WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
bab tambahan


__ADS_3

Daffa dan Asyifa keluar dari bandara sambil bergandengan tangan.


Mereka masuk ke mobil, Daffa langsung menjalankan mobilnya.


Daffa membawa Asyifa ke kebun binatang.


"Ngapain ke sini?" tanya Asyifa saat melihat plang kebun binatang.


"Mau pacaran," jawab Daffa singkat


Mereka masuk dan langsung melihat-lihat.


Daffa menggenggam tangan Asyifa sepanjang mereka berjalan.


Pacaran setelah menikah lebih indah batin Daffa


Daffa merangkul pinggang Asyifa.


"Hal ini yang paling ingin kulakukan sejak dulu bersamamu tapi gak bisa," ucap Daffa


Asyifa menatapnya, "Ini juga yang ingin Syifa lakukan sejak dulu sama Daffa hemmm...eh Mas Daffa," ucap Syifa gugup


Daffa tersenyum, "Pasti Ummi yang suruh panggil seperti itu," kata Daffa


Asyifa mengangguk.


"Kalau gak bisa, panggil seperti biasa saja," ucap Daffa


"Hem...nanti terbiasa kok," kata Asyifa


Asyifa langsung membalik badannya melihat ke arah binatang.


Ini pertama kalinya Asyifa datang ke kebun binatang, Ia terlihat sangat bahagia ditambah datangnya bersama Daffa orang yang selalu dipikirkannya sejak sekolah dulu.


Dari dulu ingin sekali jalan berdua sama Daffa ternyata sekarang semuanya terkabul, batin Asyifa


Benar kata Ummi mau terpisah jarak dan waktu kalau sudah jodoh pasti akan kembali, dan sekarang Syifa bahagia banget setelah berpisah lama sama Daffa akhirnya dipertemukan kembali dalam ikatan sesungguhnya batin Asyifa

__ADS_1


Asyifa dan Daffa kembali melihat-lihat, tiada hentinya Daffa menggenggam tangan Asyifa.


Ya Allah Syifa merasa seperti mimpi, rasanya baru kemarin Daffa pergi ninggalin Syifa, sekarang sudah ada di sini jadi pengganti Abi untuk jaga Syifa, tangan hangat ini rasanya gak pengen dilepas batin Syifa


*


Hari berikutnya Asyifa lagi di dapur, sambil menelpon Ia memasukkan sayur ke dalam air mendidih.


"Terus Ummi apa lagi?" tanya Asyifa lewat telpon.


"Ah iya Ummi Syifa ngerti, Syifa tutup dulu telponnya," kata Asyifa sambil memutuskan sambungan telpon.


Asyifa tersenyum melihat masakannya lalu langsung menyajikannya di meja makan.


Daffa yang baru pulang melihat masakan sudah tersedia di meja, Daffa tersenyum tidak yakin.


"Ayo kita langsung makan," ajak Asyifa penuh semangat karna ini pertama kalinya masak sendiri


Daffa duduk bersama Asyifa.


Asyifa panik dan langsung mengambilkan Daffa air minum.


"Gak enak ya?" tanya Asyifa


Daffa hanya diam, Asyifa penasaran dan langsung memakan masakannya.


Asyifa kaget dan langsung tersenyum, "Jangan dimakan lagi," ucap Asyifa yang sudah tau kalau masakannya gak enak.


Daffa tetap memakannya hingga membuat Asyifa panik.


"Jangan dimakan lagi," Kata Asyifa


"Apa yang istri masak pasti semua enak kok," kata Daffa yang masih terus mengunyah.


"Gak, jangan dimakan lagi, nanti masak yang baru saja," Syifa berusaha mengambil makanan Daffa


Daffa menjauhkannya dari Syifa, Syifa langsung berdiri mendekati Daffa lalu berusaha mengambil piring Daffa.

__ADS_1


Daffa tetap tidak memberikannya dan langsung menggesernya ke tengah meja lagi.


Asyifa ingin mengambilnya, tapi Daffa langsung menarik Asyifa hingga terjatuh ke pangkuannya.


Seketika darah Asyifa rasanya berdesir, jantungnya berdetak cepat saat Ia duduk dipangkuan Daffa, ditambah Daffa perlahan melingkarkan tangan di pinggang Asyifa.


Asyifa menatap lama ke arah Daffa yang juga terus menatap wajahnya.


Daffa juga merasakan hal yang sama, perlahan Daffa mendekatkan wajahnya membuat Asyifa gugup, Asyifa menunduk karna malu ketahuan masih grogi.


Asyifa mengepalkan tangannya menahan rasa groginya, Daffa tersenyum lalu langsung mencium kenikg Asyifa, Asyifa ikut tersenyum saat bibir Daffa berada di keningnya, Daffa langsung menurunkan bibirnya menuju pipi Asyifa, Asyifa masih tetap diam menerimanya, lalu Daffa menurunkan ciumannya kembali hingga ke bibir Asyifa, Asyifa langsung memejamkan matanya, tangannya merangkul leher suaminya itu.


Daffa melepaskan ciumannya, "Aku mencintaimu Asyifa," kata Daffa saat menatap mata Asyifa yang sudah terbuka.


"Aku juga mencintaimu," kata Asyifa yang langsung memeluk suaminya dengan erat.


*


4 tahun berlalu, Dua orang anak kecil berlari ke arah Daffa yang baru pulang dari mengajar.


Kedua anak kecil itu sedikitpun tidak punya kemiripan karna tidak ada ikatan darah tapi mereka tetap saudara sesusu.


"Ayah...!" panggil kedua anak kecil itu


Daffa tersenyum melihatnya, terlihat Asyifa berjalan mendekat, Daffa langsung merangkul pinggangnya Asyifa dan mencium pipinya.


"Adinata dan Aditya sudah bisa punya adik lagi," bisik Daffa pada telinga Asyifa


Asyifa tersenyum mendengarnya.


Jodoh Allah yang menentukan, seberapa jauh jarak kita dengan jodoh kita pasti pada waktunya akan dipertemukan dalam ikatan yang sah, batin Asyifa.


*


*End*


Episode tambahannya cukup segini aja ya kalau kepanjangan ceritanya jadi gak jelas, sekarang jangan lupa baca novel saya yang judulnya Akhir yang bahagia, nanti bakal ada akhir yang bahagia musim kedua.

__ADS_1


__ADS_2