WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
73


__ADS_3

Annisa sudah dipindahkan ke kamar rawat.


Reyhan menatap Annisa yang masih berbaring tidak sadar di depannya.


Rasanya baru kemarin Nisa tersenyum, tapi kenapa hari ini tidak ada sedikitpun ekspresi Nisa batin Reyhan


Pak Pramana memegang pundak Reyhan.


"Annisa pasti sadar" ucap Pramana


Reyhan mengangguk


"Hak asuh anak jatuh ke tangan Denada, kenapa masalah harus datang bertubi-tubi seperti ini" ucap Reyhan


"Semoga Denada tidak melarang kita untuk bertemu Syifa" ucap Pramana sedih saat ingat Syifa.


Ya Allah kenapa cobaan terasa sangat berat batin Reyhan.


Bu Janeta dan Bu Aisyah melihat bayi Annisa dan Reyhan, kedua bayi laki-laki itu di masukkan dalam kaca, jadi mereka cuma bisa melihat dari kejauhan.


Bu Aisyah menatap sedih kedua cucunya.


Bu Janeta berjalan menuju tempat duduk, Bu Janeta melamun memikirkan Syifa.


Semoga Syifa baik-baik saja, Ya Allah lindungilah ketiga cucuku dan juga satu-satunya menantuku batin Bu Janeta


Air mata Bu Janeta mulai menetes lagi.


Reyhan keluar dari ruang rawat Annisa.

__ADS_1


Reyhan berjalan menuju mushola rumah sakit lagi untuk sholat Asar.


Reyhan berwudhu masih dalam keadaan sedih.


Perlahan Reyhan melangkah masuk dan langsung menunaikan sholat Asar.


Setelah Sholat Reyhan duduk agak lama sambil air matanya terus menetes.


Seorang Ustadz yang juga habis sholat mendekat ke samping Reyhan saat melihat kesedihan Reyhan.


Reyhan langsung mengusap air matanya saat melihat Ustadz itu.


"Sebelumnya mohon maaf mengganggu" ucap Ustadz itu.


"Gak apa-apa" ucap Reyhan yang memaksakan senyum


"Istri saya koma setelah melahirkan bayi kembar kami, anak pertama saya juga dibawa sama mantan istri saya, saya hanya merasa kenapa cobaan untuk saya seberat ini" ucap Reyhan yang kembali sedih


"Semakin beriman kita kepada Allah, maka semakin besar ujian yang diberikannya, jadi bersabarlah setelah gelap pasti akan terbit terang" hibur Ustadz itu.


"Apa yang harus saya lakukan Ustadz" ucap Reyhan


"Sibukkan diri dengan membaca Al-Quran dan berdzikir, Insya Allah kesedihan kita akan menipis" ucap Ustadz


"Ya saya akan melakukannya, terima kasih Ustadz" ucap Reyhan


"Saya do'akan istri anda cepat sembuh dan semoga kalian semua bisa berkumpul lagi" ucap Ustadz


"Aamiin..." kata Reyhan

__ADS_1


Ustadz pun pamit pergi, Reyhan juga pergi dan kembali ke kamar rawat Annisa.


Reyhan melihat Mamanya bersiap pulang.


"Ma, nanti saat Mama ke sini lagi, tolong bawakan Al-Quran" ucap Reyhan


"Iya, Mama cuma mau ngambil barang kalian kok" ucap Janeta


Janeta dan Pramana keluar dari rumah sakit dan langsung pulang menuju rumah Reyhan.


Sesampainya di rumah tangis Janeta langsung pecah saat melihat rumah sepi.


"Apa kita masih bisa bertemu Syifa" ucap Janeta pada Pramana


"Jika Denada masih punya hati pasti bisa" ucap Pramana.


"Kalau Syifa tau keadaan Ummi dan adik-adiknya pasti sekarang dia sangat sedih" ucap Janeta


Janeta masuk ke kamar Reyhan untuk mengambil beberapa pakaian ganti, Pramana mengambil Al-Quran dan tasbih di tempat sholat.


Janeta juga mengambil dua album foto yang ada di laci.


Setelah barang-barang dimasukkan dalam tas, Janeta masuk ke kamar Syifa.


Air matanya menetes terus menerus saat melihat barang-barang Syifa yang masih tertata rapi.


Hari ini pasti Syifa belum sempat main batin Janeta.


(Vote kalian sangat penting untuk saya, terima kasih)

__ADS_1


__ADS_2