Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)

Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)
POV Ayuza Bernies


__ADS_3

Di ruang tengah, Erik duduk di sofa tunggal menatap dua orang yang terduudk dengan menundukan kepalanya.


"Siapa yang menyuruh mu untuk tidur diranjang ku?" tanya Erik dengan nyalang.


"Hito, dia yang mengantarkan ku kesana," jawab polos Yuza.


"Maaf Tuan, karena kamar yang lain belum disiapkan, dan saya kira Anda tidak  berada di kamar maka dari itu saya memintanya untuk beristirahat sejenak disana."


Erik mendengus kesal, "Kau 'kan bisa mengantarkan dia kekamar Dion yang jelas-jelas orangnya tidak ada. Ah ya sudah lain kali aku tidak mau orang asing masuk kekamar ku!" Erik pergi begitu saja dari sana meninggalkan Hito dan Yuza disana.


Perkataan Erik yang menyebutnya adalah orang asing, entah kenapa hatinya terasa pedih, dan Yuza menyadari kalau ternyata dia telah menyukai Erik sejak pertama kali mereka berjumpa.


"Maafkan dia ya, Tuan Erik memang seperti itu, tapi aslinya dia sangat baik," ucap Hito yang menyadari kalalu Yuza sedih karena siap Erik.


Yuza tidak menanggapi ucapan Hito, pikirannya sedang dipenuhi bayang-bayang Erik yang memeluknya di rumah sakit tadi pagi.

__ADS_1


"Hito, sepertinya aku tidak bisa tinggal disini. Kau bisa antarkan aku kesuatu tempat?"


Yuza memutuskan  ingin perrgi karena takut akan perasaanya yang semakin dalam untuk Erik.


"Kemana? sekarang?"


"Iya, kejalan Delima nomor 54."


"Rumah siapa? bagaimana jika orang-orang tadi menemukan mu lagi?"


"Tidak, karena disana tidak ada yang tahu. Itu rumah sederhana milik mendiang ayahku," ucapnya yang akhirnya Hito pun bersedia untuk mengantarkannya.


POV Ayuza.


Aku Ayuza Bernies, anak tunggal dari keluarga Bernies. Ibuku meninggal karena sebuah penyakit yang langka dan ayah ku pun menikah lagi dengan orang kepercayaan ibuku. Memiliki orang tua baru sedikit berbeda dari sebelumnya ya walaupun sikap ibu tiri ku sangatlah baik kala itu.

__ADS_1


Tapi seiringnya waktu sikap ibu sambungku kian berubah ketika ayahku meninggal dunia dan mewariskan 80% hartnya untuk ku. Kelembutan yang dulu diberikan padaku berubah dalam sekejap, ia kerap menyiksa ku bahkan sampai berniat melenyapkanku.


Hari ini aku berhasil lolos dari orang-orang suruhan ibu tiriku yang berniat akan melenyapkan ku, ya seorang pria tampan yang kutemui di rumah sakit dengan tidak sengaja itulah yang menyelamatkanku. Dan ternyata aku malah menaruh harapan lebih padanya


Aku tahu perasaan ku tidak akan dibalas dengannya, makadari itu aku memutuskan untuk pergi tanpa pamit. Karena memang ada yang harus aku urus juga untuk masa depan ku. Disinilah, dirumah yang cukup besar milik ayahku, entah memang memiliki firasat kuat bagaimana anaknya nanti ketika ia tidak ada, sang ayah membeli rumah itu dan hanya mereka, Yuza dan ayahnya lah yang tahu dengan rumah itu.


Disana jugalah tempat semua berkas-berkas penting. Bukan hanya surat kepimilikan rumah tapi disana juga tesimpan aset-aset yang bernilai fantastis. Ya ayahnya memang tidak terlalu mengandalkan jasa pengacara untuk mengurus aset-asetnya, karena sebuah rasa trauma yang aset miliknya pernah digelapkan oleh orang kepercayaannya.


"Ini rumah sederhana yang kau maksud?" kata Hito yang bertanya padaku dengan wajah sedikit tidak percaya.


"Iya, ayahku yang menyebutnya sederhana, dan aku hanya mengikut saja," jawabku.


Lalu aku meminta Hito untuk merahasiakan ini dari siapapun teramaksud Erik, pria penyelamat ku. Dan sejak hari itu akupun menjauh dari semuanya untuk fokus ke pendidikan ku, karena aku akan mengambil alih semuanya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


Mampir juga ke novel teman ku ya...



__ADS_2