WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
season 2 ep 13


__ADS_3

Hari berikutnya


Asyifa sudah berada di sekolah, seperti biasa saat masuk ke kelas, Asyifa melihat bekal di mejanya, kali ini Asyifa tersenyum melihat bekalnya, Daffa melihat sebentar ke arah Asyifa yang tersenyum.


Daffa ikut senyum sambil melihat ke arah lain karna takut terlihat oleh Syifa.


Lonceng pun berbunyi, para murid berlari masuk karna guru sudah berjalan menuju kelas.


Semuanya sudah duduk rapi setelah mengucap salam.


Guru memberikan latihan soal.


Asyifa orang pertama yang selesai, guru melihat jawabannya sambil tersenyum.


Asyifa diperbolehkan keluar, Asyifa mengambil bekalnya baru langsung keluar. Setelah Asyifa keluar, Daffa juga mengumpulkan latihannya, guru kembali tersenyum melihat jawaban Daffa.


Daffa juga mengambil bekalnya dan berjalan keluar.


Daffa melihat Asyifa duduk di taman belakang sekolah.


Daffa duduk dan mulai membuka bekalnya.


Daffa tersenyum saat melihat Asyifa makan bekalnya dengan lahap.


"Astagfirullah," ucap Daffa tersadar dan langsung berhenti menatap Asyifa.

__ADS_1


Daffa langsung makan bekalnya, tanpa disadarinya Asyifa melihat ke arahnya yang sedang makan. Asyifa bangkit dan mendekat, tapi mereka terpisah oleh pohon besar hingga Daffa tidak sadar Asyifa berada di dekatnya.


Adam datang menghampiri Daffa dan ikut makan.


"Oh ya Daffa waktu itu yang jemput loe yang bercadar itu Ibu loe ya?" tanya Adam


Daffa mengangguk. "Dia Ummi saya,"


"Dia pasti cantik kalau wajahnya kelihatan," ucap Adam.


"Kecantikan seorang wanita gak dilihat dari wajahnya tapi dari ahlaknya," kata Daffa


"Ya benar gak ada gunanya cantik kalau menutup aurat saja tidak bisa," kata Adam


"Saya selalu berharap semoga saat saya menikah nanti, saya bisa bertemu dan menikahi wanita seperti Ummi saya." ucap Daffa yang tanpa disadarinya Asyifa mendengar semuanya.


"Loe kemana? keluar duluan tapi ngilang," kata Laras


"Gue ke halaman belakang sekolah, oh ya kalian liat Mama gue gak?" tanya Asyifa


"Iya tadi dia menuju ruang guru, ada apa?" tanya Kirana balik.


"Keluarga kami akan pindah ke luar kota jadi mungkin Mama ngurus perpindahan gue," ucap Asyifa sedih.


"Loe mau pindah? terus gimana dengan kita-kita?" tanya Laras

__ADS_1


"Kita bisa kumpul sebulan sekali kok jangan sedih gitu," kata Asyifa sambil memegang kedua sahabatnya.


"Kita sudah bersahabat dari SMP tapi sekarang harus pisah, gimana gak sedih," kata Laras


"Kita kan bisa nelpon dan video call, sudah jangan sedih lagi," ucap Asyifa yang sebenarnya dialah orang yang paling sedih.


Pulang sekolah Asyifa melihat Daffa pergi ke Mushola lagi padahal baru pukul 11, ternyata Daffa mengaji dulu bersama guru agama islam.


Asyifa mendengar suara Daffa mengaji, matanya mulai berkaca-kaca, karna saat melihat Daffa mengingatkannya pada Annisa yang waktu mengaji suaranya sangat merdu.


Dulu setiap hari Ummi mengajari Syifa mengaji, tapi sekarang Syifa membaca Al-Quran cuma saat pelajaran agama islam batin Asyifa


Tanpa Asyifa sadar, Daffa melihatnya dari balik kaca.


Daffa melihat kesedihan Asyifa.


Asyifa berjalan pergi karna supirnya sudah menunggu bersama Dinda.


Asyifa pun pulang ke rumah, saat mereka masuk Denada sudah duduk di meja makan.


"Siang Ma," ucap Dinda


"Siang, ayo duduk kita makan siang bersama," kata Denada


"Mama tadi ke sekolah sudah mengurus perpindahan Syifa ya?" tanya Syifa

__ADS_1


Denada hanya mengangguk karna gak bisa jawab.


__ADS_2