kelasnya, saat lonceng berbunyi, semua murid berlari masuk, Daffa sengaja berjalan belakangan biar gak nyentuh murid perempuan.
__ADS_1
Semua murid melihatnya dengan aneh, Daffa hanya diam menunduk.
Adam teman sebangkunya langsung merangkulnya.
"Ayo masuk" ucap Adam
Daffa mengangguk dan langsung masuk bersama Adam.
Guru pun masuk dan pelajaran bahasa Arab dimulai.
Pak Burhan menjelaskan di depan, setelah beberapa lama menjelaskan, Pak Burhan langsung memberikan soal di papan tulus.
"Yang bisa jawab silakan maju" ucap Pak Burhan
Asyifa ingin maju tapi terhenti saat melihat Daffa berdiri dan melangkah maju.
Asyifa yang sudah berdiri kembali duduk dan melihat Daffa mulai mengerjakan soal di depan dengan mudah.
Pak Burhan tersenyum melihat jawaban Daffa yang semuanya benar.
Asyifa juga tersenyum.
"Semuanya benar, selama ini jarang ada yang bisa mengisi soal dari saya, paling cuma Asyifa yang benar, semuanya gak terlalu fokus pada pelajaran saya, saya bangga sama kamu karna kamu murid baru tapi sudah bisa mengerjakan soal seperti ini" ucap Pak Burhan
Murid yang lain hanya diam mendengarnya.
"Terima kasih Pak, bolehkah saya duduk sekarang?" tanya Daffa
"Silakan" ucap Pak Burhan.
Daffa berjalan menuju bangkunya, Asyifa menatap ke arahnya tapi Daffa sedikitpun tidak melihat ke arahnya.
__ADS_1