
Beberapa minggu kemudian
Sebelum menjemput Syifa di sekolah, Annisa pergi ke kantor Reyhan mengantarkan makan siang, dikarenakan hari ini Reyhan sibuk.
Annisa masuk kedalam, pegawai menyapanya saat Annisa masuk.
Annisa berjalan menuju ruangan Reyhan dengan langkah pelan.
Reyhan sedang tidak di ruangannya jadi Annisa duduk menunggu sambil mengirim pesan ke Reyhan.
Reyhan yang baru selesai rapat langsung membuka pesan di ponselnya.
Reyhan langsung pergi dari ruang rapat dan menuju ruangannya.
"Assalamu'alaikum Ummi" ucap Reyhan sambil membuka pintu dengan penuh senyuman.
"Waalaikum salam Abi" jawab Annisa
"Makan siang untuk Abi?" tanya Reyhan saat mendekat dan mencium kening Annisa.
Annisa mengangguk
"Ummi harus jemput Syifa sekarang jadi makan siangnya Ummi taruh di sini, jangan lupa di makan" ucap Annisa
"Ya sudah Abi antar ke depan ya!" ucap Reyhan
Annisa mengangguk.
Reyhan menggenggam erat tangan Annisa saat mereka berjalan keluar.
Di depan kantor
"Jangan pulang telat ya Abi" ucap Annisa
"Ya, hati-hati di jalan" ucap Reyhan
Annisa langsung mencium tangan Reyhan dan berjalan pergi.
__ADS_1
"Da.... Abi" ucap Annisa melambaikan tangan
"Da....sayang" balas Reyhan
Annisa langsung masuk ke mobil
Annisa menuju ke sekolah Syifa.
Di sekolah Syifa sudah keluar, Denada tersenyum ke arahnya.
"Mama" panggil Syifa sambil memeluk Denada
"Ayo ikut Mama pulang ke rumah Mama" ajak Denada
"Bentar lagi Ummi jemput Syifa" ucap Syifa
"Nak dia itu bukan Ibunya Syifa, Mama yang melahirkan Syifa jadi cuma Mama Ibunya Syifa" ucap Denada mempengaruhi Syifa.
"Tapi Ummi baik, nanti dia panik nyariin Syifa" ucap Syifa
"Dia cuma pura-pura baik, saat dia punya anak nanti, Syifa akan dibuangnya" ucap Denada
Syifa mengangguk, Denada memegang tangan Syifa sambil berjalan menuju mobil.
Saat Annisa sampai, Annisa kaget karna Syifa belum keluar.
Annisa masuk ke kelasnya.
"Assalamu'alaikum Bu" ucap Annisa
"Waalaikum salam" ucap guru Syifa
"Bu liat Asyifa Iftina gak?" tanya Annisa
"Tadi sudah dijemput Tantenya" ucap guru Syifa
"Tantenya?" tanya Annisa bingung
"Iya, tadi saya liat Tantenya yang jemput, hampir setiap hari Tantenya ke sini tapi baru tadi pulang bareng" ucap Bu guru
__ADS_1
"Namanya siapa?" tanya Annisa
" Bu Denada" jawab Bu guru
Annisa kaget dan langsung pamit pergi.
Annisa melaju ke sekolah lama Syifa untuk menanyakan alamat Dinda anaknya Denada.
Setelah mendapatkan alamatnya, Annisa melaju mencari alamat Denada.
Annisa melihat rumah besar milik Denada.
Terlihat 2 satpam berjaga.
Annisa mengirim pesan
* Ummi ada di rumah Mbak Denada, dia membawa Syifa tanpa izin Ummi, ini alamatnya jl.semanggi no 65 gak jauh dari sekolah lama Syifa * pesan Annisa
Reyhan yang sedang sibuk masih sempat membuka pesannya.
Reyhan kaget membacanya dan langsung berlari pergi meninggalkan pekerjaannya.
Riko kaget melihat Reyhan panik.
Riko melihat Reyhan melaju.
Annisa memberi salam, ternyata kedua satpamnya non Muslim jadi tidak menjawab.
Satpam membukakan Annisa pintu pagar.
"Mau cari siapa?" tanya Satpam
"Saya mencari Mbak Denada, apa ini benar rumahnya?" tanya Annisa balik
"Ya benar silakan masuk" ucap satpam
Satpam membawa Annisa untuk menemui Denada.
Annisa berjalan pelan mengikuti satpam sambil melihat halaman sekitar rumah.
__ADS_1