
Mobil berwarna hitam metalik berhenti di sebuah bangunan megah yang disebut mereka sebagai markas. Ya orang yang berada dalam mobil itu adalah Erik dan Hito beserta seorang gadis yang memperkenalkan dirinya dengan nama Ayuza Bernies.
Erik dan Hito sudah keluar dari mobil tapi tidak dengan Ayuza, ia masih terdiam didalam mobil. Rasa syoknya yang tadi melihat para preman yang tergeletak dengan luka yang cukup parah dan bahkan sepajang perjalanan ia terus melirik ke senjata yang Erik pegang.
Tenggorokannya terasa kering, ia takut dan mengira kalau dia memang sudah terbebas dari kandang buaya dan malah masuk kekandang singa.
"Tuan Erik? dia bagaimana?" tanya Hito yang menghentikan langkah Erik.
"Ck, kau urus dia, aku malas!" sahut Erik yang kemudian berlalu pergi masuk kedalam markas, dan ternyata berpapasan dengan Dion yang akan keluar.
"Rik?" panggil Dion dan Erik berdecak kesal karena lagi-lagi orang menghentikan langkahnya.
Dion memundurkan langkahnya melihat pakaian Erik yang ada sedikit bercak noda yang sudah ditebaknya adalah noda darah. Tanpa bertanya, Dion hanya menggedikkan kepalanya sedikit yang artinya ia bertanya kenapa.
"Tanya Hito, aku mau mandi.'' Erik berbalik dan meninggallkan Dion tanpa sebuah jawaban.
Dion mengernyitkan alisnya, lalu menoleh mencari keberadaan Hito yang ternyata sedang berada di samping mobil yang seperti sedang berbincang dengan seseorang. Dion memiringkan keplanya ingin melihat siapa yang masih beradan didalam mobil.
"Hah? siapa dia?" gumam Dion yang melihat seorang gadis muda didalam mobil sana.
__ADS_1
Karena penasaran Dion pun mendekat kearah Hito yang sedang membantu gadis itu turun dari sana. Mata Dion menatap Yuza dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Dan tatapannya terhenti di jaket milik Erik yang saat ini sedang gadis itu kenakan.
Yuza yang merasa di paerhatikan dengan tatapan intimidasi tentu ketakutan. Dia pun bersembunyi dibelakang tubuh besar Hito. "Eh?" decih Hito yang tidak mengerti.
"Hito? dia siapa?" tanya Dion membuat Hito menoleh. "Entahlah, aku juga belum mengerti, Aku bawa dia masuk dulu, permisi."
Dion menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Masa bodo! aku sudah sangat telat," gumamnya yang baru ingat kalau dai akan pergi menemui kliennya.
Hito mengantarkan Yuza kesebuah kamar yang sering digunakan Erik saat dia sedang malas pulang ke apartemennya, ya seperti yang sudah Author katakan kalau tempat itu hanyalah sebuah Markas, bukan tempat tinggal utama mereka.
"Sementara kau istirahatlah disini. Kamar yang lain belum dibersihkan,'' ucap Hito begitu lembut berbeda dengan Erik yang terus berbicara ketus padanya.
"Tuan Erik mungkin sedang dihalaman belakang atau di kolam renang, nanti juga dia akan menemuimu."
"Baik, terima kasih, Tuan-'
"Hito, panggil aku Hito saja," potongnya.
Hito pun berlalu pergi meninggalkan Yuza disana. Yuza menutup pintu kamar dan duduk ditepi ranjang, matanya memperhatikan sekeliling, barang-barang yang tersusun rapidenagn warna dominan ke hitam dan abu-abu, seperti kamar seorang pria kebanyakan.
__ADS_1
Tubuhnya yang terasa lelah karena seharian ini ia terus berlari untuk menghindari kejaran para preman itu, ia hempaskan kekasur yang sangat nyaman itu, ingatannya kembali ke adegan saat pria penyelamatnya yaitu Erik memeluknya karena untuk memnyembunyikannya dari para preman itu.
Ya dia menganggap Erik sebagai penyelamatnya. Dan entah mengapa dia merasa nyaman dengan pelukan hangat itu walaupun memang Erik kerap bersikap tidak ramah padanya.
"Tapi apa Dokter wanita itu kekasihnya?"
Karena sudah sangat lelah akkhirnya Yuza pun tertidur di kasur dengan posisi terlentang dan kakinya yang tergantung.
Beberapa saat kemudian pintu terbuka, bukan pintu kamar melainkan pintu kamar mandi yang ada dikamar. Seorang pria tampan yang hanya memakai handuk yang dililitkan dipingang, berjalan tanpa melihat depan karena tengah sibuk dengan gawainya dan tangan lainnya menggosokan rambutnya yang basah dengan handuk lainnya.
Ia meletakan bokongnya begitu saja di tepi kasur lalu merebahkan tubuhnya disisi ranjang lainnya, yang bahkan dia belum juga menyadari keberadaan orang lain disana. Dan pada saat ia memiringkan badan, betapa terkejutnya ia melihat seorang gadis yang terlelap disana.
"Hei! sedang apa kau disini?" pekiknya dan membuat Yuza yang tertidur langsung terbangun.
"Tuan Erik? Aaakkkkhhh!!" Yuza menjerit lalu menutupi wajahnya dengan bantal. Ya pria itu adalah Erik, pemilik kamar itu.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Mampir juga ke novel teman ku yaa....
__ADS_1