WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )

WANITA BERCADAR ( ISTRI DAN IBU TERBAIK )
71


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu Annisa dan Reyhan melihat perkembangan janinnya, mereka tersenyum melihat gambar bayinya yang sudah lengkap.


"Harus istirahat total, jangan lagi mengerjakan pekerjaan yang berat, karna ini kan kembar jadi butuh extra hati-hati" ucap Dokter


Annisa mengangguk.


Setelah keluar dari ruang Dokter, Annisa dan Reyhan berjalan menuju parkiran mobil.


"Mau jalan ke taman dulu?" tanya Reyhan


"Boleh" ucap Annisa


Reyhan membuka pintu mobil untuk Annisa.


Annisa masuk begitu juga Reyhan.


Reyhan langsung menjalankan mobilnya menuju taman.


Sesampainya di taman, Annisa langsung turun bersama Reyhan, Reyhan menggenggam erat tangan Annisa. Mereka berjalan hingga dekat pohon. Di bawah pohon mereka duduk sambil melihat ke arah danau.


banyak orang yang sedang naik perahu bersama keluarganya.


"Puasa tahun ini pasti akan sangat indah" ucap Reyhan.


"Setiap tahun juga sangat indah" kata Annisa


"Biasanya kita cuma bertiga tapi nanti akan berlima" ucap Reyhan bahagia.


Annisa menatap ke arah Reyhan yang terlihat sangat bahagia.


Reyhan juga menatap ke arah Annisa.


"Ini sudah beberapa bulan tapi kenapa Mbak Denada gak menyerah juga" ucap Annisa


"Ummi tenang saja, Abi juga gak akan menyerah, Syifa akan tetap bersama kita" ucap Reyhan


Annisa mengangguk.


"Ummi jangan terlalu memikirkan hal ini, sekarang kesehatan Ummi yang terpenting" ucap Reyhan

__ADS_1


"Iya" ucap Annisa yang sebenarnya sangat khawatir.


Annisa kembali melihat ke arah danau.


Mereka pulang ke rumah, Syifa berlari menyambut mereka.


"Assalamu'alaikum" ucap Annisa


"Waalaikumsalam Ummi" jawab Syifa.


Syifa menarik Annisa masuk.


"Ummi ini ada undangan dari sekolah" ucap Syifa


"Ah iya Ummi buka ya" ucap Annisa


Reyhan juga mendekat dan melihatnya.


"Kami pasti datang saat kenaikan kelas" ucap Reyhan


"Semoga nilai Syifa bagus dan juga naik kelas" ucap Annisa


 


Hari kenaikan kelas pun tiba, orangtua murid kelas 1 berdatangan.


Reyhan dan Annisa juga datang.


Mereka sudah duduk di bangku yang disediakan.


Syifa mendekat ke Annisa dan Reyhan.


Saat acara baru akan dimulai, tiba\-tiba Denada datang dan duduk di dekat mereka.


Annisa dan Reyhan hanya saling melihat.


"Syifa sayang, gak apa ya Mama datang" ucap Denada


Syifa mengangguk.

__ADS_1


Acara pun di mulai, Guru pun mulai bicara di depan, saat pengumuman ranking ternyata Syifa dapat ranking 3.


Annisa dan Reyhan memeluknya senang dan bangga.


Denada hanya melihat ke arah mereka.


Syifa memeluknya juga.


"Mama bangga sama Syifa" ucap Denada


Setelah acara pembagian raport selesai, mereka berjalan keluar menuju parkiran.


"Ma, Syifa pulang dulu" ucap Syifa pada Denada.


"Iya hati-hati sayang" kata Denada tersenyum.


Syifa melambaikan tangan saat sudah di dalam mobil, Denada juga melambaikan tangan hingga mobil mereka tidak terlihat lagi.


Aku gak akan menyerah untuk mendapatkan Syifa, walau sidangnya lama batin Denada


Di dalam mobil, Annisa melihat ke arah Syifa.


Reyhan membawa Annisa dan Syifa ke tempat makan.


Mereka turun dari mobil, Syifa berjalan sambil memegang perut Annisa.


"Dedek bayi pasti lapar" ucap Syifa


Reyhan tersenyum mendengarnya.


"Kalau Kakaknya lapar sudah pasti adiknya juga lapar" ucap Reyhan


"Bentar lagi Dedek bayi akan lahir, Syifa gak sabar ingin melihatnya" ucap Syifa


"Masih 2 bulan lagi mau melahirkan, masih lama" ucap Annisa


Mereka langsung duduk dan memesan banyak makanan.


Syifa masih memegang perut Annisa.

__ADS_1


__ADS_2