Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)

Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)
Akhirnya kau Kembali?


__ADS_3

Sudah tiga hari lamanya, Elvano tidak enak diam. Pikirannya selalu saja tertuju pada Alisha, Erik sering sekali menasehatinya agar mengikhlaskannya, tapi Elvano malah berbalik marah.


Karena baginya, apa yang sudah menjadi miliknya, akan tetap manjadi miliknya, sampai kapanpun itu.


''Tapi El, dia pergi atas kemauannya sendiri kan, kau jangan menyiksa dirimu begini,'' ucap Erik yang terus bicara.


''Rik, sebaiknya kau diam! jangan ikut campur masalah pribadi ku!''


Erik pun terdiam, bermaksud hati hanya ingin menyadarkan Elvano atas perbuatannya yang mengurung anak gadis orang tanpa adanya ikatan, siapapun akan lari jika seperti itu, terlebih lagi gadis itu masih di usia yang sangat muda yang pastinya akan labil dalam urusan perasaan.


Elvano menenggak lagi minumannya. Sudah ada lima botol kosong didepannya, namun Elvano masih saja merasa kurang. Ya Elvano peminum handal, dia tidak pernah mabuk dalam jumlah yang baginya itu hanya sedikit, karena minuman alkohol adalah kebutuhannya.


Saat Elvano akan menenggak botol berikutnya, Erik segera merebut itu dari tangan Elvano dan membuat dia marah padanya.


''Brengsekk! kau ini apa-apaan, hah! berikan!''


''Tidak El, ini akan merusak organ tubuh mu. Aku berjanji akan menemukan wanita mu itu, dan melemparnya padamu. Sekarang kau puas!''


''Sial!'' Elvano berlalu dari sana menuju lift untuk dia pergi kekamar VVIP yang sudah dikhususkan untuk Elvano sebagai pemilik bar itu.


Erik sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dia sangat menyayangi Elvano, karena Elvano tidak memiliki siapapun lagi. Ayahnya yang dulu memang mantan bos mafia telah tewas di tangan musuhnya, ibunya meninggal disaat persalinan adik Elvano. Dan Erik lah yang menemani Elvano sejak dulu bahkan sejak Elvano belum mengerti arti dari kata Mafia.


Ayah mereka masih memiliki ikatan saudara, dan keduanya pun gugur dalam pertempuran dalam waktu yang berbeda, dan mereka besar dalam didikan seorang mafia yang sekarang juga sudah pensiun karena usianya yang tidak lagi muda.

__ADS_1


Erik meremat tangannya sendiri, ia bertekad untuk menemukan keberadaan Alisha demi sahabat nya itu.


Kedudukan memanglah lebih tinggi Elvano tapi Erik lah yang lebih mengerti bagaimana caranya agar seorang mafia berkamuflase dan menempatkan sebuah tawanan agar tidak tercium oleh sang musuh.


''Tiger? ck, nama yang buruk. Kenapa tidak dolphin? aku tahu kalian dimana! tunggu sebentar lagi, aku akan mengambil tawanan kalian.'' Gumam Erik dengan tekad yang kuat.


Elvano masuk kedalam kamarnya, kepalanya terasa sangat sakit, yang mungkin faktor tidur yang tidak teratur karena semenjak Alisha pergi, Elvano sangat jarang tidur di tambah malam ini dia minum sebanyak lima botol dengan kadar alkohol diatas 20 persen.


Masuk dengan memegangi kepalanya, matanya yang mulai kabur melihat seseorang duduk di atas ranjangnya, dengan hanya memakai sebuah lingerie seksi, bahkan lekuk tubuhnya sangat transparan terlihat.


''Alisha?'' lirih Elvano.


Entah kenapa ia melihat wanita itu adalah Alisha, ya benar-benar Alisha. Gadis yang dia cari-cari ternyata memunculkan dirinya sendiri bahkan dengan penampilan yang sangat berbeda.


Elvano tersenyum dengan tangannya mengunci pintu memastikan kalau pintu itu benar-benar tertutup dengan benar karena dia tidak ingin ada yang mengganggu waktunya berduaan dengan Alisha, pikirnya.


Berjalan dengan sempoyongan karena rasa sakit yang menyerang tengkuk lehernya, tangan gadis itu terulur menyambut mesra Elvano yang langsung ambruk di atas tubuhnya.


Jari-jari lihai Elvano menyentuh rambut juga wajah gadis yang dilihatnya itu adalah Alisha. Menyelipkan anak rambut kebelakang telinga, sampai gadis itupun mengeluarkan suara desisan yang membuat Elvano semakin terangsang.


''Akhirnya kau kembali,'' ucap Elvano dengan suara yang berat.


Hemmmmsss..

__ADS_1


''Kamu sangat menggoda Al, apa boleh aku men-jamah tubuh molek mu?''


''He'em... '' sahut gadis itu hanya dengan gumamannya karena sentuhan Elvano yang sangat menggairahkan seluruh tubuhnya.


Tanpa aba-aba, Elvano segera mengecup bibir merah gadis itu. Ciuman yang awalnya bergerak begitu lembut, kini semakin lama semakin menuntut. Tangan kanan Elvano semakin menekan tengkuk leher gadis itu seakan tidak ingin pagutannya terlepas dengan cepat.


Kecapan demi kecapan terdengar memenuhi ruangan, saling bertukar lidah bahkan lenguhan pun semakin terdengar sangat eksotis.


Tangan besar Elvano merobek lingerie seksi gadis itu hanya dengan satu kali hentakan, hingga sepasang buah da-da pun terpampang nyata di depan matanya.


Bak, seekor anjing mantap sebuah tulang, Elvano terlihat menatap damba pada dua gunung kembar itu yang bergantung dengan sangat indah.


Mata dan pikirannya telah dirasuki setan, yang dia lihat dan pikirkan hanya Alisha bahkan wanita itupun ia lihat sebagai Alisha.


Kini kepala Elvano sudah tenggelam diantara gunung kembar itu, menggigitnya dengan sedikit kencang sehingga gadis yang sedang dipermainkan hasratnya akhirnya berteriak lirih.


Nafas Elvano memburu, dia beranjak dari sana dan akan melepaskan celanaku. Gadis itupun yang melihat Elvano akan memulai aksinya, sudah bersiap dengan merebahkan tubuhnya dan melipat kedua kakinya tepat di hadapan Elvano.


...Elvano sudah bersiap akan melepaskan rudalnya itu, tapi ketika mendengar suara gadis itu, gerakannya tertahan....


''Silahkan Tuan, aku sudah sangat pasrah. Bermainlah dengan puas!''


Elvano mengangkat pandangannya yang masih terlihat kabur, menggelengkan kepalanya sebentar dan tangan mengusap kelopak matanya, berusaha agar dapat melihat wajah gadis itu yang ternyata bukanlah Alisha seperti yang Elvano kira sebelumnya.

__ADS_1


''Erik!!!!!'' teriak Elvano dengan sangat kencang sehingga membuat gadis yang sedang menunggu serangan Elvano, terjingkat kaget dan menutup tubuhnya dengan selimut karena pintu yang dibuka secara tiba-tiba dengan cara mendobraknya.


__ADS_2