
Keesokan harinya
Riana melihat Annisa mengurus Syifa mandi dan berkemas.
"Sudah selesai, sekarang Ummi bantu Abi ganti pakaian dulu" ucap Annisa
Syifa mengangguk
Annisa tersenyum melihat Riana yang berada di pintu kamar Syifa.
"Mbak duduk saja dulu," ucap Annisa
"Iya, Nisa lanjutin saja kerjaannya, saya kembali ke rumah sebelah," ucap Riana
Riana langsung pergi, Annisa masuk ke kamar dan menyiapkan pakaian kerja untuk Reyhan.
"Nanti siang tukang jahit yang baru akan datang, Riko yang mencarikan hingga cepat ada" ucap Reyhan
"Ah iya lebih cepat lebih baik" ucap Annisa sambil memakaikan kemeja Reyhan.
Sepertinya karna kehadiran Riana dan Rafa, Annisa jadi melupakan kesedihan kemarin batin Reyhan
"Abi yang akan antar Syifa ke sekolahnya" ucap Reyhan
"Iya, oh ya Bi besok Ummi mau bantuin Mbak Riana cari kontrakan" ucap Annisa
"Itu ide bagus, Abi merasa gak nyaman kita tinggal sama orang lain walau gak serumah tapi dia sering masuk ke sini," ucap Reyhan
"Iya gak baik juga jika ada wanita lain di sini. Oh ya Bi, dalam islam poligami itu diperbolehkan," ucap Annisa
__ADS_1
"Kenapa bahas ini?" tanya Reyhan
"Mbak Riana akan bercerai dengan suaminya, hak asuh anak pasti jatuh ke suaminya, karna kan Mbak Riana belum bekerja, sebenarnya Allah sangat membenci perceraian tapi kan rumah tangganya seperti itu," ucap Annisa
Reyhan langsung mengerti arah pembicaraan Annisa.
"Ummi kan gak bisa memberikan Abi keturunan sedangkan Mbak Riana sudah pasti bisa," ucap Annisa
"Hentikan pembicaraan ini, Abi gak mau dengar selanjutnya," ucap Reyhan
"Tapi Bi, apa salahnya kita membantu dia, lagian kalian pernah saling suka dimasa lalu, jadi akan gampang untuk menjalin hubungan lagi," ucap Annisa
"Kalaupun seumur hidup kita gak bisa punya keturunan, Abi tetap gak akan menikah lagi," ucap Reyhan tegas
"Abi gak habis pikir kenapa Ummi bisa memikirkan hal gak masuk akal seperti ini, membawa Riana ke sini saja itu bukanlah hal baik, Ummi juga tau itu," tambah Reyhan
"Poligami memang boleh, tapi itu kalau bisa berlaku adil, tapi untuk Abi sepertinya Abi gak akan bisa berlaku adil, jadi Abi memilih tidak mau melakukan hal itu," ucap Reyhan
"Tapi jika Mbak Riana bersama kita, hak asuh Rafa akan tetap padanya," ucap Annisa
"Kita bisa membantunya dengan cara lain tapi bukan dengan cara yang Ummi pikirkan tadi, karna sampai kapanpun Abi gak bisa untuk poligami," ucap Reyhan
Mata Annisa mulai berkaca-kaca mendengarnya.
Reyhan memeluk Annisa yang mulai menitikkan air mata.
"Abi akan membantu Riana cari pekerjaan yang layak," ucap Reyhan sambil mengusap kepala Annisa
"Tapi kita gak bisa punya anak," ucap Annisa sedih
__ADS_1
"Kita sudah punya Syifa," ucap Reyhan
"Tapi Mbak Denada sedang berusaha mengambil hak asuh Syifa, bagaimana jika dia mengambil Syifa dari kita, Ummi benar-benar gak bisa membayangkan kehilangan Syifa," ucap Annisa
"Insya Allah Syifa akan tetap bersama kita selamanya, putus asa adalah hal yang gak baik," ucap Reyhan menenangkan Annisa
"Syifa akan telat, ayo keluar," ajak Reyhan
Annisa mengangguk dan melepaskan pelukannya dari Reyhan.
Annisa menghapus air matanya dan langsung memakai cadarnya.
Mereka berjalan keluar kamar.
"Ayo Syifa kita berangkat," ajak Reyhan
"Iya Bi" kata Syifa sambil memakai tasnya
Mereka berjalan keluar, Reyhan mencium kening Annisa sebelum masuk ke mobil, Riana melihat dari rumah sebelah.
Di dalam mobil Syifa melambaikan tangan pada Annisa.
"Da....Ummi assalamu 'alaikum," ucap Syifa
"Waalaikumussalam sayang," ucap Annisa ikut melambaikan tangan.
Riana hanya melihat dengan senyum tipis.
Mas Dion gak pernah seperti itu, Annisa sangat beruntung batin Riana.
__ADS_1