Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)

Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)
Berita News


__ADS_3

“Hubby, Kak Bima mana?” tanya lagi Alisha, namun Elvano tetap diam.


Alisha merasa ada yang aneh pada suaminya, tapi apa?


“By, kenapa diam?” Elvano tersenyum sesaat lalu tangannya bergerak mengusap kepala Alisha dengan sayang, “Kakak mu sedang ada pekerjaan yang tidak bisa ia tinggal, tapi dia kok yang membawa mu ke rumah sakit waktu itu,” jelas Elvano dengan berkilah.


Alisha mengangguk-angguk, dia terdiam seperti sedang mengingat-ingat sesuatu dan itu dapat Elvano rasakan.


“Kenapa?” tanya Elvano.


“Tidak ada, aku hanya sedang mengingat-ingat sebelum aku tidak sadarkan diri. Karena seingat ku sebelum itu,


aku sedang berada di kamar dan Kak Bima masuk kekamar lalu memberikan ku teh hangat karena melihat ku yang terus mual-mual.”


Mendengar penuturan Alisha, Elvano mengepalkan tangannya yang bersembunyi di balik selimut. Dari apa yang


Alisha katakan sudah jelas memang Bima yang berniat membuat Alisha tidak sadar, karena sebelumnya Elvano juga tidak percaya kalau Bima bisa berbuat seperti itu.


Tapi bagaimanapun juga Bima memang tidak mengetahui kalau saat itu Alisah tengah mengandung, karena Elvano


pun sangat mengenal Bima yang tidak akan sanggup untuk melenyapkan seseorang terlebih lagi itu adalah sebuah janin yang akan menjadi keponakannya.


“Ya sudah, aku tanya sekali lagi padamu, kau yakin tidak mau kekamar mandi?” Alisha kembali mendengus karena


perihal itu lagi yang kembali Elvano tanyakan padanya.


“Tidak Hubby, aku tidak mau kekamar mandi.”


Alisha harap pertanya itu tidak akan di lontarkan Elvano lagi. “Kalau begitu, aku keluar sebentar ya, kalau kau


membutuhkan ku, kau hanya perlu menghubungi ku, dalam waktu dua menit aku akan datang. Hmm?”


Alisha memberikan anggukan kecil sebelum Elavano beranjak turun dari ranjang lalu keluar kamar, tapi sebelum benar-benar Elvano keluar, Alisha malah memanggilnya dan membuat Elvano dengan cepat melangkah kearahnya, “Ada apa? Mau kekamar mandi kah?”


Alisha memutar bola matanya malas lalu menjawab, “Tidak By, aku hanya ingin bertanya kemana hubby pergi?”


“Ooh, aku ada di ruang kerja ku ya, tapi ingat kalau membutuhkan ku, kamu hanya perlu menghubungi ku, mengerti?” Alisha mengangguk lagi dan Elvano pun berlalu.


“Ingat ya, kalau membutuhkan ku, panggil aku, dan satu lagi jangan letakan ponsel dekat perut,” ucapnya sebelum


menutup pintu lalu pergi.

__ADS_1


Alisha terdiam, “Aturan apa lagi ini?” gumam Alisha yang memang tidak mengerti kenapa Elvano melarangnya


meletakkan ponsel di dekat perutnya.


Alisha menyambar ponsselnya yang terletak di atas nakas, mencari tau dari internet perihal larangan meletakan


ponsel dekat perut.


Dan di sana sudah sangat di jelaskan bahwa paparan radiasi memang dapat menembus jaringan janin sehingga dapat mengganggu perkembangan otak janin yang bahkan bisa menyebabkan kecacatan untuk si janin.


Alisha mengangguk-angguk, dia


baru mengetahui sebab Elvano melarangnya. Ya ternyata Elvano lebih mengerti


dari pada dia.


Di ruang kerja, Elvano yang sedang mengerjakan pekerjaannya tiba-tiba mendapatkan tepon dari salasatu sahabatnya yaitu Dion. Dengan tangan yang masih asik dengan keyboard laptopnya, Elvano menjawab telpon dion dengan meletakannya di atas meja lalu menekan icon loudspeaker.


“Ada apa?” jawab Elvano.


“El, kau buka link yang ku kirimkan padamu, sekarang!”


Telpon pun terputus dan Elvano segera membuka link yang di kirimkan Dion kepadanya, dan jeng jeng...


Sebuah artikel menanyangkan sebuah berita dengan sbuah foto yang di ambil secara diam-diam dari seorang paparazi, foto yang atidak terlalu jelas namun ia sangat akin kalau foto itu adalah orang yang sangat ia kenal.


“Bima?”


Ia menggeser layar ponselnya ke bawah dan disana sebuah keterangan foto itu tertulis jelas.


‘Anak dari keluarga Houten di usir dari tempat hiburan.’


Elvano berdecak kesal, karena tidak suka adanya pemberitaan tidak baik dari sahabatnya sendiri. Walaupun dia juga masih merasa kesal dengan Bima, tapi Bima tetaplah sahabatnya.


Dan akhirnya Elvano menghubungi kembali Dion, “Apa kau tidak bisa mengurus hal sekecil itu, seharusnya kau


mengerti apa yang semestinya kau lakukan.” Elvano memutus telponnya begitu saja lalu menghubungi Erik.


“Rik! Kau sudah tau kabar Bima?”


‘Iya, aku baru saja mendapatkan link itu dari Dion,’ sahut Erik di sebrang sana.

__ADS_1


“Bantu Dion untuk mengurusnya, pastikan anak bodoh itu tidak membuat ulah lagi,” ucap Elvano dan di iyakan oleh


Erik.


*


Erik yang sedang berada di perjalanan menuju sebuah tempat, berdecak kesal karena perintah Elvano sehingga


membuat dia mengurungkan niatnya untuk tujuannya itu.


“Sial aku harus mengobatinya sendiri,” gerutunya yang tengah menatap telapak tanagnnya yang terluka.


Dengan tangan sebelah, Erik berputar arah untuk kemarkas menemui Dion disana. Sesampainya disana, Erik


segera memasuki markas dan kebetulan Dion yang sudah akan pergi. “Kau mau kemana?”


“Ke Global Enterprise, berita itu berasal dari sana. Kau mau kemana? Lalu ada apa dengan tanganmu.” Mata Dion


melirik ke arah tangan Erik yang terlihat mengeluarkan darah dari sobekan di telapak tangannya.


“Oh, ini? Aku sengaja merobeknya, ck! sudah tidak perlu bahas ini. Kalau begitu aku yang akan pergi  ke Vlora club,” Erik sudah akan pergi tapi Dion memanggilnya lagi.


“Kau yakin tidak perlu mengobatinya dulu. Sepertinya parah,” kata Dion.


“Ck, kau lupa kalau aku sudah terbiasa, lagi pula lebih parah pun sudah sering.” Erik berlalu begitu saja


dengan mobilnya.


Dion menggelengkan kepalanya karena tidak habis pikir dengan satu sahabatnya itu, yang bisa berbuat gila saat


ingin mendapatkan sesuatu apa yang dia inginkan.


                            \~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


mampir juga ke novel teman Nuna yaaa... Di jamin seru..


Judulnya      :    Istri Selingan


Authornya    :    Warnyi


__ADS_1


__ADS_2