Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)

Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)
Hormon Wanita Hamil?


__ADS_3

Suara tangisan bocah itu membuat orang-orang yang berlalu lalang seketika turut memperhatikan Elvano dan anak tersebut, bahkan tidak sedikit juga yang menatap Elvano seakan pria itu adalah pelaku kejahatan. Elvano yang di tatap seperti itu tidak sama sekali merasa risih karena yang dia fokuskan haya anak kecil itu.


"Hey bosah aku hanya ingin meminjam tongkat mu itu, kenapa kau malah menangis?"


"Wajah Paman galak... ," anak itu merengek dalam tangisannya.


"Hay..."


Anak kecil itu sedikit menurunkan ritme tangisnya dan menoleh ke seseorang yang menyapanya dan berjongkok didepannya. "Kenapa kamu menangis, sayang?" tanya wanita itu.


"Paman itu galak," sahutnya dan wanita itu mengangkat kepalanya menatap Elvano yang hanya diam dengan raut yang begitu datar.


"Galak? galak bagaimana maksudmu?"


"Paman itu ingin mengambil mainan ku."


"Hei! aku hanya ingin meminjamnya bukan mengambilnya darimu," potong Elvano yang tidak terimma dengan apa yang dituduhkan oleh anak kecil itu padanya.


"Berikan sebentar!" Elvano merebut egrang itu dari bocah yang masih menangis teredu-sedu, dan berlalu ke arah dinding.


"Tidak apa-apa ya, paman itu hanya meminjam saja," ucap wanita itu pada anak-anak.


Elvano memndongak keatas lalu mencoba memukul buah yang bergelantungan dengan tongkat egrang. Setelah mencoba beberapa kali akhirnya buah itupun berjatuhan, Elvano mengambilnya dan kembali melangkah kearah pemilik egrang itu.


"Ini, kukembalikan. Sudah kubilang hanya meminjam 'kan!"


"Tuan, Anda meminjam itu hanya untuk mengambil buah mentah itu?" tanya wanita yang sejak tadi memperhatikan nya.


"Hmm." Tanpa berrkata apapun lagi Elvano ingin melangkah pergi namun sebelum menjauh wanita itu memanggilnya kembali.


"Tuan, maaf?"


Elvano berbalik, dan seakan bertanya dengan raut wajahya yang datar.


"Bukankah sebaiknya Anda mengucapkan terima kasih padanya," ucap wanita itu yang sedikit menggedikan kepalany ke arah anak yang sedang mengusap airmata dengan lengannya.


Elvano berdecak lalu seraya mengucapkan, "Terima kasih. Puas?" Wanita itu tersenyum lembut kearahnya tapi Elvano tidak merespon itu.


"Aku mau itu!" ucap anak itu dengan menunjuk mangga yang Elvano pegang.


"Kau mau ini?" anak itu mengangguk, "Ambil sendiri disana.'' Sahutan Elvano ternyata membuat Anak kecil yang tadi kembali menangis.

__ADS_1


Huaaaaaa!!!!!!


"Astaga, Tuan bisakah Anda memberikannya satu saja, Anda 'kan masih meiliki dua mangga lainnya.''


Elvano mendengus dan akhirnya memberikannya pada anak itu, "Ini! berhentilah menangis."


"Terima kasih ya Tuan," ucap wanita itu dengan suara yang begitu lembut.


"Saya Tania, Anda?" Wanita itu mengulurkan tangannya menunggu Elvano yang bahkan tidak ada niatan untuk menyambut jabatan tangannya itu.


Dengan rasa kecewa, wanita bernama Tania itu menarik tangannya kembali dan mencoba memasang raut wajah setenang mungkin. "Untuk apa mangga itu, Tuan? Kalau Anda mau saya  bisa memberikannya lebih," ucap wanita itu yang membuat Elvano mengernyitkan alisnya.


"Aku pemilik rumah itu."


Sungguh Elvano sangat merasa malu karena ternyata aksinya dilihat langsung oleh pemilik rumah yang buahnya telah ia curi, tapi bukan Elvano kalau tidak jago menyembuyikan ekspresinya. "Oh tidak, ini saja cukup," jawab Elvano dengan sisah rasa malunya.


