Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)

Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)
Aku Tidak Peduli!


__ADS_3

Mood Erik telah memburuk, karena dokter canrik itu yang lagi-lagi bersikap acuh padanya, terlebih lagi Elvano mlah mentertawakannya. Malu, sedih, marah bercampur menjadi satu tapi pria yang tinggi akan rasa percaya diri itu berusaha menutupi itu semua dengan bersikap tetap cool.


Ia melangkah mendekat ke arah tiga orang itu, yang bahkan dari ujung matanya ia masih melihat kalau sahabatnya itu masih saja mentertawakannya tanpa suara.


"By..., sudah!" bisik Alisha dengan menyiku perut suaminya karena dapat mengerti kalau saat ini Erik tengah merasa malu.


"Ok ok, kalau begitu kita pamit duluan saja ya, aku sudah menghubungi Hito untuk mengantarkan mobil untukmu," ucap Elvano dengan sisah tawanya dan bahkan sampai ujung matanya pun berair.


Erik mengangguk dan kemudian memberikan kontak mobilnya pada Elvano.


"Tuan Erik, kita pamit ya," ucap Alisha berpamitan dan di angguki juga oleh Erik.


Seperginya sepasang suami istri itu, Erik pun berniat pergi ke lobby rumah sakit sembari menunggu Hito orang kepercayaan Elvano datang. Tapi belum sampai langkah ke sepuluh, Erik pun berhenti karena menyadari sesuatu.


Dengan perlahan ia berbalik badan dan benar dugaannya kalau ada orang yang membuntut dibelakangnya, yan tak lain adalah wanita yang ditolongnya tadi. "Kenapa kau mengikutiku?"


"Tuan Erik, aku boleh ikut ya," ucapnya memelas.


"Whait! kau tahu namaku?!" Wanita itu mengangguk pelan.


"Nona tadi memanggilmu, Tuan Erik 'kan?" Bibir Erik membulat membentuk huruf 'O' tapi sesaat kemudian iapun memicing tajam.


"Apa maksudmu, boleh ikut? kau mau ikut aku, begitu?" wanita itu mengangguk lemah dengan ekspresi semelas mungkin.

__ADS_1


"Big no! kau pergilah! aku sudah cukup menolongmu hari ini dan bahkan sampai membuat dahlia ku merajuk karena dirimu!" tolak keras Erik.


"Tapi Tuan, mereka pasti masih mencariku dan pasti juga masih berada dirumah sakit ini."


"Aku tidak peduli, kau bukan urusanku!" Erik berbalik tapi wanita itu tidak menyerah, dia tetap mengikuti langkah Erik. "Tuan mereka itu adalah suruhan ibu tiriku, mereka ingin melenyapkanku. Aku mohon tolong aku,'' rengeknya.


"Cih! kau pikir kau ini cinderella, yang hidup didunia dongeng, aku tetap tidak peduli!" Erik terus melangkah sampai ke  Entrance rumah sakit tapi wanita itu tetap mengikutinya dengan sesekali memohon agar Erik membawa serta dia dari sana.


"Tuan ku mo-"


"Itu dia!"


Suara seseorang membuat wanita itu dan juga Erik menoleh, dan ternyata pria yang tadi mengejar sang wanita kini sudah berada tak jauh dari mereka. Erik berdecak kesal karena lagi-lagi naluri prikemanusiaannya muncul kembali, dengan berdecak kesal diapun terpaksa menarik tangan wanita itu dan secara kebetulan juga Hito pun datang.


Dilihat dari kaca mobil, mereka menunjuk-nunjuk mobil yang dibawa Hito, entah apa yang akan terjadi nantinya. Erik  memijat pangkal hidungnya dengan pelan, karana dia dapat memprediksikan bagaimana nantinya karena telah ikut kedalalm masalah seseorang yang bahkan tidak ia kenal. Takut? tentu tidak, tapi dia sedang memikirkan bagaimana caranya Dokter Lita luluh padanya, kalau dia sudah melihat Erik bersama dengan wanita lain di lift tadi.


"Sekali lagi terima kasih Tuan Erik, aku berhutang budi padamu,'' ucap wanita itu tapi Erik hanya meliriknya sedikit.


"Aku Ayuza Bernies," ucapnya lagi yang kini sudah mengulurukan tangannya tapi lagi-lagi Erik bersikap acuh padanya.


"Hito kita berhenti di gedung Hotel depan sana,'' kata Erik yang mengacuhkan jabatan tangan wanita yang memperkenalkan namanya dengan Ayuza Bernies dan malah bicara pada Hito, orang kepercayaan Elvano.


"Mau apa Tuan?" tanya Hito.

__ADS_1


"Mau apa lagi, mengantarkannya kesana lah!" Mendengar iti Yuza tentu panik, ia takut ditemukan lagi dengan pemb*unuh bayaran itu.


"Tuan ku mohon jangan! aku takut, lagipula saat ini aku tidak memiliki uang untuk menyewa kamar hotel," rengeknya lagi.


"Masalah biaya sewa, biar aku yang urus. Yang penting kau jauh-jauh dariku!" ucapan Erik yang begitu nyalang membuat Yuza menundukan kepalanya, matanya tiba-tiba basah dan beberapa saat kemudian Erik telah mendengar suara isakan yang sangat lirih dari sampingnya, yang tak lalin itu berasal dari wanita yang bernama Ayuza itu.


"Apakah aku memang wanita yang buruk? sehingga semua orang tidak menginginkan keberadaan ku. Huuff..., kalau begitu, Tuan tolong hentikan mobilnya, aku akan berhenti didepan sana." Dan Hito pun menhentikan laju mobinya di sebuah persimpangan jalan yang terlihat sangat sepi itu.


"Sekali lagi terima kasih," ucapnya lagi yang kemudian keluar dari sana, dan Erik tidak sama sekali mencegahnya dan justru menganggukan kepalanya pada Hito agar melanjutkan perjalanan.


Roda mobil sudah kembali berputar meninggalkan wanita itu dipingggir jalan. Mata Hito terus melihat kekaca spion melihat wanita itu yang berjalan dengan pelan dan bahkan terlihat tangannya menyeka air mata.


"Maaf Tuan, apa Anda yakin meninggalkan wanita itu dijalan seperti ini?"


"Biarkan dia, aku tidak peduli, yang penting aku sudah menolongnya, dia tinggal mencari jalannya sendiri untuk selanjutnya," sahut Erik.


"Tapi Tuan, sepertinya orang itu menemukannya lagi,"  ucapan Hito membuat Erik seketika memutar kepalanya seraya mengumpat, "Shitt!!" Bugh! Erik memukul jok mobil, "Putar balik!'' pekik nya.


TBC>>>>...


            \~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Mampir juga ke Novel teman ku ya guys...

__ADS_1



__ADS_2