
Dion yang mendapatkan tugas langsung dari Erik segera bertindak.
dia segera memeriksa keberangkatan transportasi udara maupun laut tanpa terlewati satupun Armada.
Tapi seakan dia sudah mengetahui kalau Dion dan Erik ataupun Elvano akan mencari tahu, Bima membungkam semua informasi, tapi Dion tidak sebodoh itu, dia bahkan lebih licik dari apa yang orang lain kira.
Dengan sebuah ancaman dan sedikit menawarkan beberapa kerjasama, akhirnya ia menemukan celah di mana Bima mendaftarkan keberangkatan untuk 3 orang, di atas nama Bima Houten, Lucy Houten, dan Alisa Purnama Houten.
Dion menyeringai karena selama ini dia sedikit kesal dengan perilaku Bima yang semena-mena dengannya, karena memang Dion dianggap anggota terlemah bagi Bima, yang bahkan dia tidak mengetahui selicik dan secerdik apa seorang Dion.
Tapi bagaimanapun Dion tetap peduli dengan Bima walaupun selama ini mereka sangat jarang akur.
''Bima kau harus mengerti akan batas mu sebagai seorang kakak, adikmu berhak bahagia.'' Dion bermonolog sendiri.
Dengan mengirimkan beberapa email pada Erik, Dion berharap akan bisa membantu meringankan beban Elvano.
Hari sudah menjelang siang, Elvano masih setia berada di depan gerbang dengan mobilnya.
Matanya sudah tak kuat lagi terbuka, karena sudah hampir dua hari dia belum juga tidur. Tapi saat dia akan memejamkan mata untuk mengobati rasa kantuknya, matanya malah melihat dua mobil yang keluar dari gerbang, yang dia tahu itu adalah mobil milik Bima dan satunya mobil milik Lusi, ibunya Bima.
Dahinya mengernit heran. Kenapa harus ada dua mobil yang keluar jika memang Bima yang hanya akan keluar sebentar, rasa penasaran itu singgah yang pada akhirnya membuat dia mengikuti mobil Bima yang entah akan menuju ke mana.
Dan ternyata berbarengan pula ada satu mobil yang mengikuti mobil Bima dan Lusi yang Elvano tahu juga itu adalah mobil Erik, dia semakin dibuat bingung. Ada apa ini?
Elvano membuka kaca dan ternyata Erik pun sama melakukan itu, dengan menekan sebuah tombol yang langsung terhubung dengan mobil Erik. Mereka pun berbicara
''Ada apa ini Rik?''
''Kita harus mengikuti Bima, karena ada Alisa di sana.''
''Apa maksudmu?!''
''Bima akan membawa Alisha pergi.''
Kepala Elvano menoleh dengan cepat ke arah mobil Erik, bertanya melalui tatapan yang seakan menyiratkan sebuah rasa terkejut.
''Maksudmu pergi bagaimana?''
''Ya, dia akan membawa Alisha pergi jauh darimu.''
Tanpa mengatakan apapun lagi, Elvano seketika menambah kecepatan laju kendaraannya untuk segera menyusul Bima, tapi ternyata Bima menyadari kalau ada mobil yang mengikutinya, sehingga membuat Bima semakin menambah kecepatan lajunya.
''Sial! dia benar-benar mencari masalah !''
__ADS_1
''Kau ambil jalur kanan aku ambil jalur kiri!!'' teriak Erik dari seberang sana.
''Tapi jika membahayakan Alisha bagaimana!''
''Aku pastikan Bima tidak akan seceroboh itu.''
Elvano memberikan anggukan dan mengambil jalur kanan sesuai apa yang Eri katakan.
Bak' seperti ajang mobil balap, di jalanan seramai itu, 4 mobil saling menyalip satu sama lain sehingga membuat mobil lain terpaksa harus menyingkir, karena tidak ingin mengambil resiko dari ulah 4 mobil yang sedang saling mendahului itu.
Elvano menyeringai ketika melihat ada mobil besar yang ada di depannya.
Daann... sreeetttt
Elvano menyalip dengan lincah di samping mobil besar yang kemudian berhasil menyamai laju mobil Bima.
Tiiinnnn… Tiiinnn…
Elvano menekan klakson dengan berulang, tapi Bima tidak sama sekali berniat untuk menghentikan lajunya.
Dan ketika di sebuah persimpangan ternyata mobil Bima dan mobil Lusi terpisah arah, sehingga membuat Elvano dan Erik kebingungan.
