WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
season 2 ep 11


__ADS_3

Asyifa sudah berada di kamarnya, ditatapnya dirinya sendiri di kaca besar.


Asyifa menatap sedih dirinya yang semakin hari semakin menjauh dari hal positif.


Asyifa menitikkan air mata, Denada yang baru pulang dari luar kota langsung masuk ke kamarnya.


Denada ikut meneteskan air mata dan langsung memeluk Asyifa.


"Maafkan Mama karna membohongimu," ucap Denada


"Kenapa Ma, kenapa Mama tega memisahkan Syifa sama Abi dan Ummi?" tanya Asyifa


"Mama terpaksa melakukan itu karna Mama gak mau kehilangan Syifa, waktu Syifa kecil Mama sangat menyesal meninggalkan Syifa, Mama ingin menemui Syifa tapi Oma dan Opa selalu menghalangi Mama," ucap Denada sedih


"Tapi bukan dengan cara seperti itu kan," kata Asyifa emosi.


"Kalau saja mereka memperbolehkan Mama ketemu kamu sesekali, Mama gak bakal mengambil hak asuh kamu dengan paksa, tapi mulai sekarang karna kamu sudah besar, Mama gak bakal memaksa kamu," ucap Denada


Asyifa tersenyum, "Terima kasih Ma,"


"Pekerjaan Mama dan Papa di luar kota sedangkan kalian di sini, kita akan pindah ke luar kota, Mama pulang untuk mengurus perpindahan kalian," ucap Denada


Asyifa kembali sedih mendengar akan pindah.


"Ya sudah Mama keluar dulu." Denada berjalan pergi keluar dari kamar Asyifa.


Denada menutup pintu kamar Asyifa, saat di luar Denada mulai menangis.

__ADS_1


Mama melakukan ini supaya kamu gak semakin membenci Mama, batin Denada


Sore hari Denada pergi keluar dan menunggu Reyhan di depan tempat kerjanya.


Reyhan baru keluar tapi matanya langsung tertuju pada Denada.


Denada mendekat.


"Aku ke sini cuma mau minta maaf, dan juga mau bilang kalau kami akan pindah ke luar kota tapi Syifa gak mau ikut, bisakah dia kembali tinggal bersama kalian?" ucap tulus Denada.


Reyhan tersenyum mendengarnya. "Terima kasih banyak."


"Ini alamat rumah kami, minggu depan kami pindah jadi jemput Syifa minggu depan saja, jangan beritahu dia dulu," kata Denada


Reyhan mengangguk dan mengambil kertas alamat.


Denada pamit pergi.


Denada masuk ke mobil lalu mulai menitikkan air mata.


Denada melaju pulang begitu juga Reyhan.


Reyhan sampai di rumah.


"Assalamu 'alaikum," ucapnya senang.


Annisa keluar, "Wa'alaikumussalam Bi,"

__ADS_1


Reyhan langsung memeluknya erat dengan bahagia.


"Apa ada kabar baik?" tanya Annisa


"Ayo masuk dulu," ucap Reyhan yang masih penuh senyuman.


Mereka masuk dan langsung duduk di ruang tamu.


"Tadi Denada datang ke depan kantor, terus dia bilang mulai minggu depan Syifa akan tinggal bersama kita" ucap Reyhan


"Alhamdulillah," kata Annisa ikut senang.


"Tapi jangan kasih tau siapa-siapa dulu, karna Syifa juga belum tau," ujar Reyhan


Annisa mengangguk.


"Kita harus nyiapin kamar untuk Syifa," kata Annisa


Reyhan tersenyum ke arah Annisa sambil mengusap kepala Annisa.


"Sudah gak sedih lagi kan?" tanya Reyhan


Annisa mengangguk senang.


"Karna hari ini Abi pulang cepat, jadi biar Abi yang bantu Ummi masak," ucap Reyhan


"Oh ya anak-anak pada kemana?" tanya Reyhan yang sedari tadi gak mendengar suara anak-anaknya.

__ADS_1


"Mereka bertiga pergi jalan-jalan ke pasar malam, kata Daffa pasar malamnya buka dari sore, bentar lagi pulang kok" kata Annisa


"Oh, ya sudah ayo Abi bantu masak, setelahnya baru Abi mandi," kata Reyhan


__ADS_2