Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)

Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)
Mengabaikan Ancaman Elvano


__ADS_3

Sejak Alisha menceritakan kisah hidupnya itu sampai saat ini, pikiran Elvano benar-benar terganggu karena apa yang dikatakan Alisha terhadapnya. ''Ya aku sangat membenci bahkan mengutuk pada orang yang berbuat demikian!''


Hatinya ada rasa takut. Takut jika Alisha mengetahui latar belakangnya yang memang sangat terkenal jahat dan sadisnya. Apa Alisha akan pergi meninggalkannya? itulah pertanyaan yang sering menghantui pikiran-nya.


Diruang yang temaram, karena memang tidak ada pencahayaan dari satu bolham pun di sana. Elvano duduk seorang diri, sudah tiga jam lamanya dia tidak melakukan apa-apa, hanya duduk dengan menghadap jendela kaca yang langsung melihat gelapnya malam.


Bimbang, takut, khawatir. Elvano mengetuk-ngetuk jarinya pada kursinya, dia benar-benar mengkhawatirkan sesuatu yang bahkan belum tahu kelanjutannya.


Alisha Purnama, gadis yang terus menganggu dirinya di alam bawah sadarnya, datang dengan tersenyum sampai membuat hatinya bergetar. Dan disaat ia menemukannya didunia nyata, ia malah merasa khawatir akan kehilangannya.


''Apa aku harus jujur?'' gumam Elvano setelah tiga jam lamanya membisu.


Tok Tok Tok


Pintu diketuk dari luar, Elvano memejamkan matanya karena kesal, merasa terganggu dengan suara ketukan itu. Sebelumnya dia sudah mengatakan pada anak buahnya untuk tidak menggangunya beberapa jam kedepan, tapi baru saja tiga jam ia mengurung diri sudah ada gangguan dari luar yang entah siapa.


Suara ketukan itu terdengar lagi, lagi dan lagi. Menghela nafasnya sebentar lalu beranjak dari duduknya. Menekan tombol yang ada di remote control sehingga membuat pintu itupun terbuka dengan sendirinya.


Dua orang pria bertubuh besar berdiri disana dengan wajah yang panik, alis mata Elvano menyatu dengan sempurna.


''Katakan!'' kata Elvano dengan tegas.


''Nona! nona Alisha tidak ada dikamarnya!'' Mata Elvano seakan ingin keluar dari tempatnya. Marah, dia sangat marah saat ini. Ternyata ancamannya hari itu tidak di anggap oleh Alisha.


Melangkah dengan sangat cepat, tubuh besar kedua anak buahnya pun dia terjang begitu saja. Berjalan menuju kamar Alisha, melihat ranjang yang kosong dan mencarinya juga didalam kamar mandi, Alisha tetap tidak ada.


Emosinya memuncak, pajangan yang ada di atas meja menjadi sasaran amukannya begitu juga pada beberapa anak buahnya. satu persatu mendapatkan bogeman mentah dari Elvano karena telah lalai sehingga gadis tawanannya bisa melarikan diri.

__ADS_1


''Cari dia! sampai ketemu! kalau tidak, kalian yang akan bertanggung jawab atas kelalaian kalian sendiri!''


''Baik Tuan!'' jawab serentak beberapa anak buahnya yang kemudian berpencar untuk mencari keberadaan Alisha.


''Kamu di mana Alisha, Apa kamu sangat ingin lari dariku?'' ucap Elvano dengan rahang yang mengeras.


Elvano ikut mencarinya, dia tidak sabar untuk memberi pelajaran pada gadis itu, yang abai dengan ancamannya hari itu. Mencari ke seluruh tempat area Mension, namun dia belum juga menemukannya.


Sejak kapan Alisha pergi, apa saat dia mengunci diri selama tiga jam itu. Tapi kenapa? bukankah beberapa jam lalu mereka sudah lebih akrab, lalu kenapa Alisha melarikan diri darinya.


Elvano tampak putus asa, dia kesal, marah, kecewa. Bukankah dia sudah berusaha bersikap baik pada gadis itu, lalu apa sikapnya tidak sama sekali terlihat ataupun dianggap? Elvano mengusap wajahnya dengan kasar. Harus kemana dia mencarinya.


Dihalaman belakang, di bagian tempat yang tergelap, disanalah Alisha saat ini sedang bersembunyi. Entah keberanian apa yang merasuk ke dalam pikirannya, tapi dia benar-benar tidak ingin berada di kungkuhan seorang Elvano, dia ingin bebas dan mencari orang tua aslinya.


Tangannya gemetar kala mendengar suara kaki yang melangkah, dan dapat terlihat itu adalah anak buah dari Elvano yang terus kah menyadari kepergiannya.


Menunggu kondisi aman, barulah Alisha mengendap-endap untuk pergi, namun rencana itu sekarang sirna karena ternyata banyaknya anak buah Elvano yang sudah berpencar untuk mencarinya.


Tersirat dalam benaknya, siapa sebenarnya Elvano ini, kenapa dia memiliki anak buah sebanyak ini? lalu pengaruh apa dari kepergian dia, sehingga Elvano menyuruh mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencarinya.


Ekor matanya dapat melihat sosok Elvano yang berdiri di tengah-tengah halaman belakang, ''Kenapa raut wajahnya seakan mengisyaratkan kekecewaan juga kekhawatiran, siapa yang saat ini ia khawatirkan? apa aku?'' gumamnya.


Beberapa hari ini dia mempelajari seluruh sudut tempat untuk dia melarikan diri, dan ada sebuah pintu mati yang ternyata mengarahkannya untuk keluar langsung. Tapi bahkan pintu itu sekarang sudah dijaga oleh beberapa pria bertubuh besar.


''Apa aku menyerah saja, dan kembali kekamar?'' Tekatnya mulai runtuh.


Tapi jika dia tetap berada di sana, akankah dia bisa menemukan orang tua kandungnya? dilema itu seakan bergejolak didalam pikiran-nya.

__ADS_1


Suara langkah kaki terdengar lagi, dan semakin mendekat.


Dan...


Eummmm


Sebuah telapak tangan sudah menutup mulutnya dan menyerat nya kebagian tempat yang entah dimana, Alisha pun tidak tahu itu.


Alisha terus memberontak, tapi tangan besar itu seakan tidak perduli, seseorang itu semakin membawa nya jauh dari sana.


Dan disinilah, dibalik tembok besar, yang diselimuti tumbuhan yang menjalar ke beberapa bagiannya bahkan sudah ditumbuhi lumut juga.


Alisha mengerjap sesaat, seorang pria berperawakan tinggi berada di depannya, dan masih meletakkan tangannya di mulutnya, dengan kasar Alisha menepisnya kala melihat dia tengah lengah.


Sstttt


Pria itu meletakkan jari telunjuknya pada bibir ranum Alisha, yang membuatnya seketika merapatkan mulutnya.


'Pria ini komplotan Elvano atau malah sebaliknya? pikir Alisha.


"Kamu siapa?" tanya Alisha dengan nyalang.


"Ssstttt... pelankan suara mu, kalau tidak mau anak buah tuan Elvano menyeret mu kembali padanya," ucapnya dengan berbisik.


"Aku Deva, kamu sangat ingin pergi dari sini kan?" tanyanya dan Alisha hanya memberikan anggukan.


"Ini simpanlah, ini kunci untuk membuka pintu yang ada di timur, tunggu beberapa saat setelah semuanya terlihat senggang. Aku akan membantu untuk mengalihkan perhatian, hmmm?"

__ADS_1


__ADS_2