Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)

Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)
Aksi Heroik Erik


__ADS_3

"Putar balik!'' pekik Erik yang tidak tega melihat Yuza berdiri pasrah saat orang yang tadi mengejarnya itu datang.


Dengan sekali putaran tangan, Hito pun memutar balikan mobilnya kembali ke arah Yuza.


Yuza sudah ditarik dan akan dimasukan kedalam mobil tapi satu peluruh mendarat di badan mobil yang menmbuat semuanya terjingkat kaget dan melihat ke badan mobil yang sudah bolong karena timah panas itu.


Dengan raut wajah yang marah para pria itu mencari sang penembak yang ternyata berasal dari seseorang yang berdiri beberapa meter dari mereka, dengan menyenderkan tubuhnya di kap mobilnya.


"Sialan! berani sekali kau, hah!" ucap pria dengan wajah yang terdapat luka jahitan di pipi kanannya.


Erik yang melihat orang itu mendekat dengan senjata tajam ditangannya, bukan merasa takut tapi justru dia malah terkekeh ditempatnya. "Ck, muka buruknya itu sangat menyebalkan!" ucap Erik dengan pelan tapi seperti sengaja diperdengarkan uintuk orang itu.


"Apa urusan mu pada kami, hah!"


Erik hanya mengangkat pandangannya namun dengan tatapan yang cukup tajam, bibirnya terangkat sebelah seakan menantang orang itu.


"Cih! kau mencari masalah jika berurusan dengan kami!" ucapnya lagi yang kemudian melangkah maju dnegan mengacungkan senjata tajm itu pada Erik, dan...


Dorr!!


Amunisi itu keluar lagi namun bukan berasal dari senjata Erik melainkan dari Hito yang kini berdiri disamping mobil, yang melepaskan pelurunya dan mengenai tulang kering kaki orang itu, karena mellihat Erik yang akan diserangnya.

__ADS_1


Erik menolehkan kepalanya lalu berdecak. "Ck, tidak seru! kenapa kau malah menembaknya sekarang," kata Erik dengan pelan dan bahkan seakan tidak mempedulikan jeritan kesakitan orang itu.


Yuza yang kini masih menjadi tawanan mereka mellihat Erik dan Hito yang kini berhasil melumpuhkan ketua preman itu tentu merasa tertegun, ia tidak menyangka kalau orang yang tadi dimintai pertolongan bukan orang biasa, tapi siapa sebenarnya mereka? batin Yuza bertanya-tanya.


"Brengsek! serang mereka!" perintah orang yang sedang menahan Yuza.


Preman atau yang dikenalnya sebagai pembunuh bayaran itu yang berjumlah llima orang, seketika berlarian ke arah dua pria yang kini berdiri santai diluar mobilnya.


Yuza yang melihat itu tentu merasa panik serta khawatir karena dari jumlah orang pun pihak Erik akan kalah karena dia yang hanya dua orang dan lawannya berjumlah lebih banyak dari mereka.


"Kenapa, apa kau khawatir pada salasatu pria itu? apa dia kekasih mu, nona manis?" tanya pria yang masih menahan Yuza dengan tangan besarnya.


"Jangan bicara, mulutmu mu bau!" sahut Yuza dengan frontal yang tentu membuat pria itu kesal dengan ucapan Yuza. Dan... Plak! tangan besar itu mendarat tepat dipipi mulus Yuza sehingga tercetak jelas bentuk tangan disana.


Dorr!! tembakan itu lepas lagi dan kini mengenai lengan kiri orang yang tadi sudah menampar Yuza. Yuza yang melihat itu terkejut bukan main, bahkan raut wajahnya menggambarkan rasa syok, tangannya terlepas dari kungkuhan pria yang sudah terduduk disamping mobil dengan darah yang mengalir deras dari luka tembak dilengannya.


Yuza menoleh ke arah Erik dan para preman tadi, yang tenyata entah sejak kapan, para preman yang menangkap tadi, sudah terkapar semua dengan macam-macam luka dan ditengah mereka Erik berdiri dengan santai menatapnya.


Erik menggedikan kepalanya pada Ayuza yang langsung mengerti arti dari gerakan kepala Erik. Ya Erik meminta Ayuza untuk segera masuk kemobilnya.


*

__ADS_1


Dirumah sakit, Lita yang sedang menangani pasien kerap tidk fokus dengan pasiennya itu, entah kenapa matanya seakan-akan terus melihat dua orang yang tengah berpelukan erat didalam lift yang kini membuat konsentrasinya terganggu.


"Dok, bagaimana? apa saya bisa melahirkan normal?" tanya seorang pasien padanya.


"Apanya yang normal?"


"Hah?"


"Astaga! maafkan saya Nyonya, saya sedang kurang fokus. Baik akan saya jelaskan lagi." Sang pasien hanya mengangguk dengan wajah bingung.


"Dengan riwayat penyakit yang diderita Nyonya, kecil kemungkinan Anda bisa melahirkan normal, tapi itu hanya prediksi saja, semua kita serahkan pada yang kuasa, yang terpenting Nyonya bisa terus berpikiran positif, istirahat yang cukup dan jaga kesehatan," jelas Dokter Lita pada pasiennya.


Pasien itu adalah pasien terakhirnya hari ini, karena jam kerjanya pun telah berakhir dan akan di gantikan dokter lain untuk sift selanjutnya. Ia tengah mencuci wajahnya di wastafel toilet rumah sakit, satu hal yang membuat dia tidak mengerti, kenapa bayang-bayang Erik dengan wanita itu terus menari-nari di ingatannya.


Lita menepuk wajahnya beberapa kali, mencoba menyadarkan dirinya sendiri dari bayangan yang membuat dia hilang konsentrasi.


"Ayolah Lit! kenapa juga kau malah memikirkannya, ingat dia bukan siapa-siapa mu, juga bukan urusan mu!" ucapnya pada diri sendiri.


TBC>>>....


            \~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


Mampir juga ke novel teman ku ya guys...



__ADS_2