Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)

Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)
Aku tidak Sebaik Itu


__ADS_3

Dion menatap kesal pada pemimpin orang-orang yang berseragam hitam itu. Ia duudk dengan menyilangkan kaki seakan memang dia adalah korban yang suci padahal sebaliknya. Dengan raut wajah rasa bersalah pria yang memiliki tanda pengenal yang tergantung di lehernya dengan nama Joni, ia pun menghadap Dion.


"Tuan, maafkan kami sudah datang dengan informasi yang tidak valid, saya akan pastikan tidak akan terjadi seperti ini lagi," ujar pemimpin mereka pada Dion yang mendengus kesal.


"Seperti apa yang ku katakan dari awal, jika kecurigaan kalian tidak benar, aku akan menuntut kallian semua. Dan sekarang memang apa yang kalian tuduhkan itu benar tidak terjadi 'kan?" Semua terdiam, tidak ada yang berani mengangkat kepalanya.


"Jangan pernah mengambil tindakan jika memang tidak mengantongi bukti yang jelas. Bisa saja yang memberitahu kalian itu adlah musuh bisnis kami yang sebenarnya merekalah pelakunya," lanjut Dion.


Dion mengambil ponselnya yang ada di saku celananya, menekan nomor seseorang untuk ia hubungi. Mata Dion seakan mata seekor elang laparyang menatap lapar mangsa-mangsanya. "Tim 86 datang dan menghancurkan tempat ku dengan membawa informasi tuduhan palsu. Kau harus bisa urus mereka!" tegas Dion pada seseorang di sebrang telpon sana yang seperrtinya adalah komandan tim dari mereka.


Mendengar itu, pemimpin tim 86 terlihat menghela nafasnya pasrah, dia tahu kalau dia dan timnnya akan mendapatkan sebuah hukuman, yaitu pemecetan kewenangan tanpa adanya penghormatan.


Seperginya mereka, Dion menggedikan kepalanya kearah dinding yang roboh pada pekerjanya yang langsung di angguki dengan patuh.  Dan Erik pun keluar dari ballik lukisan besar itu.


"Ulah siapa kali ini?" tanya Dion.


"Reymon, karena tempo hari dia mendatangiku untuk menawarkan kerja sama untuk pasokan nuklir, tapi aku menolaknya dengan tegas," jelas Erik.


"Kanapa?"


"Tentu saja Elvano yang memerintahku. Kau tahu sendiri Reymon itu orang yang licik dan Elvano tidak ingin bekerja sama dengan orang yang liciknya dibawah rata-rata, karena nantinya akan menjadi bumerang bagi kita."


"Itu berarti setelah ini kita akan mendapatkan kabar penangkapan Reymon?" tanya Dion dan merekapun tertawa bersama.


*


Di mansion George.


Alisha tengah memakan buah yang di siapkan Elvano untuknya di meja makan. Dengan lahap ia terus memasukan potongan buah pir dan apel, juga buah naga itu kedalam mulutnya, Elvano yang sedang mengupas kulit jeruk hanya terkekeh gemas melihat istrinya karena lucu.

__ADS_1


"Pelan-pelan," ucapnya begitu lembut.


"Iyah, enak By..., anakku suka makan ini, dia terus memintanya lagi dan lagi."


Elvano menggelengkan kepalanya dengan gemas pada Alisha, "Dia juga anakku, Honey."


"Iya dong. Oh ya, aku berdoa dan berharap dia akan seperti dirimu."


"Hemm? seperti diriku?"


"He'um, akan  seperti Hubby. Sehat seperti kamu, tampan seperti kamu dan akan menjadi orang yang baik seperti kamu juga," celoteh Alisha rupanya membuat Elvano terdiam dengan seketika bahkan tangannya pun ikut berhenti yang sedang megupasi kulit jeruk.


Bahkan kata baik itu tidaklah pantas Elvano dapatkan dari pujian seorang istri yang baik seperti Alisha. Ia takut, jika Alisha tahu pekerjaannya selama ini, apakah Alisha tetap berharap anaknya akan mirip dengan sang ayah. Walaupun memang waktu itu Alisha sudah mendengar apa yang diobrolkan dia dan temannya, tapi itu hanya menjelaskan sebagian saja, ia bahkan tidak tahu kalau suaminya adalah mafia yang paling kejam, bahkan ia kerap melenyapkan nyawa seseorang.


'Aku tidak sebaik yang kau kira, sayang' benak Elvano dengan perasaan yang kurang nyaman.


Merasa tidak ada tanggapan dari suaminya, Alisha pun menolehkan kepalanya, menatap raut wajah Elvano yang seperti sedang memikirkan sesuatu itu.


"Tidak apa-apa, Honey. Oh ya, jadwal pemeriksaan kandungan besok 'kan?" Alisha mengangguk dengan mulut yang penuh.


"Apa sudah bisa melihat jenis kelamin baby?"


"Hemm..., aku juga tidak tahu, kita lihat saja besok."


Elvano meletakan daging buah jeruk kedalam piring buah Alisha yang sudah kosong dan hanya menunggu beberapa saat saja, piring itu sudah kembali kosong. Elvano menggeser segelas susu ibu hamil untuk diminum Alisha.


"Jangan lupa susunya juga," ucap Elvano dan Alisha pun segera mengambil gelas itu.


"Emm." Bibir Alisha mengerucut. "Kenapa?" tanya Elvano.

__ADS_1


"Kenapa rasa almon lagi sih By!" protes Alisha.


"Kamu harus minum sayang, ini sehat untuk baby dan kamu, diminum ya?" bujuk Elvano dan akhirnya Alisha pun meminumnya dengan terpaksa.


Setelah selesai meminum susu, Alisha pun beranjak dari tempatnya, "Mau kemana?"


"Mau mandi By, hari ini cuacanya sangat panas," sahut Alisha yang kemudian melangkah pergi.


Elvano tersenyum nakal, ia seperti sedang memikirkan sesuatu. "Honey aku ikut!" teriak Elvano yang bahkan sudah tidak lagi memiirkan rasa malunya didepan para pelayannya.


Elvano mengejar Alisha yang hampir menginjakkna kakinya di anak tangga, dan HUP! Elvano menagkap tubuh Alisha dan membawanya kedalam gendongannya.


"By! turunkan aku, aku malu," ucapnya dengan suara yang terrtahan.


"Malu kenapa?"


"Itu mereka pasti sedang melihat kita." Langkah Elvano tehenti dan menoleh ke para pelayan yang langsung mencari kesibukannya yang Elvano tahu memang sebelumnya mereka sedang memperhatikan dia dan Allisha.


"Bekerja dengan benar!"


"Baik Tuan!!" jawab serentak mereka.


Elvano meutup pintu setelah berhasil masuk kekamar mereka, meletakan tubuh Alisha keatas ranjang dengan perlahan, Alisha yang kebingungan akhirnya bertanya, "By, aku 'kan sudah bilang mau mandi kenapa malah ditidurkan diranjang?" tanyanya polos.


"Kita buat keringat bersama, setelah itu baru mandi sama-sama," jawab Elvano dengan kerlingan mata begitu genitnya.


        \~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Mampir juga ke novel teman ku ya guys.....

__ADS_1



__ADS_2