Elvano yang yang tetap mengejar mobil Bima dan Erik yang mengambil arah mengejar mobil Lusi.
Yaitu, Dion.
''Ada apa?!''tanya Erik dengan sedikit membentak karena sedang panik.
''Putar kemudi kalian ke arah timur. Cepat! karena kalian mengejar mobil yang tidak ada mereka!''
Bum!!
seperti sedang di prank oleh Bima, Elvano dan Erik langsung menginjakkan pedal remnya.
''Apa maksudmu, Dion!''
''Aku serius, kalian sedang masuk ke dalam perangkap Bima. Bima sengaja membuat kalian sibuk sehingga tidak akan menghalangi langkah dia.''
''Brengsekk!!''
Dengan sekali putaran mobil Elvano pun memutar arah ke arah apa yang Dion katakan begitu pula Erik.
*
__ADS_1
Beberapa waktu lalu, di saat Elvano melihat mobil Bima dan mobil Lusi keluar, dan dia langsung mengikuti mereka, di saat itu pula Bima yakin kalau Elvano masih berada di depan rumahnya sejak pergi dari rumahnya.
Sehingga membuat Bima merencanakan siasat, agar Elvano maupun Erik sibuk mengejar mobil yang tidak ada dirinya, dan akan membuat dia bebas membawa Alisha kemanapun yang dia mau.
Tapi ternyata siasat Bima yang direncanakan dengan baik itu, sudah di endus oleh Dion yang sudah mengetahuinya, yang kemudian mengambil langkah satu kedepan lebih dulu dari Bima.
Entah bagaimana caranya Dion bisa mengetahui itu. Tapi saat ini Dion sudah berhasil menghalangi mobil Bima yang sedang melaju dengan bebas di jalur lain, setelah menghubungi kedua temannya.
''Menyingkir lah jika tidak ingin ada pertumpahan darah di sini!''ucap Bima dengan tegas pada Dion.
''Tidak akan, Bim. Jika kau berhenti dengan sikap egoismu,'' sahut Dion dengan santai.
''Kau tidak berhak ikut campur urusan keluargaku, Dion!'' bentak Bima yang tidak terima dengan nasihat Dion.
''Iya aku tahu, tapi kau juga tidak berhak memisahkan seorang istri dari suaminya dan dia itu sahabatmu yang telah menolongmu dari keterpurukan keluarga, kau ingat itu 'kan?''
''Ck. Iya, aku ingat tapi ini adikku. Kakak mana yang rela menyerahkan adiknya ke tangan seorang mafia kejam seperti Elvano.''
''Elvano bersikap kejam pada musuh dan juga kepada seorang penghianat, bukan kepada orang yang dicintainya, Bim. Dan harusnya kau menyadari perubahan Elvano setelah mengenal Alisha, dia berubah delapan puluh derajat dari sifat aslinya.''
''Tapi tetap saja darah dia darah mafia. Aku tidak akan membiarkan seorang anak lahir dari keturunan mafia.''
''Apa kau yakin? walaupun jika adikmu sudah mengandung anak dari Elvano, apa kau juga akan menyingkirkan anak itu?''
Pertanyaan Dion membuat Bima menggertakan giginya, tangannya mengepal kuat, dia marah mendengar itu.
''Jika memang adikmu benar-benar sudah mengandung anak Elvano, dan kau malah berniat untuk menyingkirkan anak itu, apa bedanya kau dengan Elvano. Bagaimana jika Alisha tahu kakaknya sendiri ingin memisahkan dia dengan suaminya dan bahkan ingin menyingkirkan anaknya, jika memang dia benar-benar sedang mengandung.''
Bima tersulut emosi mendengar penuturan Dion. Kepalanya menoleh sebentar ke arah mobilnya yang ada di belakang.
''Tidak, dia tidak sedang mengandung. Maka dari itu sebelum dia mengandung aku akan bawa dia pergi jauh dari Elvano.''
''Kenapa kau yakin sekali. Pasangan suami istri yang sudah berbagi ranjang tidak menutup kemungkinan akan ada janin yang sudah hadir di perut si wanita. Apa kau sudah memeriksakan nya?''
Bima terdiam seribu bahasa, dia berpikir sejenak dan merasa heran karena Dion mengatakan itu dengan yakinnya, seolah-olah dia mengetahui sesuatu.
...----------------...
Hay semua readers ku mampir juga ke novel teman othor ya 🥰 gak kalah serunya lho 🙏
Judulnya : Ternyata dia Jodohku
Authornya : Sofa Marwa
__ADS_1