"Aku memiliki yang sudah masak, apa Anda mau?' Wanita bernama Tania itu menawarkannya lagi dengan sangat ramah.


"Tidak, karena istriku hanya menginginkan buah yang masih mentah ini."


Jawaban Elvano membuat raut wajah wanita itu yang semula tersenyum ramah kian berubah datar, seakan merasa kecewa dengan jawaban Elvano.


anpa berkata apa-apa lagi bahkan tanpa ada niatan untuk sekedar terima kasih atapun kata maaf karena buah yang telah ia ambil tanpa izin itu, Elvano berlalu begitu saja kearah mobilnya yang terdapat sang istri yang pastinya sudah menungunya sejak tadi.


"Honey, ini buahnya?" ucapnya lagi.


"Hmmm, terima kasih," sahut Alisha dengan begitu cueknya.


Elvano merasa heran kenapa Alisha tiba-tiba bersikap dingin seperti itu, tapi dia tidak berpikiran lebih karena menurutnya memang seperti itulah hormon wanita hamil. Ia menarik perseneling lalu menginjakan kakinya pada pedal gas melajukan kendarannya.


Sesampainya di rumah, Elvano yang baru saja akan keluar mobil tapi tiba-tiba suara Alisha menghentikan geraknya.


"Wanita tadi cantik ya, By?"


Alis Mata Elvano menyatu karena belum mengerti apa yang di maksud oleh Alisha.


"Wanita mana?"


"Ck, pura-pura tidak tahu. Jelas-jelas tadi saja berbincang cukup lama," gumamnya yang seperti sengaja di perdengarkan untuk Elvano.


Tanpa berkata apapun lagi, Alisha keluar mobil begitu saja tanpa menungu Elvano yang seperti biasa akan membukakan pintu untuknya.

__ADS_1


BRUKK!


Elvano terjingkat karena Alisha menutup pintu dengan membantingnya. "Dia kenapa sih!" ia pun ikut keluar untuk mengejar langkah istrinya.


"Nyonya?" sapa penjaga pintu tapi Alisha tidak menyahutinya seperti biasanya.


Alisha melangkah ke arah sembarangan. "Isshhh... dimana sih tangganya," gerutu Alisha.


"Sayang kau mau kemana?" tanya Elvano yang berhasil mengejar langkahnya.


"Kekamar," sahutnya dengan ketus.


"Kekamar? tapi kok kesini? tangganya sebelah sana, honey."


"Sudah tahu!" sahut Alisha masih dengan nada yang ketus lalau melangkah pergi, "Sejak kapan sih itu tangga ada disana!"


Elvano yang mendengarnya hanya ternganga, "Memangnya sejak kapan itu tangga bisa berpindah tempat?" ia memperhatikan langkah Alisha yang sudah menaiki anak tangga dan kembali menyusulnya.


"Oh iya." Elvano mencari palayan lalu memanggilnya. "Bersihkan ini lalu nanti antar kekamar!" perintah Elvano pada pelayan itu kemudian berlalu untuk kekamarnya.


Dikamar,  Alisha duduk ditepi ranjang dengan menghadap kearah jendela yang terbuka lebar, mendengar pintu terbuka ia hanya meliriknya sedikit. "Honey, aku mandi dulu ya," ucap Elvano yang melangkah mendekat kearahnya.


"Honey?" panggilnya tapi Alisha tidak menjawabnya lagi, ia hanya melirik dan membuang pandangannya kearah lain.


"Honey, kau kenapa sayang?" Elvano duduk di sampingnya dan mengusap rambutnya namun tangan Elvano ditepis Alisha.


"Hubby belum menjawab pertanyaan ku!"


"Pertanyaan apa?"


"Wanita tadi cantik 'kan?"


"Wanita?" Elvano terdiam mengingat-ingat wanita mana yang di maksud Alisha.


"Wanita pemilik rumah itu?" Alisha tidak menjawab ia hanya meliriknya dan mendengus kesal.


Elvano mengulumkan senyumannya melihat wajah Alisha yang cemberut seperti itu yang bahkan membuat kecantikannya bertambah berkali-kali lipat dimatanya.


        \~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Mampir juga kenovel teman ku ya guys...

__ADS_1



__ADS_2