WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
49


__ADS_3

Di jalan Annisa kembali diam.


Reyhan menghentikan mobil di tepi jalan lalu menatap Annisa.


"Kenapa?" tanya Annisa


"Abi mohon Ummi jangan memendam apa yang Ummi rasakan, dari tadi Abi ingin mendengar Ummi yang mulai bicara tentang kejadian kemarin, Abi sudah tau semuanya dari Syifa kalau kemarin kalian melihat Abi bersama Riana" ucap Reyhan


"Ummi tenang saja Abi sama Riana gak seperti yang ada di pikiran Ummi, kemarin anaknya Riana terjatuh hingga kakinya keseleo, Abi bantuin gendong di minimarket lalu mengantar mereka pulang, tapi Riana sama anaknya duduk di belakang kok" ucap Reyhan menjelaskan.


"Tapi Abi gak pulang saat makan siang juga makan malam" ucap Annisa


"Setelah mengantar Riana, Abi pergi ke tempat proyek di luar kota, ponsel Abi habis batrai saat mau ngasih tau Ummi, tempat proyek juga jauh dari pemukiman warga hingga gak bisa untuk ngecas, dan Abi pulang ke kantor hampir Magrib dan kerjaan di kantor sangat banyak makanya lama baru pulang, maafin Abi ya?" ucap Reyhan


Annisa menitikkan air mata menatap Reyhan.


Reyhan memeluknya.


"Maaf karna Abi gak peka, maaf karna Abi sudah menyakiti hati Ummi "


Annisa menggeleng.

__ADS_1


"Ummi yang sudah berburuk sangka pada Abi jadi Ummi yang harus minta maaf, Ummi salah paham, Ummi kira Abi makan siang sama Mbak Riana, Ummi mengira yang buruk tentang Abi, betapa besarnya dosa Ummi" ucap Annisa sambil menangis tersedu.


"Ummi berdosa karna saat Abi pulang kerja Ummi gak menyambut Abi apalagi menyiapkan makanan, maaf karna kebodohan ummi, Abi harus makan makanan dingin" tambah Annisa


"Abi janji jika hal seperti ini terjadi lagi, Abi akan cepat-cepat bilang sama Ummi, tapi Abi bahagia ternyata Ummi bisa cemburu juga" ucap Reyhan


"Ya sudah jangan nangis lagi, gak usah di bahas lagi" kata Reyhan sambil menyeka air mata Annisa.


Annisa mengangguk.


Reyhan kembali menjalankan mobilnya


"Pedagang kecil memang seperti itu, ngambil untung gak terlalu banyak" ucap Annisa


"Ummi kok tau banget tentang pedagang kecil" ucap Reyhan


"Kan Ayah juga punya toko,walau sekarang tokonya besar tapi dulu kan pernah kecil, sewaktu di Kairo Ummi juga kadang bantuin Kakak jualan makanan seperti tadi, Ummi juga jual gamis syar'i buatan Ummi sendiri" cerita Annisa


Reyhan tersenyum


"Ternyata pengalaman Ummi banyak juga ya" ucap Reyhan

__ADS_1


Beberapa waktu berlalu mereka sampai di depan rumah, Syifa yang duduk di teras langsung berlari mendekat.


"Ummi" panggil Syifa


Annisa mengangkat Syifa dan menciumnya.


"Maaf ya hari ini Ummi gak ngurusin Syifa" ucap Annisa


"Gak apa-apa" kata Syifa


Annisa masuk ke kamar membuka cadarnya.


Rasanya benar-benar bersalah sama Abi karna sudah salah paham dan buruk sangka, Abi sangat baik gak mungkin juga melakukan hal yang di larang dalam islam batin Annisa


Annisa melihat ke arah pintu, ternyata Reyhan sudah menatapnya.


"Mikirin apa?" tanya Reyhan


"Ummi hanya memikirkan Abi, rasanya Ummi sungguh merasa berdosa pada Abi, Ummi merasa jadi istri yang gak baik buat Abi" ucap Annisa


"Gak ada lagi wanita yang sebaik Ummi, sehingga saat Abi ingat pernah menolak Ummi dulu rasa penyesalan Abi semakin besar" ucap Reyhan.

__ADS_1


__ADS_2