Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)

Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)
Teman tetaplah Teman


__ADS_3

Dirga?


Mungkin sebagian orang tidak mengerti kenapa Bima merubah nama panggilannya, dari Bima ke Dirga. Ya walaupaupun nama Dirga juga nama lain dari Bima. Tapi satu hal yang ingin ia singkirkan adalah Bima yang keras kepala, Bima yang berhati jahat, Bima yang memikirkan egonya saja, juga Bima yang hanya congkak.


cukup lama ia memikirkan itu, dan hasilnya nama Bima itu tidak lagi ia gunkan sebagai identitasnya.  Dan kenapa juga nama Alisha lah yang dia pilih sbagai nama perusahaan yang selama ini diurus oleh orang kepercayaannya sebagai nama Hauten Corp dan sudah ia ambil alih lahi yang juga ia ganti dengan nama Alish Corp.


"Aku menggantinya hanya untuk masa depan adikku saja dan mungkin juga ini sebagai penebus kesalahn ku pada adik perempuanku."


"Maksudmu? apakah nanti perusahaan ini kau berikan untuk adikmu itu?"


"Ya, sebenarnya keluarga kami memiliki beberapa beberapa aset lainnya, dan ini hanya anak perusahaan saja, aku masih mengkhawatirkan dia."


"Jadi maksudmu, kau ini belum sepenuhnya percaya pada suami adikmu sekaligus sahabat mu itu?"


"Ya, karena bagaiamanapun dia adalah seorang yang bekerja di dunia bawah, kehidupan sehari-harinya sangatlah berbanding terbalik dengan orang biasa seperti kita. Aku hanya antisipasi jika nantinya adikku akan diperlakukan seperti istri para mafia lainnya."


Perbincangan kedau orang itu terhenti ketika seorang officeBoy datang dengan dua cangkir kopi yang di pesan Bima untuk teman berbincang.


Wanita cantik dengan pakaian sangat formal itu, dialah yang sejak tadi menemani Bima mengobrol. Bianca, nama wanita cantik itu, dia adalah teman semasa Bima kuliah, namun karena satu hal mereka pun berpisah negara namun tetap menjaga komunikasi dengan baik.

__ADS_1


"Tapi aku cukup kagum dengan sahabat sekaligus adik ipar mu itu lho, Apa kau memiliki sahabat lain yang sifatnya sama dengannya?"


"Ada, tapi mau apa kau tanyakan itu?"


"Siapa tau cocok denganku, hahaha!"


Bima berdecak heran pada temannya itu yang dia sendiri sudah mempunyai tunangan. "Ingat sebentar lagi kau akan menikah," cetus Bima.


"Ck, menikah dengan tua bangka itu, aku harap sebelum dia menjamah ku, dia mati karena overdosis obat kuat."


Bima tertawa terpingkal-pingkal mendengarnya. Ya walaupun mereka berteman sudah cukup lama, entah kenapa Bima tidak sedikitpun menyimpan sebuah rasa untuk Bianca, walaupun memang Bianca kerap meminta agar mereka mencoba untuk seperti hubungan kekasih pada umumnya, tapi Bima menolak keras, karena baginya teman tetap teman, tidak akan bisa menjadi sepasang kekasih yang bisa saja merenggang dan bermusuhan setelah menjadi mantan.


"Kau sih menolak ku, jadi ku setujui permintaan orangtua ku,'' celetuk Bianca.


"Sialan kau!"


Seperti yang sudah dijelaskan, teman tetap teman. Teman ya seperti itu tidak ada yang menaruh ataupun menerima perasaan, mereka berinteraksi tanpa adanya rasa canggung dan diantara merekapun saling mengerti satusama lain.


*

__ADS_1


Disebuah bangunan yang mirip seperti gudang, sedang ada kegiatan yang sangat sibuk.


Seperti biasanya, Dion dan Erik hanya mengawasi para pekerja terpilih karena memang sudah ada orang-orang yang mereka percayai untuk mengurus urusan eksport import senjata api ilegal dan legal, yang selama ini mereka geluti.


Tapi tiba-tiba terdengar suara ledakan yang cukup keras sehingga sisi tembok sebelah timur hancur. Erik dan Dion saling menatap dan memberikan sebuah kode yang kemudian Erik berlalu pergi ke sebuah pintu yang berada di balik sebuah lukisan yang tingginya sekitar tiga meter, entah apa yang dia lakukan disana.


"Jangan bergerak!"


"Kami dari 86 mendaptkan informasi kalau disini gudang tempat penyimpanan Senpi ilegal!" ucap salasatu seorang yang berseragam hitam yang memperkenalkan dirinya pada Dion yang memang sedang berhadapan dengan sekumpulan orang berseragam.


"Kami akan mempersilahkan kalian dan menerima konsenkuensinya tapi jika kabar yang kalian terima itu tidak terbukti, kami akan membuat tuntutan tegas pada kalian!" ucap Dion dengan penuh peringatan.


"Kami tidak mungkin salah, karena dari semua informasi memang tertuju pada gudang ini."


"Baik, silahkan..." Dion duduk di sebuah kursi memperhatikan orang yang berseragam itu memeriksa semua kontainer yang ternyata hanya ada senjata yang bersertifikat resmi, lalu kemana yang ilegal? itulah yang Erik lakukan, ia akan segera pergi ke tempat rahasia untuk menyembunyikan senjata yang akan membuat mereka berada dalam masalah jika ketahuan.


Ya kelicikan mereka memang tidak tertandingi.


            \~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


Mampir juga ke novel teman ku ya guys....



__ADS_2