WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
67


__ADS_3

Siang hari setelah Syifa pulang sekolah, mereka semua pergi untuk melihat kontrakan.


Riana duduk di belakang bersama Syifa dan Rafa.


Rafa dan Syifa bermain kertas membuat macam-macam bentuk, Riana mengajari mereka berdua.


Annisa melihat ke belakang menatap ke arah Riana yang sudah mulai ceria.


Reyhan melihat sesekali ke arah kaca dan ikut tersenyum.


Sesampainya di kontrakan, semuanya turun dari mobil.


"Ini kontrakannya" ucap Reyhan


Reyhan menurunkan barang-barang Riana.


"Di sini kalian bisa mulai hidup yang baru, lupakan semua penderitaan yang pernah terjadi, Insya Allah kalian akan hidup bahagia" ucap Reyhan


Riana mengangguk


Reyhan memberikan kunci rumah kepada Riana.


Riana mengambilnya sambil tersenyum haru.


"Aku tidak akan melupakan kebaikan kalian, semoga suatu saat aku bisa membalasnya" ucap Riana


"Hiduplah dengan baik, itu sudah cukup untuk kami" ucap Annisa sambil menggenggam tangan Riana

__ADS_1


Riana mengangguk lalu perlahan air matanya menetes.


"Kita masuk dulu, kita sama-sama membersihkan di dalam" ucap Reyhan


Riana langsung membuka kunci kontrakan.


Mereka semua masuk, Reyhan membawa koper Riana masuk, setelahnya Reyhan langsung keluar lagi.


Reyhan duduk di luar sendirian.


Semoga dengan seperti ini, Annisa gak memaksa lagi untuk menikahi Riana batin Reyhan


Di dalam rumah, Annisa dan Riana membersihkan tempat tidur.


"Oh ya Nisa, terima kasih untuk Al-Quran, sajadah dan mukena yang Nisa berikan, Insya Allah mulai saat ini saya akan belajar jadi lebih baik lagi" ucap Riana


"Sama-sama" ucap Annisa


"Saya bahagia bisa mengenal Nisa, walau hanya beberapa hari kita tinggal bersama, tapi banyak pelajaran yang saya dapat dari Nisa" ucap Riana


Annisa membalas pelukan Riana.


Riana meneteskan air mata lagi tapi langsung menghapusnya sambil melepaskan pelukannya.


Setelah membersihkan semuanya, Reyhan dan Annisa pamit pulang.


Setelah kepergian mereka, Riana membuka amplop yang diberikan Annisa.

__ADS_1


Terlihat beberapa lembar uang dari Annisa.


"Allah pasti akan membalas kebaikan kamu Annisa" gumam Riana dengan mata berkaca-kaca.


Riana dan Rafa masuk ke dalam rumah dan langsung menutup pintu.


Di jalan Reyhan tersenyum ke arah Annisa, tangan kirinya memegang wajah Annisa yang tertutup cadar.


"Nanti di rumah ada yang mau Abi bicarakan" ucap Reyhan serius.


Annisa mengangguk.


"Ummi, Syifa ngantuk banget" ucap Syifa yang mulai menguap.


"Ya sudah tidur saja, ini bantalnya, jangan lupa baca doa" ucap Annisa sambil memberikan bantal kecil.


Annisa langsung sedih saat melihat Syifa mulai baca doa dan tertidur.


Kalau sampai Mbak Denada berhasil mengambil Syifa, apa yang harus kami lakukan? rasanya benar-benar gak bisa batin Annisa


Reyhan melihat ke arah mata Annisa dan langsung menepi untuk menghentikan mobil, setelah mobil berhenti Reyhan langsung menghadap ke Annisa.


"Ummi, kenapa sedih?" tanya Reyhan


"Ummi gak mau jauh dari Syifa, bagaimana kalau Mbak Denada menang di pengadilan nanti?" tanya Annisa


"Allah punya rencananya sendiri, seharusnya waktu itu kita gak mencabut tuntutan padanya pasti dia tetap di penjara dan gak akan ganggu kita." ucap Reyhan

__ADS_1


"Ummi gak mau memberikan Syifa padanya, tapi kalau sekedar bertemu itu gak masalah, tapi kalau Syifa sampai tinggal bersamanya Ummi gak bisa, Ummi benar-benar gak mau pisah sama Syifa" ucap Annisa


"Abi akan melakukan apapun supaya Syifa tetap bersama kita, jadi tenanglah" ucap Reyhan saat menenangkan Annisa padahal di dalam hatinya sendiri, Reyhan juga khawatir.


__ADS_2