Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)

Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)
Dikukung Rindu


__ADS_3

BOOMM !!


Ledakan keras itu terdengar sangat menakutkan, saat ini Alisha sedang berada di pelukan Elvano di ambang pintu.


Entah apa yang sebenarnya terjadi, Alisha pun tidak mengerti, kenapa ada ledakan bom disana.


''Kau tidak apa-apa?'' tanya Elvano dengan khawatir.


Alisha masih memejamkan matanya dengan rapat, dia gemetaran takut, tidak berani bergerak dan tidak berani juga membuka matanya. Elvano melihat ke arah ledakan itu berasal. Tempat yang hampir dituju oleh Alisha, jika pengawalnya tidak segera memberitahu, entah bagaimana nasib wanitanya itu.


''Bereskan itu! aku akan membawanya kekamar.''


Hanya membutuhkan sekali gerakan, Alisha kini sudah berada di gendongannya, membawanya dengan hati-hati menuju ke kamar. Dengan fokus ia hanya menatap wajah Alisha yang matanya masih saja terpejam dengan yang kuat.


Elvano menahan tawanya, dan dengan jahil ia meniup wajah Alisha, matanya berkedip dalam pejaman, semakin membuat Elvano gemas padanya.


''Buka mata mu, apa yang kau takutkan.'' Bisik Elvano.


''A–aku takut ada bom susulan,'' sahut Alisha dengan polosnya.


''Memangnya kau kira dengan cara mu menutup mata, bom itu tidak akan meledak, hhmm?''


''Tapi aku takut dengar suara ledakan itu,'' lirihnya lagi.


''Seharusnya yang kau tutup itu telinga mu, bukan matamu bodoh!'' seru Elvano dengan gemas.


''Eh?''


Alisha membuka matanya, dan tersenyum dengan malu. Benar apa yang di katakan Elvano, kenapa juga dia harus menutup matanya sedangkan yang dia takuti adalah suaranya.

__ADS_1


Elvano meletakkan Alisha di ranjang dengan pelan, duduk di sebelahnya. Menatapnya dengan teduh sehingga membuat Alisha gugup dibuatnya.


''Jika suatu saat nanti, kau mendengar sesuatu tentang ku, aku harap kau bertanya lebih dulu padaku, hmm?''


Alisha mengangguk samar, entah kenapa dia merasa semakin hari wajah Elvano semakin terlihat tampan, senyumannya yang rupawan, bahkan sangat jarang sekali terlihat, yang mungkin saja hanya pada Alisha dia tersenyum.


''Nanti malam aku akan pergi, mungkin sekitar 3 hari aku tidak akan menemanimu di sini, kau tidak apa-apa kan aku tinggal sendiri?''


''Tiga hari? memangnya Anda akan ke mana, Tuan?''


''Aku ada pekerjaan yang harus aku urus, aku harap kamu bisa mengerti.''


''Ya aku mengerti, Anda hati-hati, Tuan.''


''Aku akan selalu hati-hati. Jika kamu yang memintanya'''


*


Ya kejadian penembakan waktu itu membuat Alisha selalu dihantui rasa bersalah dan ketakutan, takut akan terjadi hal yang sama pada Elvano, walaupun memang awalnya sasaran tembakan itu untuknya.


Pintu diketuk dari luar, Alisha segera menghampiri dan membukakan pintu itu dengan wajah tersenyum, karena dia berharap orang yang saat ini, sedang ia pikirkan datang, namun nyatanya tidak, orang yang mengetuk pintu itu ternyata seorang pelayan wanita yang membawakan segelas air susu untuknya.


''Ini Nona,'' seru pelayan wanita itu memberikan segelas susu pada Alisha.


Dengan wajah murung Alisa hanya mengangguk dan mengambil gelas berisikan susu itu dari tangan pelayan.


Bagai tahu apa yang saat ini tengah nona nya pikirkan pelayan itu mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Alisha.


''Buat apa?''

__ADS_1


''Hubungilah tuan nona. karena saya yakin Tuan pun sedang memikirkan Anda .''


''Pelayan itu pun berlalu setelah berpamitan dan tinggalah seorang diri Alisa di sana yang masih di ambang pintu.


''Bagaimana cara pakainya?''


''Nona tunggu!'' cegah Alisha.


Pelayan yang baru saja pergi segera memutar lagi langkahnya untuk menghampiri Alisa yang masih berdiri di pintu.


''iya nyonya?''


''Ini bagaimana cara pakainya?''


''hah?''


''Maaf selama ini aku tidak pernah memakai ponsel,'' lirih Alisha.


Mungkin siapapun akan terkejut mendengar ucapan Alisha karena di zaman canggih seperti ini semua orang pasti memiliki gawai yang memang, sangatlah penting dan ternyata masih ada orang yang tidak pernah mempunyai gawai ataupun hanya memegangnya.


''Begini saja non, ini non bisa tekan angka satu itu akan langsung terhubung ke ponsel Tuan George, ahmmm maksudku Turan elvano dan setelah berbunyi menandakan telepon anda tersambung Anda bisa menekan ini ataupun langsung ditempelkan ke telinga.''


''Ya aku juga mengerti Kalau misal sambungan telepon sudah tersambung pasti aku dengarkan lewat telinga.''


Pelayan itu menahan tawa merasa lucu dengan apa yang dikatakan oleh Alisha


''Baik, kalau begitu aku pinjam dulu ya, nanti akan aku kembalikan.''


'Benarkah Aku merindukan tuan Elvano?' Atau mungkin dia merindukan tuan muda Kim Taehyung.

__ADS_1


Alisa kembali mondar-mandir dia bingung harus menghubungi atau tidak, yang kemudian dia pun menekan angka 1 pada layar dan langsung tersambung oleh Elvano di sana.


__ADS_2